Minggu, 19 April 2026, pukul : 02:50 WIB
Surabaya
--°C

Mudik-Balik Horor 

KEMPALAN: SETELAH dua tahun menahan diri tidak tidak mudik, tahun ini para pemudik menggelombang menciptakan kemacetan yang bisa disebut sebagai horor. Terjebak kamacetan dan tidak bisa bergerak sama sekali sampai hampir semalam suntuk menjadi bagian tidak terpisahkan dari mudik tahun ini. Antrean yang mengular puluhan kilometer di pintu tol dan pintu pelabuhan menjadi pemandangan yang mencengangkan.

Tahun ini diperkirakan tidak kurang dari 45 juta orang melakukan perjalanan mudik meninggalkan kota-kota besar menuju daerah masing-masing. Fenomena ini hanya terjadi di Indonesia. Tidak ada satu pun negara di dunia yang punya tradisi mudik masal dan masif seperti di Indonedia. Media-media asing menyebut fenomena mudik sebagai migrasi manusia terbesar di dunia.

Amerika punya tradisi Thanksgiving Day yang diperingati setiap Kamis terakhir bulan November. Jutaan orang pulang kampung ke daerahnya masing-masing untuk berkumpul dengan keluarga dan menyantap masakan ayam kalkun yang khas. Kepadatan terjadi di jalan-jalan utama menuju luar kota dan antrean panjang terjadi di pintu keluar jalan tol.

Mudik ala Amerika tidak banyak beda dengan mudik ala Indonesia. Setelah setahun penuh bergelut dengan kehidupan kota yang keras dan kompetitif ada kerinduan untuk kembali ke kampung halaman. Ada kerinduan untuk merasakan saat-saat ketika semua terasa tenang dan tenteram. Ada kerinduan untuk merasakan kembali saat-saat berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga. Ada kerinduan untuk bertemu kembali dengan orang tua dan merasakan makanan khas masakan ibu kita.

BACA JUGA: Tim Naas Indonesia

Kerinduan akan suasana kampung halaman ini mengalahkan semua jerih payah yang harus dihadapi selama di perjalanan. Pemerintah sudah mengimbau agar pemudik tidak memakai kendaraan roda dua untuk perjalanan jauh. Tapi, jutaan orang mengendarai sepeda motor menempuh ratusan kilometer untuk mencapai kampung halaman. Kerinduan akan kampung halaman mengalahkan semua bayangan horor yang mungkin terjadi.

Pemerintah mengimbau agar pemudik melakukan perjalanan awal supaya tidak terjadi kemacetan. Pemudik juga diimbau untuk balik lebih awal untuk menghindari penumpukan dan pemadatan arus balik. Tapi, imbauan itu tidak mempan. Procrastination, menunggu sampai detik terakhir, memberi keasyikan dan tantangan tersendiri. Ada tantangan yang membuat adrenalin meningkat ketika harus berdesak-desakan dan berhimpitan di jalanan. Ada adrenalin yang menantang ketika harus menunggu berjam-jam tanpa bergeming ketika arus benar-benar macet.

Bentang jalan raya nasional tidak mampu lagi menampung gairah pemudik dengan segala macam moda transpoprtasi yang dipakai. Jalan tol yang seharusnya bebas hambatan menjadi jalan untuk menguji kesabaran karena macet. Jalan tol yang biasanya satu arah harus rela dibagi menjadi dua arah. Jalan tol yang setiap hari bebas dilalui kendaraan harus dibagi untuk kendaraan dengan nomor ganjil dan genap.

Berbagai rekayasa pengaturan jalan raya dilakukan, tetapi tetap tidak bisa menyelesaikan persoalan. Kemacetan tetap mengular dimana-mana. Traffic management tercanggih di dunia pun tidak akan bisa menyelesaikan persoalan macet selama mudik.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.