Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 18:12 WIB
Surabaya
--°C

People Power

Gerakan rakyat di Indonesia berada di tengah-tengah antara Iran dan Filipina. Karena itu pula gerakan rakyat di Indonesia disebut sebagai reformasi, bukan revolusi. Gerakan rakyat di Filipina memunculkan istilah people power yang sampai sekarang sering disebut-sebut. Setiap kali ada gerakan demo yang cukup besar selalu disebut sebagai people power meskipun skalanya belum sebesar people power Filipina dan Indonesia 1998.

People power secara umum diartikan sebagai gerakan rakyat yang melakukan demonstrasi dalam jumlah besar untuk menggulingkan pemerintahan yang otoriter dan melanggar konstitusi. Selain tiga gerakan rakyat di Iran, Filipina, dan Indonesia, gerakan people power di Eropa timur sepanjang 1990 juga menjadi contoh kekuatan rakyat yang bisa menggulingkan rezim diktator.

Revolusi Beludru di Cekoslowakia pada 1989 merupakan revolusi paling damai dibanding dengan kejatuhan rezim-rezim komunis di seluruh  Eropa timur. Setelah Uni Soviet jatuh pada 1990 seluruh rezim komunis di Eropa berjatuhan oleh demonstrasi people power. Demonstrasi di Cekoslowakia dikenal sebagai ‘’Velvet Revolution’’ atau Revolusi Beludru yang dipimpin oleh drawawan dan budayawan Vaclav Havel yang kemudian menjadi presiden.

BACA JUGA  Refleksi Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gali Inspirasi Wabup Sidoarjo

Gerakan people power menjadi inspirasi dimana-mana. Sekarang ini sejumlah mahasiswa Indonesia kembali melakukan gerakan protes, dan mulai disebut-sebut pula kemungkinan adanya people power. Gerakan mahasiswa Indonesia menjadi motor utama reformasi 1998. Gerakan mahasiswa Indonesia selalu menjadi motor utama dalam demonstrasi-demonstrasi besar sebelumnya, termasuk yang akhirnya menjatuhkan Presiden Sukarno pada 1965.

BACA JUGA: Deddy Corbuzier dan LGBT

Mahasiswa yang militan selalu menjadi kekuatan perubahan dan menjadi mesin yang bisa menarik kekuatan rakyat untuk membentuk gelombag people power. Revolusi Iran tidak akan bisa sedahsyat itu tanpa para mahasiswa yang militan. Para mahasiswa itu tanpa kenal rasa takut menduduki Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran dan menyandera 60 orang diplomat dan warga negara Amerika.

BACA JUGA  Ninja Warrior ala Surabaya: Dwi Kistiono Membangun Mimpi Pentathlon dari Pinggiran Kota

Penyanderaan berlangsung selama 444 hari dan menjadi drama penyanderaan paling panjang dan menegangkan dalam sejarah dunia. Para mahasiswa militan Iran itulah yang membuat Amerika akhirnya menyerah dan kemudian Syah Reza Pahlevi meninggalkan Iran mengungsi ke Amerika Serikat. Kehadiran Ayatullah Khomeini dari pengasingan di Paris menjadi tonggak kemenangan rakyat Iran.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.