Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 11:49 WIB
Surabaya
--°C

Bandara Ahmad Yani Kembali Berstatus Internasional, Bambang Haryo: Jawa Tengah Pantas Mendapatkan Ini

SEMARANG – Kembalinya status internasional untuk Bandara Ahmad Yani Semarang bukan sekadar soal pengakuan, tetapi kebutuhan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Jawa Tengah. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono.

“Jawa Tengah itu pusat industri dan pariwisata. Semarang sebagai ibu kota provinsi butuh bandara internasional untuk menunjang mobilitas global,” ujar Bambang, Sabtu (26/4/2025).

Bambang menilai, posisi geografis Jawa Tengah yang berada di tengah Pulau Jawa menjadikannya lokasi ideal bagi pengembangan industri. Dengan UMR yang relatif rendah — rata-rata Rp2,5 juta — provinsi ini menjadi incaran investor asing. Kawasan industri di Batang menjadi salah satu contohnya.

“Industri dari mancanegara terus masuk. Mereka butuh jalur logistik yang efisien, baik lewat pelabuhan maupun udara,” katanya.

Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang saat ini menangani jutaan kontainer setiap tahun, baik untuk rute internasional maupun domestik. Pertumbuhan volume ekspor-impor ini, menurut Bambang, harus dibarengi dengan fasilitas penerbangan yang mumpuni.

Tak hanya itu, Jawa Tengah juga menawarkan kekayaan budaya dan destinasi wisata kelas dunia seperti Candi Borobudur dan kawasan Dieng. Bambang mengingatkan, dibandingkan dengan provinsi lain, ragam budaya Jawa Tengah bahkan lebih kaya dari Bali.

“Sejak zaman kolonial, Jawa Tengah sudah dikenal dunia. Tapi saat ini, kita kalah dari negara lain dalam menarik wisatawan. Padahal kita punya Borobudur, punya Dieng, punya budaya Kejawen yang unik,” katanya.

Dalam konteks ini, keberadaan bandara internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mutlak. Apalagi, Bandara Ahmad Yani sudah mengalami modernisasi besar-besaran, termasuk fasilitas untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330 dan Boeing 747.

“Kalau infrastrukturnya sudah ada, menurunkan statusnya sama saja dengan menyia-nyiakan investasi negara,” tegas Bambang.

Ia juga menyoroti meningkatnya kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Mas. Dengan adanya akses langsung penerbangan internasional, wisatawan dari kapal pesiar tidak perlu lagi melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan mereka.

“Status internasional ini akan mempermudah wisatawan dan mendukung dunia usaha pariwisata kita mengembangkan paket-paket baru,” tambahnya.

Sebagai penutup, Bambang mengingatkan pentingnya momentum ini. Ia berharap status baru Bandara Ahmad Yani mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.

“Kalau Denmark bisa menarik jutaan turis hanya dengan Patung Mermaid, kita seharusnya bisa lebih dengan Borobudur,” pungkasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.