KEMPALAN: BEBERAPA hari terakhir ini dunia digital di Indonesia ramai oleh isu pembobolan data oleh akun Bjorka, yang mengaku sebagai hacker atau peretas internasional. Berbagai data diretas oleh Bjorka, termasuk data level dewa milik Presiden Joko Widodo dan milik beberapa menteri.
Meskipun akurasinya masih perlu dikonfirmasi, tapi akun Twitter milik Bjorka banyak disukai para netizen yang membanjirinya dengan berbagai komentar dan pujian. Kominfo yang bertanggung jawab atas keamanan siber seluruh warga negara Indonesia dibuat menjadi bulan betulan, bukan sekadar bulan-bulanan. Terbukti, Kominfo menutup akun Bjorka beberapa jam, tapi kemudian dibuka lagi.
Banyak yang mencurigai Bjorka sebagai agen ganda. Ada yang menyebutnya sebagai peretas budiman, ada yang menjulukinya ‘’Robin Hood Digital’’, tapi ada juga yang mencurigainya sebagai ‘’double agent’’, agen ganda, yang sengaja dimunculkan untuk mengalihkan perhatian publik dari dua isu besar, yaitu kasus Ferdy Sambo dan demonstrasi rakyat menentang kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).
BACA JUGA: Pinangki
Bjorka langsung bereaksi terhadap kecurigaan para netizen yang menganggapnya sebagai doule agent. Kata Bjorka, dia tidak mengenal siapa itu Ferdy Sambo dan dia tidak merasa punya urusan dengan Sambo. Pernyataan ini tidak sepenuhnya meyakinkan, tetapi setidaknya sudah menjawab kecurigaan.
Beberapa netizen melihat gelagat keanehan pada akun milik Bjorka yang relatif masih baru muncul ketika kasus Sambo dan kenaikan BBM ramai. Ini memunculkan kecurigaan bahwa Bjorka adalah hasil kerja cyber counter intelligent, yang bekerja untuk menetralisasi citra pemerintah yang hancur-hancuran dalam beberapa bulan terakhir.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi