Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 18:13 WIB
Surabaya
--°C

People Power

Mahasiswa Indonesia mempunyai level militansi yang tidak kalah dari mahasiswa Iran. Pada gerakan 1998 sejumlah mahasiswa menjadi tumbal yang tewas akibat pembunuhan rahasia yag sampai sekarang belum terungkap siapa pelakuknya. Sama saja dengan tewasnya Ninoy Aquino, tumbal mahasiswa itu menjadi spirit yang makin membakar semangat mahasiswa untuk bergerak.

Revolusi Filipina yang terjadi 36 tahun yang lalu menjadi catatan sejarah yang dilupakan oleh anak-anak muda Filipina zaman now. Dalam pemilihan umum Senin (9/5) lalu anak-anak muda Filipina dengan penuh semangat memilih Ferdinand Marcis Junior dalam pemilihan presiden yang membuat Marcos Junior unggul dua kali lipat dari para pesaingnya.

Marcos Junior yang dikenal sebagai Bongbong ialah anak kandung Ferdinand Marcos Senior yang 36 tahun sebelumnya dijatuhkan oleh gelombang people power. Dalam kurun waktu 36 tahun rakyat Filipina lupa akan semua penderitaan dan kekerasan selama kepemimpinan diktatorial Marcos.

BACA JUGA  MAESTRO PEMULIHAN FISIK: Revitalisasi Cedera Molekuler dan Manifestasi Klinis Masase Olahraga Terintegrasi FIKK Unesa

BACA JUGA: Becker, Ozil, dan Beckenbauer

Kampanye melalui media sosial yang masif akhirnya berhasil menyihir pemilih milenial untuk memilih Bongbong Marcos. Para pemilih milenial itu tidak merasakan kondisi otoriter di bawah bapaknya Bongbong, dan mereka dengan senang hati memilih sang junior.

Adakah paralelnya dengan Indonesia?  Keturunan Suharto belum muncul ke panggung kepemimpinan nasional. Tommy Suharto yang mencoba muncul di panggung politik terlihat canggung dan setengah hati. Prabowo Subianto, mantan menantu Suharto, juga dikait-kaitkan dengan comeback-nya dinasti Suharto. Masih harus dilihat apakah Prabowo akan maju lagi dan sukses pada pemilihan presiden 2024, dan harus dilihat bagaimana Prabowo merespons tudingan politik dinasti.

BACA JUGA  IPSI Jatim Standardisasi Pelatih dan Juri Festival di Malang 

Kepemipinan Jokowi yang populis justru oleh sementara kalangan disebut-sebut ada kemiripan dengan rezim Suharto. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyandingkan foto Jokowi dan Suharto dan menyebut ideologi ‘’pembangunanisme’’ dua tokoh itu sama.

Kekecewaan terhadap Jokowi semakin besar seiring dengan munculnya berbagai macam kasus akibat mis-manajemen dan mis-koordinasi di elite pemerintahan. Minggu ini gerakan buruh akan turun dalam jumlah ribuan. Gerakan mahasiswa juga akan turun untuk memperingati Reformasi 1998 pada 21 Mei nanti.

Akankah muncul kembali bibit gerakan people power jilid kedua? Kita tunggu saja. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.