KEMPALAN : Dia baru berubah pas kamu mau pergi doang. Kalau tiba-tiba dia manis, janji-janji, sampai nangis tepat setelah kamu bilang mau pergi atau blokir, itu bukan tobat. Itu panic mode. Begitu kamu tenang lagi, dia balik kayak semula.
Kata-kata di atas adalah opening dari akun TikTok ‘doreemii’ yang lewat di beranda TikTok saya.
Dia minta maaf tanpa tanggung jawab. Kalimatnya sering: “Maaf ya kamu jadi sakit hati”. Perhatikan, dia minta maaf karena kamu sakit hati, bukan karena dia nyakitin kamu. Dia nggak pernah bilang, “maaf aku selingkuh”. Dia puter kalimatnya biar kamu yang ngerasa salah.
Dia cerita sedih buat bikin kamu nggak tega. Tiba-tiba ngaku masalah keluarga, mantan jahat, dia korban. Tujuannya satu: biar kamu lupa kalau dia yang lagi nyakitin kamu sekarang. Empati kamu dipakai buat nutupin salah dia.
Lebih lanjut caption akun ‘doreemii’ memaparkan:
Dia main gaslighting kecil-kecil. “Ah kamu kebanyakan mikir”, “Itu cuma bercanda kok”, “Kamu sensi banget”. Dia bikin kamu ragu sama ingatan dan perasaan kamu sendiri.
Dia banyak janji besar, tapi aksi nol. “Gue bakal berubah”, “Gue tinggalin dia”, “Gue serius sama lo”. Tapi nggak ada bukti. Nggak ada perubahan perilaku. Cuma kata-kata.
Dia muncul pas kamu mulai bahagia tanpa dia. Pas kamu mulai tenang, tiba-tiba dia chat “kangen”. Dia nggak bisa nerima kamu hidup enak tanpa dia. Ego dia nggak kuat.
Dia selalu ada alasan kenapa nggak bisa komitmen. “Gue takut nyakitin lo”, “Gue belum siap”, “Situasi lagi rumit”. Padahal yang rumit itu dia nggak mau lepas opsi lain selain kamu.
Lantas ‘doreemii’ menutup dengan semacam tutorial:
Cara cek cepat:
Tanya diri kamu, “Kalau aku diem total 2 minggu, dia bakal ngapain?” Kalau jawabannya cuma chat manis tanpa aksi nyata, itu akting. Orang yang beneran berubah bakal kasih ruang dan buktiin lewat tindakan, bukan ngejar.(AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi