Minggu, 14 Juni 2026, pukul : 12:29 WIB
Surabaya
--°C

PSSI Buka ‘Dapur’ Perwasitan: Yoshimi Ogawa Mengubah Wajah Perwasitan Indonesia dari ‘ Kambing Hitam Jadi Profesional

SURABAYA– KEMPALAN: PSSI mulai mengambil langkah radikal untuk memutus rantai tudingan miring terhadap pengadil lapangan. Melalui Workshop Laws of The Game di Gedung FIKK Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (18/4/2026), Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, membedah strategi besar federasi dalam memodernisasi persepsi sepak bola nasional.Di hadapan puluhan jurnalis, instruktur wasit kawakan dengan pengalaman tiga dekade ini menegaskan bahwa media adalah mitra strategis—bukan sekadar pelapor—dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat.

Memutus Tradisi ‘Menyalahkan Wasit’

Ogawa menyoroti fenomena klasik di sepak bola Indonesia: menjadikan wasit sebagai sasaran empuk saat sebuah tim menelan kekalahan. “Saya sulit memahami perspektif bahwa kekalahan tim selalu bermuara pada kesalahan wasit,” ujar pria asal Jepang tersebut dengan nada tegas.Untuk mengikis ego sektoral klub, Ogawa melakukan pendekatan persuasif. Ia tak ragu mendatangi klub-klub secara langsung guna menyamakan frekuensi mengenai interpretasi aturan. “Seringkali interpretasi klub berbenturan dengan aturan baku FIFA. Di situ kami hadir memberikan umpan balik berbasis data, bukan asumsi,” imbuhnya.

BACA JUGA  Kopling Bhabinkamtibmas, Ajak Petani Sukseskan Ketahanan Pangan

Sistem Digital ‘Refer’: Satu-satunya di ASEAN

Kejutan terbesar dalam workshop ini adalah pemaparan mengenai “Refer System”. PSSI kini telah memiliki aplikasi khusus yang memfasilitasi klub untuk melayangkan komplain atau pertanyaan pasca-pertandingan secara formal dan sistematis.Ogawa mengklaim teknologi ini merupakan langkah visioner yang sangat langka di level regional.”Setahu kami, hanya Indonesia yang mengoperasikan sistem ini di ASEAN. Bahkan di Asia pun hanya segelintir negara yang memilikinya,” jelas Ogawa.Sistem ini membatasi fokus komplain pada empat krusialitas yang sering menjadi sumber konflik:Validitas Gol (masuk atau tidak).Keputusan Penalti.Kartu Merah Langsung.Mistaken Identity (kesalahan identifikasi pemain).Misi Nol Kekerasan

Meski teknologi telah ditingkatkan melalui sistem digital dan edukasi berjenjang dari level grassroots, Ogawa tidak menutup mata terhadap realita pahit di lapangan. Ia mengecam keras masih adanya kekerasan terhadap perangkat pertandingan di berbagai level kompetisi.Bagi Ogawa, melindungi wasit bukan hanya soal keselamatan fisik, tapi soal menjaga marwah kompetisi. Workshop bersama Unesa ini diharapkan menjadi jembatan agar jurnalis mampu mengedukasi publik melalui tulisan yang berbasis pemahaman aturan (Laws of the Game) yang akurat, sehingga narasi negatif yang memicu provokasi dapat ditekan.(Ambari Taufiq/Dwi Arifin, M Fasichullisan)

BACA JUGA  Menuju Satu Abad Green Force: AZA Rilis Jersey 99 Tahun Persebaya, Filosofi Angka 99 di Balik Jersey Anniversary Persebaya Surabaya
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.