Liem Swie King mempunyai pukulan keras dan terukur yang sangat mematikan. Salah satu senjata andalannya yang khas adalah melakukan smash dengan meloncat memukul bola lob ketika masih ada di ketinggian. Pukulan smash semacam ini tidak pernah dilakukan oleh pemain manapun di dunia. Jumping smash ini kemudian dikenal oleh dunia dengan sebutan ‘’King Smash’’.
Boris Becker juga melakukan banyak revolusi gaya permainan di dunia tenis. Becker juga menerapkan permainan power and speed dengan mengandalkan permainan cepat mecegat bola di depan net. Pukulan servis Becker yang menggeledek dan pukulan forehand yang keras dan akurat menjadi kekuatan utamanya. Publik kemudian menyebut pukulan servis dan forehand yang keras itu sebagai ‘’Boom Boom Boris’’.
Liem Swie King menjadi legenda. Setelah pensiun dari bulutangkis King memilih meningalkan dunia yang memberinya kesohoran itu dan tidak pernah menyentuhnya lagi. Rupanya King kecewa terhadap bulutangkis, mungkin oleh perlakuan otoritas bulutangkis nasional terhadapnya, sehingga memutuskan untuk menjauhi olahraga itu selama-lamanya. King kecewa kepada negara yang telah dibelanya dengan jerih payah luar biasa di arena internasional.
BACA JUGA: Tim Naas Indonesia
Kasus Becker tidak sepenuhnya sama dengan King, tetapi ada unsur-unsur kesamaan. Becker telah mengangkat martabat bangsa Jerman di mata internasional melalui perjuangannya di arena tenis. Tetapi, negaranya memberi perlakuan yang kurang terhormat terhadapnya. Becker menjadi korban serangan kritis media massa di negerinya sendiri, sampai akhirnya ia memilih untuk meninggalkan negaranya.
Ketika pensiun pada 1999 Becker sudah memenangkan 6 kejuaraan Grand Slam yang menjadi lambang supremasi tertinggi tenis dunia. Selain 3 gelar Wimbledon Becker memenangkan American Open dan Australia Open dua kali. Becker mempersembahkan medali emas Olimpiade untuk negaranya, dan ia membawa Jerman menjadi juara dua kali Piala Davies.
Sebelum Boris Becker muncul di panggung dunia, olahraga Jerman (Jerman Barat ketika itu) tidak dikenal di dunia kecuali sepak bola. Anda penggemar sepakbola tentu paham bagaimana gaya sepak bola Jerman pada dekade 1970 dan 1980-an. Ketika itu Jerman dikenal sebagai ‘’tim diesel’’ yang lambat panas. Jerman dikenal sebagai Tim Panser dengan permainan yang kaku dan mekanik seperti mesin tanpa ada improvisasi, tetapi sangat efektif membunuh lawan.
Jerman menjadi juara dunia pada 1974 dengan mengalahkan Belanda 2-1. Tetapi, juara tanpa mahkota yang sesungguhnya adalah Belanda. Rinus Michels ialah arsitek Belanda yang memperkenalkan permainan total football yang merevolusi sepak bola dunia. Total football Belanda melahirkan superstar pada diri Johan Cruyff yang menjadi motor serangan Belanda yang bergelombang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi