Bjorka memang nakal dan kurang ajar. Dia membuka data-data Menteri Kominfo Johny G. Plate dan membukanya kepada publik. Di dunia digital tindakan itu lazim disebut sebagai ‘’doxing’’. Menteri Johny yang gerah kemudian mengganti nomor handphone-nya dengan nomor baru dari Amerika. Itu pun langsung ketahuan oleh Bjorka dan langsung dihajar lagi.
Terlihat sekali bahwa Menteri Johny hanya bisa bertahan total dari serangan Bjorka. Johny menerapkan strategi bertahan total. Serangan Bjorka ini memunculkan pertanyaan publik mengenai tingkat keamanan data pribadi warga negara. Kalau lembaga-lembaga negara saja bisa dibobol dengan mudah, bagaimana dengan data warga negara biasa.
BACA JUGA: Elizabeth
Menteri Johny mempertanyakan mengapa publik mengelu-elukan Bjorka yang melakukan kejahatan digital. Publik sebenarnya tidak melakukan glorifikasi kejahatan digital oleh Bjorka, publik hanya merasa senang karena ternyata banyak data rahasia yang disembunyikan dari rakyat, dan sekarang dibobol oleh peretas dan menjadikannya sebagai informasi publik.
Tiga kasus muncul di Kominfo yang berhubungan dengan keamanan data pelanggan. Seperti yang diungkap oleh Bjorka, ada 1,3 miliar data kartu SIM yang bocor dan diperjualbelikan di Breached Forum. Menurut akun Bjorka ada 26 juta data pelanggan Indihome yang bocor, dan masih ada lagi data 17 juta pelanggan PLN yang bocor.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi