Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 13:31 WIB
Surabaya
--°C

Muhammad Nabil Ubah Wajah Olahraga Jatim: Sport Intelligence Bukan Opsi, Melainkan Keharusan untuk Raih Medali

SURABAYA-KEMPALAN:  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur secara resmi menancapkan komitmennya untuk bertransformasi menuju sistem pembinaan atlet yang lebih modern, terukur, dan ilmiah. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyambut hangat peluncuran buku Sport Intelligence yang digagas oleh KONI Pusat, seraya menegaskan bahwa pendekatan berbasis kecerdasan data ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan yang harus segera diimplementasikan di seluruh cabang olahraga.

Di sela-sela pernyataan sikapnya di Surabaya, Nabil mengemukakan bahwa kehadiran buku tersebut menjadi tonggak strategis bagi penguatan sistem pembinaan. Menurutnya, dunia olahraga modern telah melampaui era di mana keberhasilan hanya ditentukan oleh kerasnya latihan fisik atau pengalaman turun-temurun seorang pelatih. Kini, setiap langkah pembinaan harus berakar pada analisis data yang akurat untuk memaksimalkan potensi atlet sekaligus mengidentifikasi celah taktis lawan.

“Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi,” ujar Nabil dengan tegas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan program latihan semata sudah tidak memadai. Pelatih dan atlet saat ini sangat membutuhkan dukungan analisis data yang komprehensif—baik untuk mengukur secara presisi kapasitas diri sendiri maupun untuk memetakan secara jeli kekuatan dan kelemahan lawan di arena kontestasi. Dengan demikian, setiap keputusan taktis yang diambil tidak lagi dilandasi oleh tebakan, melainkan oleh fakta-fakta ilmiah yang teruji.

BACA JUGA  Women's U18 Volleyball Championship (AVC U-18) 2026

Melalui penerapan sport intelligence, proses pengambilan keputusan dalam pembinaan dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur. Hal ini pada gilirannya akan melahirkan strategi yang lebih efektif dan efisien, sehingga mampu mendongkrak pencapaian prestasi di berbagai ajang olahraga, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Nabil merinci bahwa sport intelligence memiliki cakupan yang luas dan fundamental, mulai dari metodologi pembinaan, teknik pengumpulan data, pengelolaan database atlet, hingga perumusan kebijakan pembinaan jangka panjang. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses ilmiah tersebut pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan utama, yakni lahirnya prestasi gemilang yang membanggakan bangsa.

“Sport intelligence menjadi bagian penting dalam kerangka pembinaan, mulai dari metodologi, pengumpulan data, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pencapaian prestasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Nabil mengingatkan bahwa penerapan sport intelligence tidak boleh serta-merta mengesampingkan nilai-nilai luhur sportivitas. Ia menekankan bahwa setiap prestasi yang diraih harus diperoleh melalui proses pembinaan, latihan, dan pertandingan yang berjalan sesuai aturan main serta menjunjung tinggi etika dan integritas olahraga. Kemenangan yang diraih dengan cara-cara tidak terhormat tidak akan pernah menjadi kemenangan sejati.

BACA JUGA  UNESA Bola Baja Cup Bastille Day 2026, Magnet Baru Petanque Indonesia dari Kampus Sang Juara

Melihat urgensi konsep ini, Nabil mendorong agar sport intelligence segera diadopsi oleh seluruh KONI provinsi, kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) di Indonesia. Ia meyakini bahwa penerapan sistem pembinaan berbasis data secara masif akan melahirkan lebih banyak atlet-atlet unggulan yang tangguh, kompetitif, dan mampu bersaing secara sehat di kancah global.

“Ini harus segera kita implementasikan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkas Nabil.

Peluncuran buku Sport Intelligence diharapkan menjadi momentum sakral bagi dunia olahraga nasional untuk bertransformasi menuju tatanan pembinaan yang lebih modern, rasional, dan berorientasi pada bukti. Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, konsep kecerdasan olahraga ini diyakini mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia dan mengantarkan nama harum bangsa di berbagai kejuaraan internasional. KONI Jatim, di bawah kepemimpinan Nabil, telah menunjukkan bahwa masa depan olahraga Indonesia dimulai dari keberanian membaca data hari ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.