Artinya perusahaan tersebut memang tidak layak atau saat itu ada yang sedang ‘mencuci’. Masih ingat ‘suntikan’ dana Rp 71 miliar ke perusahaan Kaesang untuk bisnis Es Doger? Bagaimana dengan ‘suntikan’ modal bisnis lainnya?
Oleh: Muhammad Said Didu
KEMPALAN: Bahwa “dinasti Jokowi” mulai kehilangan keistimewaannya. Terdapat tiga gejala yang menunjukkan bahwa dinasti politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo mulai kehilangan pengaruh.
Terdapat tiga gejala bahwa dinasti Jokowi mulai kehilangan keistimewaan. Gejala pertama adalah kembali normalnya proses penegakan hukum terkait perkara dugaan ijazah palsu.
Hal itu bisa dilihat dengan dua perkembangan, yakni tidak ditahannya Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma, serta dikabulkannya gugatan praperadilan Roy Suryo.
Gejala kedua adalah mulai terbongkarnya persoalan yang saya sebut sebagai bobroknya bisnis anak-anak Presiden Joko Widodo.
Sementara gejala ketiga adalah munculnya penolakan pada agenda kunjungan atau safari politik Joko Widodo di sejumlah daerah.
Terkait bisnis putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden, sebelumnya terdapat delapan perusahaan yang dikaitkan dengan Gibran, antara lain Chilli Pari, Markobar, Mangkokku, dan lainnya yang berada di bawah perusahaan induk PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat).
Perusahaan-perusahaan tersebut kini sudah tidak lagi terdengar aktivitasnya.
Memang, sebelumnya terdapat delapan perusahaan milik Gibran, seperti Chilli Pari, Markobar, Mangkokku dan lain-lain di bawah perusahaan induk PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat) sudah tidak terdengar lagi – apa bangkrut?
Sedangkan mengenai bisnis Kaesang Pangarep, bahwa dari 12 perusahaan yang dikaitkan dengan Kaesang, seperti Sang Pisang, TernakKopi, Siap Mas, Es Doger, dan lainnya, sebagian besar sudah tidak lagi beroperasi.
Pertanyaannya, adakah kelayakan bisnis perusahaan-perusahaan tersebut dan kemungkinan adanya praktik lain di balik pendanaan perusahaan.
Artinya perusahaan tersebut memang tidak layak atau saat itu ada yang sedang ‘mencuci’. Masih ingat ‘suntikan’ dana Rp 71 miliar ke perusahaan Kaesang untuk bisnis Es Doger? Bagaimana dengan ‘suntikan’ modal bisnis lainnya?
Saya berharap kondisi kehidupan berbangsa dapat kembali berjalan normal.
Semoga kehidupan Bangsa Indonesia bisa kembali normal setelah cawe-cawe Dinasti Jokowi menghilang.
*) Muhammad Said Didu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi