OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Sudah puluhan tahun lalu Bung Karno berbicara tentang penting nya bangsa kita mengejar kedaulatan pangan. Hal itu dikumandangkan dalam pidato peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian-Universitas Indonesia pada 27 April 1957.
Dalam pidato yang monumental tersebut, Bung Karno bukan hanya menyampaikan pesan moral soal pangan, namun Proklamator Bangsa Indonesia pun telah memberi peringatan agar kita diminta untuk berhati-hati dalam menyikapi pembangunan pangan.
Membangun kedaulatan pangan bukan hanya sekedar meningkatkan produksi atau produktivitas hasil pertanian menuju swasembada. Lebih jauh nya lagi harus mampu meningkatkan kesejahteraan para produsen pangan itu sendiri.
Kata kunci dalam membangun kedaulatan pangan sebagaimana disampaikan oleh Bung Karno adalah rakyat bahagia dan petani juga sejahtera, petani sebagai produsen pangan.
Apa yang dilakukan Anies membangun kedaulatan pangan di Jakarta dengan melakukan kerjasama dengan daerah-daerah lain di Indonesia, bisa dimaknai sebagai upaya untuk membahagiakan warga Jakarta dengan pangan yang tersedia dan terjangkau harganya.
Dalam rangka menyediakan itu, kerjasama Anies dengan pemerintah provinsi dan daerah lain di Indonesia dengan membeli produksi pangan dari hulunya, adalah sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dan harga yang terjangkau bagi warganya. Tentu saja warga Jakarta akan merasakan kebahagiaan. Di lain sisi petani sebagai produsen pangan akan mendapatkan jaminan harga yang layak, sehingga petani bisa sejahtera.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Anies dengan Pemprov Jatim. Anies menyediakan anggaran sebesar 3.9 M untuk kerjasama pangan.
Menurut Anies bahwa di Jakarta mempunyai kontribusi sekitar 17 – 18 % aktivitas perekonomian, kalau ini bisa didistribusikan keseluruh daerah dan provinsi di Indonesia, maka akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi