Minggu, 19 April 2026, pukul : 04:48 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi Adu Jago

KEMPALAN: SUKSESI politik Indonesia masih akan berlangsung dua tahun lagi pada 2024. Tetapi, kondisi politik nasional sudah semakin hangat dengan bermunculannya jago-jago yang bakal bertarung pada palagan pemilihan presiden. Perhelatan pilpres 2024 bisa diibaratkan sebagai arena adu kekuatan para jago-jago politik. Siapa yang menjadi pemenang dialah yang berhak menduduki takhta kepresidenan Indonesia.

Presiden Jokowi sudah waktunya lengser keprabon, dan dia harus memilih suksesor yang tepat untuk mengamankan berbagai kebijakan besar yang belum bisa diselesaikan. Jokowi pun mau tidak mau harus sudah mulai mengelus-elus jago untuk dipertandingkan pada palagan pilpres. Ibaratnya, palagan pilpres nanti akan menjadi ajang ‘’Jokowi Adu Jago’’. Jokowi harus memilih jago terbaik dan terkuat untuk bisa memenangkan pertandingan yang keras dan berat itu.

Dalam tradisi pewayangan ada kisah ‘’Kangsa Adu Jago’’ yang sangat populer di kalangan penggemar wayang. Semua dalang terkenal di Indonesia pernah memainkan kisah ini. Mulai dari dalang legend seperti Ki Narto Sabdo, Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, sampai dalang generasi yang lebih muda seperti Ki Seno Nugroho dan Ki Warseno Slank, semua pernah memainkan lakon ini.

Lakon ini populer karena kisahnya menarik dan penuh intrik politik yang rumit dan penuh tipu muslihat dalam memperebutkan kekuasaan di istana kerajaan Mandura. Prabu Basudewa sebagai penguasa istana harus memilih calon penerusnya untuk menyelamatkan kekuasaannya.

Karena persaingan politik yang sangat keras di lingkungan dalam istana, akhirnya diambil keputusan untuk mengadakan adu jago untuk memilih siapa yang berhak menjadi raja. Jago yang diadu bukanlah ayam, tetapi manusia yang diadu di arena palagan terbuka sampai mati seperti kisah para gladiator Romawi.

BACA JUGA: Aborsi

Prabu Basudewa dikenal juga sebagai Prabu Baladewa dalam tradisi pakem pewayangan Jawa Timur. Ia menguasai wilayah Mandura yang menjadi sekutu politik kerajaan Hastinapura. Mandura kemudian menjadi sekutu Pandawa setelah Hastinapura pecah menjadi Korawa dan Pandawa.

Negara Mandura sering disebut juga sebagai negara ‘’Madura’’, karena itu ada juga dalang di Jawa Timur yang menampilkan dialog Prabu Baladewa dengan logat Madura. Prabu Baladewa digambarkan sebagai raja yang tampan dengan kulit putih bersih mirip bule. Baladewa punya saudara bernama Kresna raja Dwarawati yang berkulit hitam. Kresna merupakan keturunan Batara Wisnu, yang menjadi penasihat politik Pandawa yang paling terpercaya.

Prabu Basudewa berada pada posisi terjepit karena anaknya yang bernama Prabu Kangsadewa melakukan kudeta dengan menyerang secara tiba-tiba dan menahan dan memenjarakan para pemimpin Mandura, termasuk Prabu Basudewa.

Kudeta ini tidak terduga sebelumnya karena Kangsadewa sudah diberi wilayah kekuasaan sendiri oleh Basudewa. Tetapi, ternyata diam-diam Kangsadewa merencanakan plot untuk menggulingkan kerajaan Mandura dan sekaligus akan membunuh Basudewa.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.