Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 07:51 WIB
Surabaya
--°C

Anies dan Holywings

KEMPALAN: Berurusan dengan tempat hiburan malam selalu tidak mudah. Arena bersenang-senang itu realitanya selalu penuh pengunjung. Masyarakat menyukainya. Dari tukang bakso sampai crazy rich berkumpul di sana.

Tenaga kerjanya pun banyak. Belum lagi pemasukan pajaknya juga lumayan. Fulus mengalir deras dari sana.

Ribetnya lagi, pemilik bisnis hiburan malam sebagian besar adalah “orang besar”. Punya koneksi luas dan dana bejibun.

Sudah jamak diketahui kalau banyak tempat hiburan malam beroperasi dengan tabrak aturan, menghalalkan segala cara demi cuan.

Itulah mengapa, saat Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta berani menutup Holywings hanya dalam lima hari sejak bar itu membuat kehebohan buntut promosi bernuansa penistaan agama, publik terkejut. Ada yang bersyukur, tapi ada juga yang mencak-mencak.

Sekali ini Holywings memang kelewatan. Iklan promosi mereka yang diposting di akun instagram Holywings Indonesia memantik kemarahan netizen.

Iklan itu menawarkan minuman beralkohol gratis untuk setiap pengunjung yang bernama “Muhammad” dan “Maria” pada setiap Kamis.

Seandainya saja nama pengunjung yang ditawari bir gratis itu “Mario” dan “Mirzani” misalnya, mungkin kondisinya tidak akan seheboh ini. Namun, nama yang dipilih tim promosi Holywings justru Muhammad dan Maria, dua nama yang merupakan sosok suci bagi muslim dan umat kristiani.

Itulah yang membuat netizen meradang. GP Ansor DKI Jakarta langsung melayangkan protes keras. Kalau FPI masih ada, pastilah tidak akan tinggal diam juga.

Postingan itu hanya berumur beberapa jam saja, karena reaksi netizen yang luar biasa segera membuat manajemen Holywings tergesa mencabut postingan kontroversial itu.

Namun, masih kalah cepat dengan netizen yang sudah keburu menangkap layar akun IG. Iklan itu segera viral. Dan kehebohan pun dimulai.

BACA JUGA  Mengenal Glory Harimas Sihombing Tersangka ke-6 Skandal Megakorupsi BGN

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons-nya dengan menurunkan jajarannya melakukan pemeriksaan. Di lapangan ditemukan ternyata resto, bar, dan lounge itu banyak melanggar izin operasional.

Holywings hanya memiliki izin menjual minuman beralkohol untuk dibawa pulang. Bukan diminum di tempat. Namun di lapangan, bar itu justru memuaskan pengunjungnya dengan berbagai merek minuman beralkohol yang bisa dinikmati sambil mendengarkan live music yang hingar bingar.

Karena itulah, Pemprov DKI Jakarta langsung mencabut izin operasional Holywings yang ada di wilayah DKI Jakarta. Seluruhnya.

Iklan promosi Holywings Indonesia yang menghebohkan.

Sudah Berulah Berulang Kali

Bukan keputusan mudah untuk menutup Holywings. Salah satu pemilik saham Holywings adalah Hotman Paris Hutapea. Juga artis seksi Nikita Mirzani.

Hotman dan Nikita resmi menjadi pemegang saham Holywings pada Mei 2021. Jumlah duit yang mereka tanamkan di sana tentulah besar sekali. Meski keduanya menolak menyebut angka, namun jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Hotman Paris bahkan mengaku sampai mencairkan empat depositonya demi membeli saham Holywings ini. Dengan suntikan dana itulah, Holywing membuka cabang di seluruh Indonesia. Saat ini ada sekitar 50 cabang Holywings dengan jumlah karyawan 3 ribu orang.

Hotman Paris sudah terkenal seantero negeri sebagai seorang pengacara level dewa. Hotman sampai-sampai dijuluki sebagai “raja pailit” karena kepintarannya sebagai lawyer bisa bikin orang yang dituntutnya pailit mendadak.

Hotman juga dijuluki “pengacara 30 miliar” dan “the most dangerous lawyer’ oleh majalah SWA.

Sebuah media di Australia melengkapi julukannya dengan “bling-bling lawyer”. Mungkin karena penampilannya yang khas, gemar memakai berlian, barang branded, dan mobil mewah sekelas ferrari, lamborghini, dan lainnya.

BACA JUGA  Bandingkan Gerakan Mahasiswa 77/78 dengan Gerakan Mahasiswa Generasi sekarang (2026)

Reputasi internasionalnya sudah tidak diragukan lagi. Karena itulah, berurusan dengan Bang Hotman, begitu pria flamboyan yang selalu dikelilingi wanita cantik ini biasa disapa, tentu harus mikir bukan cuma seribu kali. Tapi bisa berjuta kali.

Dan Anies saat ini memilih mencabut izin operasional Holywings meski tahu resikonya setinggi langit.

Apalagi ini bukan pertama kalinya Anies memberi “pelajaran” dengan bar itu.

Pada masa pandemi Covid 19 dan pemberlakuan PPKM di DKI Jakarta, beberapa bar Holywings juga berulah. Melanggar jam operasional sesuai ketentuan PPKM.

Anies pernah menutup paksa Holywings Kemang, Jakarta Selatan pada September 2021 karena bar itu melanggar jam operasional dan protokol kesehatan di masa pandemi. Bahkan sampai tiga kali.

Selain sanksi tutup operasional, Holywings juga didenda Rp50 juta oleh Pemprov DKI Jakarta.

Anies sangat kesal saat itu, karena di saat ribuan warga Jakarta masih berjuang melawan Covid 19, Holywings justru menciptakan kerumunan yang sangat berisiko menyebarkan virus.

Kasus Holywings ini ibarat momen pengulangan saat Anies Baswedan menutup hotel dan bar Alexis di Jakarta Utara, pada awal-awal masa jabatannya dulu sebagai Gubernur DKI Jakarta. Penutupan itu juga menjadi fenomenal karena tempat hiburan malam itu selama ini dikenal begitu “perkasa”.

Sebelum Anies, belum ada gubernur DKI Jakarta yang berhasil (atau berani?) menutupnya.

Anies Baswedan sudah memilih untuk mengambil dan menghadapi resiko itu. Kualitas manajemen resiko Anies yang sering dijuluki netizen dengan “gubernur indonesia” itu kini sedang diuji.

Namun, hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan bukan? (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.