Sebagai negara berkembang Indonesia terbiasa mengandalkan produk teknologi canggih dari negara-negara maju untuk menyelesaikan berbagai persoalan di dalam negeri. Tapi, produk teknologi tercanggih dari dunia mana pun tidak akan mampu menolong problem kemacetan lalulintas saat mudik, karena di seluruh dunia tidak ada negara yang punya problem macet mudik seperti Indonesia. Teknologi traffic management tercanggih di dunia tidak akan bisa menyelesaikan masalah macet mudik di Indonesia.
Mudik dan macet menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Mudik tidak asyik tanpa macet. Karena itu sejak awal harus disiapkan mental supaya bisa menikmati kemacetan sebagai bagian dari kebahagiaan saat mudik. Dengan sikap sumeleh dan menerima keadaan, emosi akan bisa ditekan dan kemacetan akan bisa dinikmati sebagai bagian dari ritual mudik.
Tapi, tentu tidak semua orang bisa menerima kenyataan itu. Beberapa insiden terjadi di tengah kemacetan. Seorang lelaki tidak sabar karena ada pengaturan arus yang memaksanya harus berputar arah. Laki-laki pengendara mobil mewah itu meletup emosinya dan memaki-maki petugas polisi yang sudah berhari-hari berkeringat mengatur lalu lintas.
BACA JUGA: Jokowi Adu Jago
Laki-laki dalam Alphard itu tertangkap kamera ketika sedang marah dan memaki-maki. Seorang netizen merekam kemarahannya dan mengunggahnya di media sosial lalu menjadi viral. Laki-laki dalam Alphard itu malu sendiri dan akhirnya meminta maaf.
Di sebuah pintu tol di Jawa Barat ribuan orang terkunci tidak bisa bergerak hampir semalaman. Ibu-ibu gelisah, bapak-bapak meradang, dan bayi-bayi menangis. Arus ke arah Jakarta ditutup sementara karena tingginya jumlah kendaraan. Pada sisi jalan yang lain arus menuju Bandung dibuka dan berjalan lancar. Beberapa orang yang marah mulai keluar dari kendaraan. Ratusan orang memprotes polisi yang kemudian memilih menghindar karena melihat emosi massa yang mulai meluap.

Ratusan massa marah karena melihat ketidakadilan karena jalur lain dibiarkan terbuka. Akhirnya ratusan orang melakukan ‘’street justice’’ dengan menutup jalur lain. Dua jalur itu pun sama-sama macet dan atrean pun mengular dalam waktu singkat. Setelah petugas datang dan negosiasi dilakukan akhirnya jalur bisa kembali dibuka. Para pemudik yang marah menyadari bahwa dengan menuruti emosi tidak mungkin persoalan kemacetan bisa diselesaikan.
Moda transportasi umum sudah dipersiapkan dengan saksama. Tetapi, tidak semua pemudik memilih moda transportasi umum. PT KAI yang mengelola kereta api nasional sudah bersiap sejak awal untuk mengantisipasi membludaknya penumpang. Sejak sepuluh tahun terakhir setelah Ignatius Jonan melakukan revolusi pengelolaan kereta api Indonesia, moda transportasi kereta besi itu menjadi alternatif yang menyenangkan.
Jonan menjadi direktur utama PT KAI pada 2009 dan memulai revolusi fisik dan mental secara keseluruhan. Pembenahan total dia lakukan untuk memperbaiki manajemen dan fasilitas jalur dan stasiun. Tangan dingin Jonan berhasil menyulap kereta api dari angkutan yang dianggap kampungan menjadi angkutan elite yang bergengsi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi