SURABAYA—KEMPALAN : Bola-bola baja kembali bergulir di kampus yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pembinaan olahraga nasional. Memperingati Dies Natalis ke-62, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Invitation International Petanque Tournament “UNESA Bola Baja Cup Bastille Day 2026”, sebuah kejuaraan yang bukan sekadar mempertemukan para atlet untuk berburu gelar juara, tetapi juga menjadi panggung pembinaan, pencarian talenta, sekaligus etalase perkembangan olahraga petanque di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, petanque berkembang pesat di berbagai daerah. Di tengah meningkatnya animo tersebut, UNESA tampil sebagai salah satu motor penggerak yang konsisten menghadirkan kompetisi berkualitas. Tahun ini, penyelenggaraan UNESA Bola Baja Cup diproyeksikan menjadi salah satu turnamen petanque terbesar di Indonesia dengan melibatkan ratusan atlet dari berbagai kelompok usia, mulai jenjang sekolah dasar hingga kategori prestasi.
Mengusung semangat sportivitas, persahabatan internasional, dan pembinaan atlet berkelanjutan, turnamen ini sekaligus menjadi momentum memperkuat ekosistem olahraga prestasi melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi olahraga, pemerintah, sekolah, klub, dan masyarakat.
Seluruh pertandingan menggunakan regulasi resmi Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) yang mengacu pada standar Fédération Internationale de Pétanque et Jeu Provençal (FIPJP). Penerapan regulasi bertaraf internasional tersebut memastikan kualitas pertandingan berlangsung kompetitif, adil, dan memenuhi standar penyelenggaraan dunia.
Komposisi Peserta
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah atlet yang ambil bagian dalam berbagai kategori.
Kategori
Jumlah Peserta
Double SD/MI
45 tim
Single SMP/MTs
92 pemain
Double SMP/MTs
58 tim
Single SMA/SMK/MA
72 pemain
Double SMA/SMK/MA
62 tim
Double Eksekutif
13 tim
Double Men
49 tim
Double Women
27 tim
Besarnya jumlah peserta menunjukkan bahwa petanque terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan di Indonesia. Kehadiran atlet dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa UNESA Bola Baja Cup telah berkembang menjadi agenda kompetisi yang dinantikan komunitas petanque nasional setiap tahunnya.
Kejuaraan ini juga menjadi panggung penting bagi atlet-atlet elite Jawa Timur yang tengah dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Tim Puslatda Jawa Timur
Double Men
Tim
Atlet
Jatim 1
Dhony Wahyu Krisbiantoro – M. Arif Wahindra
Jatim 2
Moch. Zidane Raditya A. – Fandy Ahmad Fianto
Jatim 3
Bagas Syarief Hidayat – M. Kurniawan Asa Putra
Jatim 4
Deco Armando Wibowo – M. Kosyim
Jatim 5
Dwi Yanuar Rizki C.P. – Racata Prayu Nada
Double Women
Tim
Atlet
Jatim 1
Anjani Dwi Apriliah – Tifany Dwi Candaharu
Jatim 2
Roudhotul Zauharoh – Enjelina Ferlina Sari
Jatim 3
Sephia Febriyanti – Tia Salawati
Ketua Pengurus Provinsi FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menilai konsistensi UNESA dalam menyelenggarakan turnamen berkualitas menjadi faktor utama yang membuat kejuaraan ini memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional.
Menurutnya, di tengah semakin banyaknya kompetisi petanque yang digelar di berbagai daerah, UNESA tetap mampu mempertahankan reputasinya sebagai penyelenggara yang profesional, menghadirkan atmosfer pertandingan yang kompetitif sekaligus menjadi ruang bertemunya atlet pembinaan dengan atlet elite.
“UNESA selalu menghadirkan atmosfer kompetisi yang berbeda. Turnamen ini telah menjadi magnet tersendiri karena dikemas secara profesional, kompetitif, dan mampu mempertemukan atlet pembinaan dengan atlet elite dalam satu panggung prestasi,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Umum Pengprov FOPI Jawa Timur, Abdul Hafidz. Menurutnya, membludaknya jumlah peserta bukan hanya menjadi indikator sukses penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi proses pembinaan atlet di Jawa Timur.
Seluruh data peserta dari berbagai kelompok usia akan menjadi basis pemetaan atlet potensial yang selanjutnya dipantau secara berkelanjutan untuk disiapkan menuju berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Semakin banyak atlet muda yang berkompetisi, semakin besar peluang menemukan talenta terbaik untuk dipersiapkan menuju level nasional maupun internasional. Turnamen seperti ini merupakan investasi besar bagi masa depan petanque Indonesia,” katanya.
Lebih jauh, UNESA Bola Baja Cup Bastille Day 2026 menegaskan bahwa kampus tidak lagi hanya menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi kini juga memainkan peran strategis sebagai pusat pembinaan olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet berdaya saing global.
Momentum Dies Natalis ke-62 UNESA menjadi penanda kuat bahwa pembangunan olahraga memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan. Ketika perguruan tinggi, organisasi olahraga, pemerintah, sekolah, dan masyarakat bergerak dalam satu visi, maka pembinaan atlet tidak berhenti pada pencarian juara, tetapi membangun fondasi prestasi jangka panjang.
Dengan kualitas peserta yang semakin kompetitif, dukungan penuh Pengprov FOPI Jawa Timur, serta penerapan standar pertandingan internasional, UNESA Bola Baja Cup Bastille Day 2026 diyakini kembali menjadi barometer perkembangan petanque Indonesia. Dari lapangan-lapangan pertandingan di Kampus UNESA, bukan tidak mungkin akan lahir generasi emas baru yang kelak mengibarkan Merah Putih di podium internasional.(Ambari Taufiq M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi