Adalah wartawan Majalah Alkisah Pejuang Islam dalam tulisan “Munculnya Nama NU Garis Lurus”, istilah “NU Garis Lurus” yang berasal dari sebuah cover Majalah AlKisah setelah melakukan wawancara dengan KH M. Luthfi Bashori.
Oleh: Luthfi Bashori
KEMPALAN: NU Garis Luruh adalah sebuah nama yang disematkan oleh Majalah Alkisah.
Dikenal sebagai wadah atau komunitas yang sering mengidentifikasi diri sebagai kumpulan warga Nahdliyin yang berfokus pada Forum Nasional Kajian Ilmiah serta Dakwah, untuk menjaga kemurnian paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sesuai dengan pemikiran para pendiri Nahdlatul Ulama.
Karakteristik dan Fokus Posisi Non Struktural, menegaskan posisi sebagai entitas independen di luar struktur formal organisasi PBNU. Dalam hal ini memungkinkan mereka untuk lebih leluasa dalam mengritisi kebijakan atau dinamika yang terjadi di dalam tubuh organisasi formal NU.
Fokus utama kegiatan mereka adalah pengajian, diskusi, dan penyebaran konten dakwah yang mengacu pada kitab-kitab kuning yang telah menjadi rujukan utama pesantren-pesantren tradisional di kalangan warga NU.
Karena merupakan Forum Kajian Ilmiah, bukan organisasi resmi terdaftar, maka mereka seringkali berkumpul secara nasional pada saat membahas hal-hal yang dianggap penting yang sedang dibutuhkan oleh umat Islam, terutama warga NU untuk mendapatkan jawaban secara hukum.
Koordinator utama NU Garis Lurus adalah saya sendiri, KH Luthfi Bashori, dan KH Idrus Ramli, yang dalam bahasa percandaan di antara mereka, terutama di dalam kalangan interen atau saat ada kegiatan forum, jika memanggil KH Luthfi Bashori dijuluki sebagai Imam Besar, dan KH Idrus Ramli sebagai Ketua Umum. Bercanda dalam forum seperti ini termasuk menjadi salah satu ciri khas ulama NU.
Ada sejumlah nama besar yang sering hadir dalam kegiatan Forum Kajian Ilmiah seperti Buya Yahya, KH Wafi Maimun Zubair, KH Jaiz Badri, Hb. Husin Ba’abud (Rosho) Kediri, dan tokoh nasional lainnya
“NU Garis Lurus”
Beberapa alasan yang sering dikemukakan oleh para pendukungnya antara lain:
1. Keinginan menjaga kemurnian manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagaimana diajarkan para ulama pendiri NU.
2. Kritik terhadap sebagian kebijakan atau arah organisasi NU yang menurut mereka kurang sesuai dengan khittah dan prinsip-prinsip awal NU.
3. Dorongan untuk memperkuat kajian kitab kuning, turats, dan otoritas ulama pesantren.
4. Keprihatinan terhadap polarisasi politik yang dianggap berpengaruh terhadap kehidupan organisasi dan jamaah NU.
5. Keinginan menyediakan ruang dakwah dan edukasi bagi warga NU yang memiliki pandangan serupa.
6. Di sisi lain, pihak PBNU dan banyak kalangan NU memiliki pandangan yang berbeda mengenai beberapa kritik tersebut.
7. Karena itu, persoalan “NU Garis Lurus” merupakan bagian dari dinamika internal warga NU yang dipandang berbeda-beda oleh masing-masing pihak.
8. Secara objektif, kemunculan suatu gerakan korektif dalam organisasi besar biasanya dipicu oleh:
9. Perbedaan penafsiran terhadap khittah organisasi.
10. Perbedaan strategi dakwah dan perjuangan.
Perbedaan pandangan terhadap kebijakan pimpinan.
11. Keinginan mengembalikan organisasi kepada nilai-nilai yang dianggap lebih dekat dengan cita-cita pendirinya.
12. Karena itu, penyebab lahirnya NU Garis Lurus tidak dapat disederhanakan hanya pada satu faktor, melainkan merupakan gabungan dari faktor keagamaan, organisatoris, sosial, dan dinamika internal warga NU.
Adalah wartawan Majalah Alkisah Pejuang Islam dalam tulisan “Munculnya Nama NU Garis Lurus“, istilah “NU Garis Lurus” yang berasal dari sebuah cover Majalah AlKisah setelah melakukan wawancara dengan KH M. Luthfi Bashori.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kata “NU” yang kemudian digunakan di situs Pejuang Islam disadur dari tulisan pada cover majalah tersebut, yang dibuat oleh wartawan AlKisah.
*) Luthfi Bashori, Pengasuh Pesantren Ilmu Al-Quran dan Pesantren Ribath Almurtadla, Singosari – Malang, Mantan Pengurus NU Dua Periode
Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi