Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 02:17 WIB
Surabaya
--°C

Bacalah…

OLEH: Adib Muzammil

KEMPALAN: Wahyu yang pertama kali yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah QS. Al-Alaq ayat 1-5, Iqra’. Iqra’ merupakan kata pertama dari wahyu disampaikan Allah SWT kepada Nabi SAW. Berasal dari kata qaraa-yaqrau-qiraah yang berarti membaca, menghimpun, mendalami, meneliti dan mengetahui ciri-cirinya. Perintah iqra’ tidak hanya membaca tulisan, tetapi juga dengan pendalaman situasi atau fenomena sosial yang terjadi.

Iqra’ atau bacalah berada di awal surat Al-Alaq, surat yang terdiri dari 19 ayat. Melalui Surat ini Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mencari tahu siapa penciptanya dan memuliakannya dengan segala kemampuan. Manusia diwajibkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Wahyu pertama yang diturunkan kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW tersebut tidak menjelaskan apa yang harus dibaca. Dalam hal ini, Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bermanfaat untuk kemanusiaan (bismi Rabbik). Perintah Iqra’ cakupannya sangat luas, tidak sekedar perintah membaca tetapi juga perintah untuk merenungi, mengalisa dan seterusnya. Bahan bacaannya bisa meliputi ayat-ayat syar’iyah (Al-Qur’an), ayat-ayat kauniyah (alam semesta) termasuk juga pelajaran dalam diri manusia.

BACA JUGA: Mokel

Di awal-awal Surat Iqra’ atau Surat Al-Alaq sudah berisi perintah membaca. Yang menunjukkan betapa pentingnya perintah membaca ini sehingga sampai diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Dengan membaca dapat diketahui perintah dan larangan Allah SWT. Manusia bukan diciptakan begitu saja, namun ia juga diperintah dan dilarang. Itulah urgensi membaca. Untuk menjelaskan perintah dan larangan ini diutuslah Rasul dan diturunkanlah Al-Qur’an.

Iqra’ yang berarti “bacalah”, menurut Nasaruddin Umar, Imam Masjid Istiqlal dan rektor PTIQ, mempunyai makna yang sangat besar. Pertama ia berarti how to read, yaitu bagaimana cara kita membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta mengkhatamkannya. Yang kedua how to learn, yang berarti tentang bagaimana mendalami Al-Qur’an dengan mengetahui artinya, tafsirnya, bahkan takwilnya.

Makna Iqra’ yang ketiga adalah how to understand, yaitu bagaimana kita menghayati kitabullah tersebut secara emosional dan spiritual. Makna Iqra’ yang keempat atau yang terakhir adalah bagaimana memukasyafahkan atau menyingkap tabir-tabir di dalam Al-Qur’an.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.