Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 09:58 WIB
Surabaya
--°C

Ijazah Titik Lemah Jokowi, Teddy Titik Lemah Prabowo

Masalah mendasar bagi rakyat Indonesia sekarang ini adalah apakah bisa membiarkan dan menerima bahwa negara sebesar ini hanya ditentukan oleh permainan atau skandal perjodohan dua raja saja?

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Ijazah Joko Widodo yang belum bisa ditepis palsunya adalah titik lemah Jokowi. Menguras enerji bagi fisik dan psikisnya. Materi hasil sabetannya juga ikut tersedot oleh jilatan para termul.

Warga yang sehat melihat beban super berat sedang dihadapi Jokowi dalam upaya menutupi kepalsuan dengan berbagai rekayasa. Jika terbongkar, hancur segalanya.

Prabowo Subianto mengambangkan, bahkan menarik ulur kasus ijazah sang guru. Operasi kodok diikuti ritmenya. Jika Prabowo perintahkan Polri dan Jaksa untuk bongkar tuntas ijazah terkutuk itu maka selesai urusan.

Jokowi dipastikan bakal terisak di dalam dan berefek domino kepada Gibran Rakabuming Raka sang putera mahkota. Gibran pun bakal meronta-ronta di kubangan asam sulfat.

Teddy Indra Wijawa itu semula adalah asisten ajudan Jokowi. Luar dalamnya diketahui dan di bawah kendalinya. Teddy ditemukan dan dibina sebagai anak manis.

Diserahkan kepada Prabowo ketika menjadi Menteri Pertahanan kabinet Jokowi. Direstui lompat-lompat pangkat. Sebagai Presiden yang berlatar belakang tentara, semua bisa diatur dan dimaklumi. Dan, kejengkelan jajaran TNI dipastikan bisa diredam.

Teddy menjadi orang dekat bahkan terdekat melebihi kedekatan Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Hashim Djojohadikusumo.

Anak manis itu aman dalam dekapan Prabowo, tapi tidak aman dalam permainan Jokowi untuk kepentingan Gibran. Teddy menjadi titik lemah Prabowo yang dapat ditarik ulur Jokowi. Sementara Titik Soeharto sulit untuk melerai atau mengubah peta.

Sebagaimana ijazah Jokowi yang dapat dibawa berputar-putar tahunan, maka kasus Teddy pun dimungkinkan untuk berputar pula. Uji forensik ijazah dan uji forensik Teddy mutlak dilakukan. Meskipun disadari bahwa elit sudah terbiasa menjadi penjahat yang tega untuk mengorbankan dan menghancurkan bangsa.

Prabowo dan Jokowi saling menjaga relasi. Rezim Prabowo tidak lain adalah periode ketiga masa jabatan Jokowi. Tidak peduli rakyat yang kecewa dan frustrasi.

Pegangan China Jokowi dan genggaman Amerika Prabowo saling mengunci. Mengabaikan aspirasi rakyat yang anti China, pengendali oligarki bisnis, dan Amerika pendukung zionis Israel penjajah Palestina.

Bahwa sintesis konflik kepentingan Jokowi dengan Prabowo bertumpu pada dua kemungkinan untuk 2029, yaitu mempertahankan Prabowo Gibran atau, seperti pandangan pakar intelijen Sri Rajasa Chandra, memunculkan paket Gibran Teddy.

Teddy yang menjadi gonjang-ganjing saat ini gejalanya memang anak kesayangan Prabowo yang disiapkan untuk melanjutkannya.

Masalah mendasar bagi rakyat Indonesia sekarang ini adalah apakah bisa membiarkan dan menerima bahwa negara sebesar ini hanya ditentukan oleh permainan atau skandal perjodohan dua raja saja?

Atau, segera cegah dengan teriakan, kepalan, dan langkah penuh semangat: “Tangkap dan adili Jokowi, makzulkan Prabowo Gibran”. 

*) M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.