Semoga saja Febrie Ardiansyah dengan sejumlah prestasi bongkar Mega Skandal Korupsi bernilai Ratusan Triliunan Rupiah itu tidak bernasib sama seperti halnya Napoleon Bonaparte. Dan itu membuat para Koruptor tertawa terbahak-bahak.
Oleh: Muslim Arbi
KEMPALAN: Melihat rekam jejak Febrie Ardiansyah dalam Mega skandal 14 kasus dalam operasi bongkar kasus kakap di Kejaksaan Agung, maka sepak terjangnya patut diacungi jempol.
Konon beredar kabar akan ada pergantian Jaksa Agung ST Burhanudin. Dan terjadi pertarungan di interkal korps Adhiyaksa itu. Di titik ini publik mencoba menebak. Apakah Febrie termasuk kandidat kuat yang akan duduki kursi Jaksa Agung?
Padahal dia dikenal “berangas” tanpa ampun bongkar mega skandal korupsi yang bikin publik terperangah bukan?
Akankah pengundurun diri Febrie sebagai Jampidsus ini akan membuat kariernya mati? Atau diparkir sementara untuk kembali memimpin korps Adhiyaksa?
Kalau melihat pedang keadilan yang dipakai menerabas kasus Ratusan Triliunan Rupiah oleh Febrie tentunya bikin ciut nyali siapa pun pelaku korup dan beringas jika dia sedang beraksi.
Bisa jadi rekam jejak Febrie ditakuti sehingga harus disingkirkan agar jangan sampai terpilih menjadi Jaksa Agung. Nah ini yang jadi pertanyaan.
Apakah juga persaingan kursi di Kejagung ini mirip dengan di Kepolisian seperti yang dialami oleh Napoleon Bonaparte?
Memang antara Febrie dan Napoleon berbeda dalam skala dan rekam jejak karir. Tetapi bisa jadi persaingan di internal insitusi. Di Kepolisan dan Kejaksaan dapat mengorbankan putera-putera terbaik.
Semoga saja Febrie Ardiansyah dengan sejumlah prestasi bongkar Mega Skandal Korupsi bernilai Ratusan Triliunan Rupiah itu tidak bernasib sama seperti halnya Napoleon Bonaparte. Dan itu membuat para Koruptor tertawa terbahak-bahak.
Namun tampaknya, jika menyimak perkembangan terakhir dengan ditetapkannya Febrie sebagai Tersangka oleh Kepolisian, ia bisa bernasip seperti Napoleon.
Semoga saja di persidangan nanti berani mengungkap soal rencana penetapan 47 tersangka di BGN, yang di antaranya diduga ada nama oknum Korps Bhayangkara – setelah Soni Sonjaya dan Lalu Muhammad Iwan, seorang perwira tinggi Polri.
*) Muslim Arbi, Pengamat Politik dan Hukum
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi