ARF pertama kali dideskripsikan oleh dokter William Heberden pada tahun 1802.
Pada awal abad ke-20, ARF disebut Acute Bright’s Disease (ABD) dan dicatat dalam buku Textbook for Medicine karya William Osler pada 1909. Pada buku itu penyakit tersebut didefinisikan sebagai akibat dari agen toksik (racun), kehamilan, luka bakar, trauma, atau operasi ginjal.
Selama Perang Dunia I, gagal ginjal akut disebut sebagai War Nephritis (WN) dan dilaporkan dalam sejumlah publikasi. Namun, penyakit ini kemudian dilupakan.
BACA JUGA: Inferiority Complex, Pelaku Meme Iriana Jokowi
Sampai Perang Dunia II ketika Bywaters dan Beall merilis sebuah studi kesehatan tentang ginjal. Akhirnya diberi nama AKI, digunakan sampai sekarang.
Disebutkan di jurnal ilmiah itu, Propilen Glikol (yang dibolehkan) digunakan sebagai pelarut untuk sediaan farmasi intravena, oral, dan topikal. Hal ini umumnya dianggap aman. Tapi dalam jumlah besar menjadi racun.
Propilen Glikol dapat bercampur dengan air, aseton, dan kloroform. Propilen glikol juga digunakan sebagai bahan dasar farmasi untuk larutan de-icing.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi