Selasa, 21 April 2026, pukul : 19:52 WIB
Surabaya
--°C

Dibutuhkan Keberanian Pemkot Bergotong Royong Menyelamatkan Anak Surabaya dari Putus Sekolah

Tentu bagi sebagian anak dari kalangan ini akan banyak merasa kehilangan waktu belajarnya dan pada akhirnya mereka merasa kurang percaya diri dan minder.

Perasaan kurang percaya diri dan minder ini akan berdampak pada takut berangkat ke sekolah, sekolah seolah menjadi ancaman. Kalau sudah seperti ini maka anak akan menjadi rentan putus sekolah dan putus sekolah.

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan

Tidak bisa dipungkiri bahwa semasa pandemi, sekolah dan guru mengalami ketidak berdayaan dalam mengasuh pembelajaran, begitu juga dengan orang tua dan rumah, keduanya juga tak siap dan bahkan tak mampu mendampingi anak-anaknya untuk belajar baik.

Ketakberdayaan itu harus disadari dan menjadi pelajaran bahwa tak mungkin antara sekolah dan rumah menjadi dinding yang terpisah tak ada hubungannya. Saatnya sekolah dan guru menyadari ada peran penting proses untuk mendidik anak diluar guru dan sekolah, yaitu rumah dan orang tua.

Proses belajar dirumah dan orang tua harus dianggap sebagai bagian penting untuk menyelamatkan pendidikan anak.

Anak-anak yang rentan karena merasa minder dan kurang percaya diri harus diberi ruang untuk dapat bertahan menyelamatkan pendidikannya, tentu dengan cara yang bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya.

BACA JUGA: Membumikan Visi Gotong Royong Menuju Surabaya Maju, Humanisme dan Berkelanjutan

Para orang tua anak yang mengalami masalah itu tentu akan terus berjibaku dan berjuang agar anaknya bisa bertahan dan menlanjutkan pendidikan formalnya di sekolah, tentu mereka mengalami ketakberdayaan atau bahkan keputusasaan.

Dibutuhkan empati sekolah dan guru terhadap perjuangan orang tua dan perasaannya.

Tentu tak ada orang tua yang berharap anaknya mengalami masalah seperti ini, tapi inilah takdir yang harus dihadapi.

Sekolah dan guru tak boleh mengatakan bahwa kalau anak-anak seperti ini tak bisa mengikuti peraturan yang ada di sekolah, maka terpaksa sekolah akan bersikap tegas dan anak akan diberhentikan secara paksa.

Kalau sudah begini sekolah akan menjadi angkuh dan tak bersahabat kepada anak, padahal tugas pendidikan adalah mencerdaskan anak dan melakukan perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.