Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 11:03 WIB
Surabaya
--°C

Monolog Gibran dan Role Play Jokowi

KEMPALAN: Seniman yang paling jago bermonolog ialah Butet Kertaredjasa. Salah satu karya monolognya yang paling fenomenal adalah ketika memparodikan suara Pak Harto dan B.J Habibie. Karya mobolog Butet itu menjadi salah satu fenomena monumental pada masa peralihan pemerintahan otoriter Pak Harto ke era pemerintahan regformasi.

Beberapa hari belakangan ini lansap politik Indonesia sedang heboh mengenai karya monolog. Bukan oleh Butet tapi oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka. Nama terakhir ini tidak dikenal sebagai seniman, tapi sebagai politisi.

Apakah Gibran sedang mengambil alih peran Butet? Mungkin saja. Tapi monolog Gibran adalah monolog politik. Ia berbicara mengenai bonus demografi dan keberhasilan timnas Indonesia U-17 masuk putaran Piala Dunia.

Kalau pertunjukan monolog Butet selalu sold out, pertunjukan monolog Gibran bisa dibilang tidak laku. Butet sering mendapat aplaus meriah, Gibran ditinggalkan penonton. Salah satu indikatornya adalah reaksi dislike terhadap unggahan monolog Gibran yang mencapai 131 ribu. Jumlah ini lebih besar dari jumlah yang memberi like sebesar 91 ribu.

Ini bisa menjadi indikasi Gibran tidak disukai publik. Utamanya publik intertet alias netizen. Memang belum ada survei yang mengukur tingkat kesukaan publik kepada Gibran. Kalau saja ada surveri serius terhadap kesukaan dan ketidaksukaan terhadap Gibran bisa saja hasilnya berbalik 180 derajat.

Survei gorengan mudah sekali dibuat. Terutama oleh lembaga survei bayaran ‘’simatupang’’, siang malam tunggu panggilan. Setiap saat stand by menerima pesanan.

Ingat, dulu di masa kampanye pilpres sebuah survei yang dilakukan oleh pengusaha survei Mohammad Qodari menunjukkan bahwa Gibran ialah calon wapres yang paling jenius. Entah bagaimana rasionalisasi temuan ini. Katanya metodologinya sudah akurat. Tapi kalau hasilnya mengerikan, maka publik hanya bisa pasrah.

Kemudian muncul isu matahari kembar karena banyak menteri sowan ke Solo ketika Prabowo sedang berada di luar negeri. Jokowi bahkan pamer di media sosial fotonya menerima sejumlah peserta sespim Polri. Banyak yang mengecam sikap Jokowi yang pamer acara itu. Jokowi dianggap mengalami post power syndrome. Sudah pensiun tapi masih berlagak presiden.

Jokowi sedang bermain role play. Istilah ini dipakai di media sosial seperti TikTok sebagai permainan yang dilakukan secara virtual dengan menirukan idola dalam segi sikap, cara bicara, hingga detail aktivitas keseharian.

Roleplay berarti mengambil peran karakter fiksi, selebriti, atau bahkan tokoh sejarah dan mengungkapkan diri melalui video pendek. Pengguna TikTok yang terlibat dalam permainan ini biasanya menciptakan konten yang mencerminkan karakter yang diperankan, termasuk dialog, tindakan, dan penampilan yang sesuai.

Jokowi tidak sedang bermain TikTok. Ia bermain roleplay politik, membayangkan dirinya masih menjadi presiden. Roleplayer lainnya adalah sejumlah menteri yang rajin menyambanginya ke Solo. Bahkan di antara mereka terang-terangan menyebut Jokowi sebagai bos.

Sebutan bos kepada Jokowi memunculkan reaksi luas dari beberapa kalangan. Ada yang menganggap bahwa hal itu menjadi indikasi adanya matahari kembar di perpolitikan Indonesia. Matahari satu ialah Prabowo di Jakarta, matahari dua Jokowi di Solo.

Bahlil Lahadalia sudah lebih dulu menyebut Jokowi sebagai Raja Jawa dan mengingatkan supaya jangan main-main dengan barang ini. Kata Bahlil, barang ini mengerikan.
Sebutan kepada Jokowi semakin lengkap. Dulu ada yang menyebutnya sebagai Pak Lurah. Sebutan ini mengacu kepada peran Jokowi sebagai semacam ‘’godfather’’ dalam politik Indonesia.

Sebutan itu menjadi kode politik yang merujuk kepada Jokowi. Sebutan Pak Lurah berkaitan dengan dukungan Jokowi terhadap anak dan menantunya dalam kontestasi pilpres dan pilgub 2024.

Jokowi memainkan peran-peran itu dengan sangat baik. Ia bisa berperan sebagai Pak Lurah. Ia juga bisa berperan sebagai Raja Jawa. Sekarang ia berperan sebagai ‘’The Boss’’. Peran-peran itu merupakan simbol-simbol kekuasaan. Peran-peran itu muncul dalam interaksi dalam proses kekuasaan.

Dalam perspektif interkasionisme simbolik, Jokowi memainkan perannya sesuai dengan apa yang dipersepsikan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Jokowi bertindak sebagai Pak Lurah karena memang ada orang-orang yang berperan sebagai anak buah lurah. Ada yang bermain sebagai carik, ada yang menempatkan dirinya sebagai bayan. Ada yang bertindak sebagai kamituwa, dan seterusnya.

Jokowi memainkan peran simbolik sebagai Raja Jawa karena dia mengidentifikasikan kekuasaannya sebagai seorang raja. Dalam tradisi Jawa seorang raja memperoleh kekuasaannya melalui wahyu atau pulung. Hanya orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan wahyu kedaton yang bisa menjadikan seseorang menjadi raja.

Peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa menjadi lengkap karena ada patih yang mendampinginya. Pemegang peran patih ini bisa Luhut Binsar Panjaitan, atau Pratikno, atau para confidante, orang-orang kepercayaan. Para menteri menjadi pelengkap peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa.

Dalam tradisi keraton Jawa seorang raja mempunyai abdi dalem yang menjadi pesuruh dan sekaligus menjadi penghibur sang raja. Jokowi dikelilingi oleh para buzzer yang bertindak sebagai abdi dalem, yang selalu siap menyanjung dan memuji sang raja. Sang Raja juga punya abdi dalem yang sangat setia seperti Bahlil Lahadalia. Lengkap sudah peran interaksionisme simbolik yang dimainkan di Istana Negara.

Sekarang Jokowi bermain sebagai bos yang masih berkuasa. Anak buahnya dengan sukarela datang kepada si bos dan meminta petunjuk dan nasihatnya.

Bos baru dan bos lama masih dalam suasana bulan madu. Tapi, bos baru terlihat terus melakukan konsolidasi kekuasaan. Pada saatnya nanti bos baru pasti tidak mau lagi ada bos yang menjadi pesaingnya.

Pada saatnya ia akan bertindak, sehingga bos baru menjadi ‘’the real and the only boss’’.

(*) Dhimam Abror Djuraid

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.