SURABAYA-KEMPALAN :Persebaya Surabaya resmi mengamankan tanda tangan Gledson Paixao da Silva untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Gelandang bertahan asal Brasil berusia 31 tahun itu diikat kontrak berdurasi satu musim, dilengkapi opsi perpanjangan untuk periode berikutnya.
Kehadiran Gledson bukan sekadar menambal lubang di lini tengah yang ditinggal tujuh pemain asing musim lalu. Lebih dari itu, ini adalah perekrutan simbolik—reuni antara murid dan guru, antara eksekutor andalan dan arsitek taktik yang pernah memolesnya di PSM Makassar. Di sinilah kekuatan sesungguhnya dari kedatangan putra kelahiran Santo Amaro, Brasil, 18 Mei 1995 itu.
Bernardo Tavares, pelatih yang membawa perubahan radikal sejak menakhodai Persebaya pada Januari 2026, tak main-main dalam membangun skuad. Gledson adalah wajah kedua dari filosofi Tavares—disiplin, agresif, dan tak kenal kompromi. Musim lalu, saat Persebaya memborong empat penghargaan dalam Best XI pekan ke-20, Gledson menjadi satu-satunya wakil PSM yang masuk daftar. Kini, rival kemarin bersatu dalam satu misi: membawa Green Force merebut tahta Super League.
Gledson datang dengan bekal pengalaman dan statistik yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam 22 penampilan bersama PSM Makassar musim 2025/2026, ia mencatatkan satu gol dan satu assist dengan total 1.243 menit bermain. Namun angka-angka itu hanya permukaan. Di baliknya, ada persentase kemenangan duel bertahan mencapai 56,9 persen—bukti konsistensi seorang gelandang yang mengerti betul cara mengawal area pertahanan tim. Postur 184 sentimeter dan kaki kanan dominan menjadikannya benteng yang tangguh sekaligus jembatan yang menghubungkan lini belakang dengan lini depan. Fleksibilitasnya sebagai gelandang bertahan sekaligus bek tengah memberi Tavares opsi taktis yang tak ternilai sepanjang musim.
Pengalaman panjangnya di kompetisi Brasil—membela Atibaia, Vila Nova, Santo Andre, Juventus-SC, Pouso Alegre, Joinville, Figueirense, hingga Retro—telah membentuk karakternya sebagai gelandang pekerja keras dengan intensitas tinggi. Di Pouso Alegre, ia mencatatkan 35 penampilan dengan tiga gol dan 10 kartu kuning—sebuah statistik yang berbicara tentang kegarangannya dalam duel.
Kedatangan Gledson ke Surabaya disambut dengan hangat oleh keluarga besar Persebaya. Sambutan itu meninggalkan kesan mendalam bagi pemain yang sempat merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo sebagai lawan.
“Sambutannya luar biasa. Menurut saya, sulit meminta sambutan yang lebih baik dari ini. Saya benar-benar bahagia dengan cara saya diterima di sini,” ucap Gledson.
“Saya pernah bermain melawan Persebaya dan tahu betapa sulitnya bermain di hadapan suporternya. Atmosfer yang mereka ciptakan sangat luar biasa,” tambahnya.
Bagi Gledson, keputusan mengenakan seragam hijau Green Force adalah jawaban atas panggilan tantangan. “Saya adalah orang yang menyukai tantangan, jadi ketika kesempatan datang untuk bergabung dengan Persebaya, saya langsung menerimanya. Saya ingin menghadapi tantangan ini dan memberikan hasil terbaik bersama mereka,” tegasnya.
Di tengah perjalanan Persebaya menuju usia satu abad, Gledson datang dengan tekad untuk menjadi bagian dari sejarah besar. Target tim musim ini jelas: merebut gelar juara. “Target kami jelas, yaitu bersaing di papan atas dan meraih sebanyak mungkin prestasi. Namun semua itu tidak datang begitu saja. Kami harus bekerja keras setiap hari agar bisa mencapai apa yang menjadi tujuan bersama,” ujarnya.
Menutup perkenalannya, Gledson menyampaikan pesan khusus untuk Bonek dan Bonita. “Saya berharap Bonek dan Bonita terus memberikan dukungan kepada tim. Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya yakin kita bisa mencapai target-target besar yang sudah kami tetapkan musim ini,” pungkasnya.
Persebaya telah mengguncang papan transfer. Gledson Paixao adalah pernyataan—bahwa musim ini, Green Force tidak hanya ingin bermain, tapi ingin menaklukkan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi