SURABAYA-KEMPALAN : Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mencatatkan langkah strategis di panggung internasional. Kampus yang dikenal sebagai kiblat keolahragaan nasional ini resmi mengirimkan 18 delegasi terbaiknya ke Hainan, Tiongkok, untuk mengikuti turnamen bertajuk 2026 “New Power Cup” China-Indonesia Nine-a-Side Volleyball Invitational Tournament yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Qionghai Cultural and Sports Center.
Tim yang terdiri atas pendamping, pelatih, dan atlet top nasional ini mengemban misi besar: tidak sekadar bertanding, tetapi mendalami sekaligus membawa pulang inovasi format voli 9 pemain yang tengah digelorakan kembali oleh Tiongkok.
Menghidupkan Kembali Sejarah Lewat Konsep Olahraga-Pariwisata
Berbeda dengan format 6 pemain yang populer secara global, voli 9 pemain memiliki akar sejarah kuat di Asia. Olahraga ini sempat mendominasi Tiongkok pada periode 1927–1951 sebelum akhirnya tergeser. Kini, melalui konsep inovatif (Sport + Tourism) , Hainan dipilih menjadi jembatan diplomasi olahraga antara Indonesia dan Tiongkok.
Unesa ditunjuk langsung sebagai representasi tunggal Indonesia dalam inisiatif global ini. Bagi Unesa, ajang ini bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan sebuah laboratorium hidup untuk membedah regulasi, taktik, dan adaptasi olahraga baru ini agar bisa dikembangkan di Tanah Air.
Dukungan Penuh Sport Science dan Pilar Inklusif Unesa
Penunjukan Unesa sebagai wakil Indonesia diperkuat oleh statusnya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai Pusat Unggulan Iptek bidang olahraga (Sport and Exercise Research Center/SERC).
Format voli 9 pemain membutuhkan ruang gerak yang luas dan variasi taktik yang kompleks. Unesa melihat peluang ini sangat selaras dengan tiga pilar keunggulannya: olahraga, seni, dan disabilitas. Karakteristik permainan yang dinamis ini membuka ruang inklusivitas yang ramah bagi modifikasi aturan di masa depan, termasuk untuk atlet disabilitas—sebuah bidang yang menjadi perhatian serius Unesa, terbukti dari kontribusi mahasiswanya dalam meraih medali emas di Paralimpiade Paris 2024.
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa menerjunkan pakar multidisiplin—mulai dari biomekanika, fisiologi, psikologi olahraga, hingga nutrisi atlet—guna memastikan performa tim optimal. Manajemen perjalanan dan teknis di lapangan dikomandoi langsung oleh jajaran Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DITMAWAL) Unesa, yakni Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd, M Farid Ilhammudin, S.Pd., M.Pd, dan Yogi Bagus Adhima, S.Pd., M.A.
Diperkuat Bintang Voli Timnas dan Talenta Muda
Guna menghadapi dominasi tim-tim kuat Tiongkok, Unesa membawa amunisi berkelas nasional. Dio Zulfikri, setter terbaik Indonesia sekaligus mahasiswa pascasarjana FIKK Unesa, menjadi andalan utama di lini serang. Selain itu, ada Hernanda Zulfi, middle blocker andalan yang turut membawa Indonesia meraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023.
Perpaduan atlet senior dan talenta muda FIKK Unesa seperti Krisna, Bagas Wijarnako, I Ketut Yudi Aditya Riski, Refi Alfansyah, Darda Mulya Muhammad, Agustino, Zaki Hasan Maulana, Hilarius Galang Bryantama Putera, dan Hendrik Agel Kurniasandi membuat tim Indonesia siap merebut total hadiah puluhan ribu Yuan yang disiapkan panitia.
Di sisi kepelatihan, tim dipimpin Head Coach Erwin Rusni, didampingi tiga asisten pelatih: Dr. Or Muhammad, S.Pd., M.Pd, Dr. Soni Sulistyarto, M.Kes, dan Muhammad Arja Bahauddin, S.Or., M.Or.
Daftar Lengkap 18 Delegasi Indonesia di Hainan
1. Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd.
2. M Farid Ilhammudin, S.Pd., M.Pd.
3. Yogi Bagus Adhima, S.Pd., M.A.
4. Erwin Rusni – – Head Coach
5.Dr. Or Muhammad, S.Pd., M.Pd.
6.Dr. Soni Sulistyarto, M.Kes.
7.Muhammad Arja Bahauddin, S.Or., M.Or.
8.Krisna.
9. Bagas Wijarnako.
10.I Ketut Yudi Aditya Riski.
11.Refi Alfansyah.
12 Darda Mulya Muhammad.
13 Agustino.
14 Zaki Hasan Maulanam
15 Dio Zulfikri.
16 Hilarius Galang Bryantama Putera.
17 Hendrik Agel Kurniasandi.
18 Hernanda Zulfi.
Jadwal Pertandingan dan Lawan Tangguh
Tim Indonesia akan menantang empat kekuatan lokal Tiongkok:
1. Shanghai Elite Team
2. Guangdong Team
3. Hainan Yunmu Cup Team
4. Qionghai New Force Team
Menimba Ilmu di Negeri Tirai Bambu, Membawa Pulang Inovasi untuk Olahraga Nasional
Dr. Soni Sulistyarto M. Kes. Kepala seksi Pembinaan Mahasiswa Prestasi Olahraga, seni dan Disabilitas menegaskan bahwa target utama misi ini melampaui raihan trofi juara. Unesa bertekad menyerap metode pelatihan berbasis sains dari Tiongkok untuk kemudian memelopori pembentukan cabang olahraga voli 9 pemain di level nasional.
“Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk belajar. Voli 9 pemain memiliki karakter unik yang membutuhkan pendekatan ilmiah berbeda. Unesa dengan sport science-nya siap membawa pulang pengetahuan ini untuk dikembangkan di Indonesia,” ujarnya optimis.
Ke depan, Unesa berencana menjadikan voli 9 pemain sebagai salah satu cabang olahraga unggulan di lingkungan kampus dan nasional. Kolaborasi internasional ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertukaran pelatih, atlet, dan riset olahraga antara Indonesia dan Tiongkok.
Lewat kolaborasi internasional ini, Unesa tidak hanya membawa nama baik bangsa di lapangan, tetapi juga membuka keran riset dan pertukaran atlet demi kemajuan olahraga masa depan Indonesia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi