Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 16:29 WIB
Surabaya
--°C

Ketika Jokowi Dianggap Kemaruk Jabatan dan Rakus Kekuasaan

JAKARTA-KEMPALAN: Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai bahwa rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk turun langsung berkampanye dan berkeliling daerah guna mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi memicu resistensi di tengah masyarakat.

Dia juga menilai langkah tersebut justru bisa memperkuat persepsi negatif publik terhadap Jokowi yang dianggap masih ingin mempertahankan pengaruh  politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Jokowi mau keliling untuk kampanye PSI. Publik akan menganggap Jokowi masih kemaruk jabatan, rakus kekuasaan, dan masih mengutamakan kepentingan diri sendiri serta keluarganya,” katanya.

Menurut Muslim Arbi, kemampuan Jokowi untuk mendongkrak suara PSI juga patut dipertanyakan apabila melihat capaian partai tersebut pada Pemilu 2024.

BACA JUGA  Langkah Masif Tjiwi Kimia Tbk: Benteng Kesehatan Pekerja Perempuan, Menjadi Pilot Project Anti-Kanker Serviks!

“Bagaimana bisa berhasil menaikkan PSI? Saat masih menjabat presiden saja, Jokowi gagal meloloskan partai yang dipimpin anaknya, Kaesang, ke Senayan. Padahal saat itu birokrasi dan seluruh perangkat pemilu dinilai berada dalam genggamannya, namun tetap gagal,” ujarnya.

Muslim Arbi berpandangan, keterlibatan Jokowi secara langsung dalam agenda politik PSI justru berisiko memunculkan sentimen penolakan yang lebih luas di masyarakat

“Tidakkah sekarang ini Jokowi justru akan semakin dicerca, mendapat cibiran, bahkan dimusuhi rakyat karena dianggap sebagai simbol praktik KKN yang dahulu diberantas pada era Reformasi?” tegasnya.

Muslim Arbi juga menilai sejumlah persoalan yang ditinggalkan pada akhir masa pemerintahan Jokowi akan terus memengaruhi penilaian publik terhadap setiap langkah politik yang diambil mantan kepala negara tersebut.

BACA JUGA  AVC Cup 2026: Drama 5 Set Berakhir Manis, Timnas Voli Indonesia Bungkam Qatar

“Jokowi meninggalkan utang negara yang mencapai ribuan triliun Rupiah dan menjadi beban bagi negara maupun rakyat. Selain itu, terdapat sejumlah proyek infrastruktur yang mangkrak dan turut menambah beban utang negara,” kata Muslim Arbi.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi hambatan serius bagi upaya Jokowi untuk kembali tampil sebagai figur yang mampu mengerek dukungan politik bagi PSI.

“Karena itu, setiap langkah politik Jokowi sekarang ini akan terus dihadapkan pada catatan publik terhadap warisan pemerintahannya. Bukan hanya terkait PSI, tapi juga bagaimana masyarakat menilai jejak kekuasaan yang ditinggalkannya,” pungkas Muslim Arbi. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.