Senin, 11 Mei 2026, pukul : 04:42 WIB
Surabaya
--°C

Bjorka

Dengan jumlah data yang mencapai miliran berarti bukan hanya bocor tetapi bobol dan jebol. Kominfo gagal melindungi hak-hak privasi rakyat dan harus mempertanggungjawabkannya. Kalau Kominfo tidak bisa menjami keamanan digital negara dan warganya, maka kedaulatan digital Indonesia telah jatuh ke tangan para peretas.

Dalam akunnya Bjorka mengaku telah meretas banyak data-data penting milik negara, termasuk data-data intelijen. Data-data ini akan dibeber kepada publik. Menko Polhukam Mahfud MD pun ikut berkomentar terhadap ancaman Bjorka ini. Kata Mahfud, Bjorka bisa saja membobol data-data pemerintah, tapi data-data itu bukan data penting.

BACA JUGA: Pinokio

Tidak jelas apa maksud Mahfud MD dengan data yang tidak penting. Mungkin Mahfud menganggap bahwa data-data kecil itu tidak penting. Atau mungkin Mahfud menganggap bobolnya data jutaan pelanggan Indihome dan PLN itu tidak penting. Kalau Mahfud menganggap data-data itu tidak penting, tentu hal itu semakin melukai hati rakyat, karena Mahfud menganggap data rakyat tidak penting.

Mungkin Mahfud harus diingatkan mengenai skandal Cambridge Analytica yang membobol data jutaan pengguna Facebook di Amerika dan jutaan lainnya di Inggris. Data-data yang bobol itu kemudian dimanfaatkan oleh konsultan politik untuk diperjualbelikan kepada klien yang akhirnya menjadi skandal politik yang mempermalukan Amerika dan Inggris.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.