KEMPALAN: ADA beberapa persamaan, di samping perbedaan yang menyolok dari pemikiran tokoh kenegaraan seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau mengenai bentuk negara. Mendirikan negara berarti menyerahkan beberapa hak kepada negara, dan hak yang tersisa menjadi pagar pembatas bagi kekuasaan negara supaya tidak menerobosnya.
Hobbes dengan negara Leviathan mengandaikan kekuatan yang mutlak kepada negara untuk mengatur rakyat dengan kekerasan dan hukuman. Hobbes menganut paham absolute power, negara mempunyai kekuasaan mutlak dan menolak adanya lembaga perwakilan.
Locke tidak sepakat dengan Hobbes dan mencetuskan gagasan adanya konstitusi untuk membatasi kekuasaan si monster Leviathan. Locke menggagas terbentuknya lembaga perwakilan yang dibaginya dalam tiga badan ala Montesquieu, yaitu legislatif, eksekutif, dan judikatif.
Sementara itu Rousseau menganut paham negara totaliter, rakyat melepaskan diri seluruhnya ke dalam negara melalui kehendak bersama, atau general will. Negara harus menjadi total karena menjadi perwujudan yang identik dengan rakyat.
Negara adalah kehendak rakyat sendiri, karena negara dan rakyat melebur menjadi satu. Negera tidak berhadapan dengan individu-individu. Karena itu negara dalam versi Rousseau mempunyai kekuasaan tak terbatas, dan tanpa jaminan nyata apapun bagi hak-hak rakyat.
Pandangan Rousseau ini mudah diselewengkan menjadi semacam anarki kalau fungsi trias politica tidak berjalan dengan baik. Revolusi Prancis banyak diilhami oleh Rousseau. Pemimpin revolusi Maximillian Robespierre adalah pengikut fanatik Rouseeau. Ia memperkenalkan penjagalan guillotine untuk menggorok leher siapa saja yang tidak setuju dengan kekuasaan mutlak general will. Pada akhirnya Robespierre sendiri yang dipotong lehernya dengan guillotine.
BACA JUGA: Politik Mebel
Revolusi Prancis kemudian melahirkan demokrasi di seluruh Eropa. Vox populi vox dei adalah adagium yang sering menjadi ungkapan untuk mewakili suara rakyat sebagai legitimasi kekuasaan. Para penguasa totaliter mengatasnamakan rakyat untuk menindas rakyat. Karena itu rakyat mengingatkan bahwa suara mereka adalah suara Tuhan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi