Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 10:52 WIB
Surabaya
--°C

Mengenang Hadiaman Santoso, Wartawan Paripurna

Toto Sonata, salah seorng yg pernah bersama beliau di Suara Indonesia menuturkan:

Saya termasuk salah seorang yang merasa kehilangan dengan kepergian Hadiaman Santoso memenuhi panggilan Sang Khalik. Ia saya kenang sebagai seorang sahabat yang baik. Pria ganteng dan murah senyum ini semasa hidupnya dengan cepat merespon bila ada teman yang membutuhkan bantuan. Paling tidak ikut membantu mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi teman itu.

Dengan demikian, saya mengenangnya ia sebagai orang baik yang di hatinya selalu ada ruang atensi dan empati untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Hanya sedikit orang yang mempunyai kepekaan seperti ini. Setidaknya yang saya tahu.

Hadiaman (duduk) bersama Arifin BH dan Ferry Fim

Almarhum Hadiaman adalah termasuk senior saya. Ia lebih dahulu terjun di dunia kewartawanan. Usianya 7 tahun di atas saya. Saat awal saya belajar dan bekerja di Mingguan Mahasiswa (MM) pada dekade 1970-an, ia sudah terbilang wartawan profesional. Ia bersahabat dengan pimpinan saya di MM, Agil H. Ali.

Pada saat itu pun ia juga akrab dengan saya. Ciri pembawaannya dari dulu, suka bercanda dan tertawa. Mungkin karena itu, menjadikan dirinya awet muda. Dan akrab dengan para yuniornya. Kepergian beliau sesungguhnya peristiwa alamiah yang biasa. Seseorang itu, seiring berjalannya waktu, kian hari kian menua dan sampai garis finish hidupnya: pergi untuk selama-lamanya ke alam abadi. Tapi, kepergian Hadiaman menjadi tidak biasa. Sebab, kami yang ditinggalkan mengenang kebaikannya. Mari kita doakan, almarhum Hadiaman mendapat tempat terbaik di sisiNya. Aamiin.

Saat Sakit

Beberapa bulan lalu ia mengeluh ada yang tidak beres dengan perutnya. Saat kepingin sesuatu untuk makan tapi begitu tersaji di meja, ia langsung mual. Suatu saat saya pernah mengajak untuk mencari makanan yang paling disukai. Waktu itu bersama Arifin BH, wartawan yg pernah bersamanya di Suara Indonesia. Ia memilih Sop Konro yang ada di kawasan pelabuhan Tanjung Perak. Tapi begitu semangkok penuh sop ala Makaszar itu tersaji, muncul rasa mual dan ia hanya mencicipi sedikit.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.