Minggu, 19 April 2026, pukul : 00:56 WIB
Surabaya
--°C

Becker, Ozil, dan Beckenbauer

KEMPALAN: BORIS  Becker dan Mesut Ozil adalah dua superstar olahraga Jerman dari generasi yang berbeda. Boris Becker menjadi bintang tenis lapangan kebanggaan Jerman pada pertengahan dekade 1980 sampai 1990-an, sedangkan Mesut Ozil menjadi salah satu bintang sepakbola berbakat Jerman era milenial.

Dua superstar itu hidup pada era yang berbeda, tetapi dua-duanya menghadapi masalah yang sama. Becker dan Ozil menjadi bintang pada olahraga yang ditekuninya dan sudah memberi sumbangsih kepada bangsa dan negaranya. Tetapi, keduanya merasa kecewa atas perlakuan warga kepadanya dan akhirnya memilih pergi meninggalkan negaranya.

Ozil menjadi bagian dari generasi emas pesepakbola Jerman yang berhasil membawa Jerman menjadi juara dunia pada 2014. Pada tahun itu Ozil dinobatkan sebagai pemain terbaik fair play dunia. Ozil kemudian bergabung dengan Real Madrid dan memenangkan Liga Champions.

Karir Ozil di timnas Jerman meredup karena persoalan non-teknis. Ozil yang keturunan Turki merasa mendapat perlakuan yang tidak fair dari penggemar sepakbola Jerman. Ozil diragukan nasionalismenya karena pernah bertemu dengan Recep Tayyep Erdogan presiden Turki. Ozil merasa bahwa media tidak memberinya respek dan cenderung menyudutkannya. Kecewa terhadap negaranya, Ozil memutuskan pensiun dari timnas Jerman dan bermain di klub Turki.

Boris Becker menghadapi masalah yang sama. Ia asli Jerman dan tidak mengalami diskriminasi langsung seperti Ozil. Tapi, Becker merasakan perlakuan yang tidak baik dari penggemar tenis Jerman dan juga dari media massa. Becker sudah sangat berjasa bagi olahraga Jerman, tetapi ia merasa diasingkan dan disudutkan. Ketika pensiun pada 1999 Becker meninggalkan Jerman dan tinggal di Inggris.

BACA JUGA: Mudik-Balik Horor 

Nasib Becker lebih tragis. Dari superstar olahraga sekarang menjadi narapidana penghuni penjara. Ia divonis oleh pengadilan Inggris hukuman penjara 2,5 tahun karena kejahatan keuangan. Becker dinyatakan pailit atau bangkrut pada 2017 karena tidak bisa membayar utangnya sebesar USD 4 juta. Tetapi, Becker dianggap memalsukan laporan keuangan dan menyembunyikan sejumlah asetnya. Karena kesalahan inilah pengadilan memvonis hukuman penjara untuk Becker.

Itulah nasib tragis yang dialami oleh Becker. Ia telah mengangkat reputasi olahraga Jerman sangat tinggi di dunia internasional. Ia  menjadi sensasi internasional ketika menjadi juara Wimbledon pada 1985 dalam usia 17 tahun, dan menasbihkan dirinya sebagai petenis termuda yang pernah menjuarai Wimbledon.

Penggemar olahraga pasti masih ingat akan sosok Boris Becker. Petenis jangkung dengan rambut merah dan alis mata berwarna merah. Ia merevolusi permainan tenis dunia dengan servisnya yang menggeledek dan menggelegar yang membuatnya dijuluki sebagai ‘’Boom Boom’’ karena pukulannya yang meledak.

Becker memukau imajinasi penggemar olahraga di seluruh dunia dengan foto-foto yang menggambarkan keberaniannya melakukan diving untuk mencegat bola dengan pengembalian setengah volley. Pukulan volley ala Becker menjadi ciri khas yang menginspirasi pemain-pemain tenis dunia. Becker berlari dengan cepat ke depan net dan mencegat pengembalian lawan dengan pukulan volley yang mematikan.

Penggemar bulu tangkis pasti ingat akan Liem Swie King yang menjadi juara All England 3 kali. Rekornya masih kalah jauh dari Rudy Hartono yang mengoleksi 7 gelar All England. Meski demikian Liem Swie King tercatat telah merevolusi gaya permainan bulutangkis dunia dengan memperkenalkan permainan power and speed game yang mengandalkan kekuatan dan kecepatan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.