Minggu, 19 April 2026, pukul : 04:40 WIB
Surabaya
--°C

Mudik-Balik Horor 

Iwan Fals harus menciptakan versi baru lagu ‘’Kereta Api Tiba Pukul Berapa’’, atau setidaknya merevisi liriknya. Di salah satu baitnya Iwan bernyanyi ‘’Sampai stasiun kereta pukul setengah dua, duduk aku menunggu tanya loket dan penjaga, kereta tiba pukul berapa, biasanya kereta terlambat dua jam sudah biasa..’’

Tidak ada lagi kereta terlambat dua jam. Seperti syair lagu itu, terlambat dua jam adalah cerita lama. Tapi sekarang kereta terlambat adalah cerita lama yang tidak pernah lagi terjadi. Jadwal kereta tertata dengan rapi. Stasiun bersih sampai ke toilet-toiletnya. Tidak ada calo di stasiun yang biasanya bikin calon penumpang ketakutan.

Salah satu seni lama menumpang kereta api adalah berseliwerannya para pedagang asongan memasuki kereta di setiap stasiun pemberhentian. Memang ada keasyikan bisa membeli aneka macam makanan dan minuman. Tapi risikonya penumpang menjadi tidak nyaman dan tidak aman. Kehilangan  barang bawaan menjadi persoalan yang terus-menerus muncul.

BACA JUGA: Aborsi

Sekarang tidak ada lagi pengasong yang berseliweran. Kereta api dulu identik dengan pencopet yang beroperasi di sepanjang perjalanan, mencuri dompet sampai tas bawaan penumpang. Sekarang tidak ada lagi. Polisi keamanan di dalam kereta bersiap sedia selama perjalanan.

Kereta api menjadi moda transportasi yang paling setia dan tidak pernah ingkar janji selama mudik. Memang akhirnya tiket habis ketika arus mudik dan arus balik mencapai puncak. Kalau jadwal mudik dan balik diatur dengan tertib dan pemesanan tiket dilakukan sejak awal, moda transportasi kereta api menjadi pilihan yang menyenangkan.

Angkutan udara tentu menjadi pilihan yang lebih praktis dan cepat meskipun biaya lebih tinggi. Tetapi, di tengah arus penumpang yang sangat tinggi beberapa maskapai kedodoran dalam melayani penumpang. Jadwal yang padat dan demand yang tinggi membuat banyak penumpang yang kecewa.

Jadwal diubah dan diundur beberapa jam. Ada juga maskapai yang menerapkan manajemen ala angkot, mengubah rute direct menjadi rute transit tanpa memberi tahu penumpang terlebih dahulu. Akibatnya keributan terjadi di atas pesawat antara penumpang dan kru.

Itulah cerita mudik yang hanya ada di Indonesia. Tidak ada cerita seheboh itu di mana pun di seluruh dunia. Mudik adalah fenomena khas Indonesia. Kemacetan parah akan tetap terjadi sampai kapan pun setiap kali terjadi ritual mudik. Horor karena kemacetan harus diterima sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual tahunan mudik. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.