Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 14:27 WIB
Surabaya
--°C

Ajudan lawan Ajudan, 25 Polisi Diperiksa

Arman: “Saya juga sudah tanya ke Brigadir D. Ini beritanya gimana, benar tidak? Jawab D: Ya tidak mungkin-lah, saya teman baik, saya teman curhatnya. Brigadir D itu teman curhatnya (Yosua) ya, yang kedua dia sampaikan enggak mungkin, mana berani kita.”

Sebaliknya, Komaruddin meyakini, ada sesuatu yang besar di balik kasus ini. Maksudnya, tidak hanya tembak-menembak antara Yosua dengan Bharada E. Sebab, dua orang ini hanya ajudan. Bukan orang penting di Polri.

Sedangkan, pengungkapan kasus ini berjalan sangat lamban, tampak seperti sangat sulit. Sampai-sampai Menko Polhukam Mahfud MD, bahkan Presiden Jokowi sampai tiga kali mengatakan, agar Polri mengungkap secara jujur kasus ini.

BACA JUGA  Perang di Teluk Persia dan Batas Kekuatan Amerika Tanpa Aliansi

BACA JUGA: Kesaksian Putri Jadi Tumpuan Kasus Yosua

Komaruddin: “Kalau memang ini hanya pertentangan antar ADC (Aide-de-Camp atau asisten pribadi), saya pikir tidak perlu melibatkan bintang-bintang (perwira tinggi) dan melati-melati (perwira menengah) untuk mengkondisikan kasus ini. Ada apa sampai bintang-bintang turun gunung?”

“Bintang-bintang” maksudnya, dari 25 polisi yang kini diperiksa internal itu, sebagian berpangkat jenderal, dengan tanda pangkat bintang.

Dari 25 personel yang diperiksa, rinciannya, seperti diumumkan Kapolri: Tiga jenderal bintang 1. Lima Kombes. Tiga AKBP. Dua Kompol. Tujuh perwira pertama. Lima bintara dan tamtama.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.