JANGAN MENANGIS INDONESIA
bencana dan keberuntungan silih berganti
jangan menangis, indonesia
malang dan mujur silih berganti
jangan menangis, indonesia
kejayaan dan keruntuhan silih berganti
jangan menangis, indonesia
manis dan pahit
susah dan senang
sakit dan bahagia
lapar dan kenyang
silih berganti
jangan menangis, indonesia
tak ada puasa terus-menerus
tak ada pesta terus-menerus
pesta akan ditagih ongkos kenikmatan
puasa akan temukan hari lebaran
jangan menangis, indonesia
tawa dan tangis silih berganti
Surabaya, 01 Januari 2005
*
Akhudiat
RINDUKU PADAMU
*di Rogojampi jalan ke kuburan
diteduhi pohon-pohon randu
Rinduku padamu rindu pohon randu
Dihinggapi burung perindu
Rinduku padamu rindu pohon randu
Dengan sayap-sayap kapas
Beterbangan, berlayar
Di langit senja biru
Rinduku padamu rindu pohon randu
Dahan, cabang, reranting kering
Akan gerimis turun
Rinduku padamu rindu pohon randu
Selalu menghijau
Surabaya, 4 Oktober 2009
*
Akhudiat
KEINDAHAN ADA DI MANA-MANA
Saat matahari terbit atau pun kala terbenam
Juga saat panas-panasnya bagai sejengkal di atas ubun-ubun
Ketika kita buka jendela dan di pohon seekor induk burung
Menyuapi anak-anaknya
Alam semesta pun keindahan nan terberi karena
Dia Yng Maha Indah dan Mencintai Segala Yang Indah
Menciptakan alam semesta dengan tersenyum Maha Indah
Keindahan nan terberi maka kita pun langsung menikmati
Ada pula yang tersembunyi sehingga harus sedikit susah payah untuk menggali
Demi mencapai makna sejati
Bismillahir rahmanir rahim
Wa bihi nastainu alaa umurid dunya wad diin
Dengan nama allah Maha Pengasih maha Penyayang
Maha Indah dan Dicintainya Segala Yang Indah
Hanya kepada-Nya kita mohon pertolongan dalam segala urusan dunia-akhirat
Bersama kita buka majelis puisi ini
Selamat menikmati.*

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi