MANCHESTER-KEMPALAN: Genderang persaingan klub-klub Liga Primer Inggris diawali dengan ajang Community Shield yang berlangsung di King Power Stadium, Leicester, Sabtu malam (30/7). Manchester City sebagai klub juara Liga Primer Inggris musim lalu, ditunggu Liverpool FC yang notebene juara Piala FA.
Bagi City, ajang Community Shield kali ini bisa menjadi momentum untuk membuka peluang mereka mempertahankan trofi juara Liga Primer Inggris di Etihad Campus (sebutan kamp latihan City).
BACA JUGA: Grealish-Haaland, Sinyal Duet Mahal di Manchester City
Tak hanya itu. Bagi bomber City Erling Braut Haaland, laga ini bisa jadi awal baginya menapaki liga domestik yang lebih panas persaingannya dibandingkan Liga Jerman. Haaland pun langsung head to head dengan sesama bomber anyar di LFC, Darwin Nunez.
Gelandang City Phil Foden pun memprediksi Haaland tidak akan kalah panggung dari Darwin di laga tersebut. ’’Di depan gawang lawan, dia (Haaland) pemain yang menakutkan,’’ klaim Foden kepada Sky Sports.
Haaland yang diboyong dari Borussia Dortmund senilai 51 juta Pounds (Rp 924,3 miliar) itu pun dia sandingkan dengan sosok yang juga pernah jadi raja gol di City, Sergio Aguero. Dalam sedekade bersama City, Aguero sukses mengoleksi 260 gol. Rekor tertinggi di klub milik Sheikh Mansour itu.
BACA JUGA: Julian Alvarez, Calon Penerus Aguero di Man City
Sementara Haaland bersama BVB mampu mengumpulkan 62 gol dari 67 pertandingan dalam dua musim. Atau tingkat rasio golnya hampir mendekati satu gol per satu pertandingan di dalam semua ajang.
’’Semua orang tahu rekor golnya (Haaland), bagaimana dia mencetak gol, namun dia datang dari liga yang benar-benar berbeda dengan sepak bola lebih cepat sehingga itu yang bakal memengaruhinya,’’ klaim Foden.
Dia pun meyakini, jika Haaland mampu mencetak gol dalam Community Shield, maka dia tidak akan terhentikan lajunya dalam mencetak gol ke gawang lawan. Baik saat mengawali debutnya di Liga Primer Inggris, Piala FA, Piala Liga, atau bahkan dalam ajang Liga Champions.
’’Sama seperti Aguero. Haaland memiliki semua perbedaan tipe seorang finisher. Seperti yang saya bilang dia menakutkan ketika di depan gawang lawan. Jika kami mampu memanfaatkannya, dia akan jadi pemain penting bagi kami,’’ sambung Foden yang kerap dimainkan sebagai striker dalam skema false nine itu. (Goal.com, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi