Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 13:01 WIB
Surabaya
--°C

Kenangan Manis Pemilik Kantin SMAN 2 Yogyakarta tentang Anies

YOGYAKARTA–KEMPALAN: Anies Baswedan mengenyam pendidikan menengah di SMAN 2 Yogyakarta. Banyak kesan indah dan penuh kebersamaan selama menempuh pendidikan di sekolah yang berada di Jalan Bener Nomor 30, Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini.

Ibu Jupari, pemilik kantin SMAN 2 Yogyakarta, masih ingat betul dengan sosok yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu. Sosok yang dianggapnya spesial karena kebaikannya. Bagi Jupari, penuh kenangan manis saat Anies bersekolah di SMA tersebut.

“Mas Anies orangnya baik dengan siapa pun, dengan teman, guru termasuk dengan orang-orang belakang, seperti saya atau tukang sapu sekolah,” katanya saat ditemui di rumahnya di wilayah Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Senin, 28 Juni 2022.

Jupari merasa selama itu momen penuh kebersamaan. Dia masih ingat saat Anies dan teman-temannya makan di kantin yang dikelolanya. Seperti biasa, saat jam istirahat para siswa jajan ke kantinnya, karena memang hanya satu-satunya yang berada di dalam lingkungan sekolah.

Perempuan yang kini berusia 84 tahun itu ingat beberapa makanan kesukaan Anies, seperti arem-arem, kuah gado-gado, dan tempe gembus. “Mak, tempe gembusnya sudah matang belum,” kata Jupari menirukan ucapan Anies ketika itu.

Biasanya tempe gembus digorengnya di kantin, sementara arem-arem sudah tersaji sebelumnya. “Biasanya makan arem-arem, dan alen-alen (semacam makanan ringan yang terbuat dari ketela seperti lanting). Mas Anies biasanya ambil alen-alen lalu ditaruh di piring lalu disiram kuah,” ungkap Jupari.

Saat sedang makan itu, banyak teman-temannya ikut nimbrung makan yang sedang dimakan Anies Baswedan. Jika makanannya kurang maka akan tambah lagi.

“Jadi satu piring itu dimakan ramai-ramai sama teman-temannya. Saya sudah sering melihat seperti itu. Dimakan bareng-bareng yang bayar Mas Anies,” tutur Jupari.

Menurut dia, ambil makanan banyak untuk banyak teman ini bisa habis Rp300. Jumlah yang lumayan besar saat itu untuk jajan makanan. Satu porsi bakso dan tempe alen-alen cuma Rp200. “Pokoknya ramai sekali waktu itu, penuh kebersamaan. Saya juga menyukai anak-anak yang biasa memanggil saya Mak e atau Mami,” ungkapnya.

Jupari juga masih ingat saat Anies Baswedan suatu ketika merayakan ulang tahun. Alumni Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta itu memintanya untuk membuatkan nasi tumpeng lengkap dengan lauk dan sayur rebus khas acara syukuran masyarakat Jawa.

“Bikin nasi tumpeng, tapi di-pincuki (dibungkus dengan daun pisang) satu-satu, biar semua kebagian, karena kan banyak ya teman-teman. Biar semuanya bisa merasakan,” ungkapnya.

Anies meminta untuk membuatkan nasi tumpeng ini tidak hanya saat ulang tahun saja. Saat momen kebahagiaan atau syukuran juga pernah meminta untuk dibuatkan nasi tumpeng. “Saya yang bikin juga senang, Anies dan teman-temannya itu sudah seperti anak-anak saya sendiri,” ujarnya.

Jupari pun turut mendoakan Anies Baswedan dan teman-temannya menjadi orang sukses. “Mas Anies itu sudah jadi sukses, tapi tidak lupa dengan saya lho. Saat sudah menjadi Gubernur DKI Jakarta, menengok sekolah lalu menyapa saya, Eh mami. Mas Anies orangnya sangat baik, dia juga disayang sama guru-gurunya,” ungkap Jupari. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.