Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 03:13 WIB
Surabaya
--°C

Mokel

OLEH: Adib Muzammil

KEMPALAN: Pada bulan Ramadhan ini seorang teman non muslim mengundang saya dan beberapa teman lain untuk berbuka puasa bersama di rumahnya. Sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa, sang tuan rumah dengan ramah karena tak paham istilah kalau salah, mempersilahkan semua yang hadir untuk mencicipi hidangan pembuka yang sudah disediakan. “Mari bapak ibu sekalian, sambil menunggu azan maghrib, dipersilahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan.”

Setelah sempat heboh dan kisruh sebentar karena ‘keramahan’ sang tuan rumah yang meng endorse semua undangan untuk segera membatalkan puasanya sebelum waktunya, sang tuan rumah akhirnya menyadari dan meminta maaf setelah dibisiki dan tahu serta memahami tentang kekhilafannya. Kesalahan mengajak semua orang untuk mokel bersama.

Mokel. Disadari atau tidak, bahasa gaul banyak berseliweran dimana-mana, banyaknya anak muda yang menciptakan bahasa gaul kemudian langsung viral salah satunya kata mokel. Penggunaan kata mokel dalam bahasa gaul ini biasanya muncul atau identik disaat tiba bulan suci Ramadhan.

Mokel memiliki arti berbuka puasa sebelum waktunya adzan Maghrib atau membatalkan puasa di siang hari. Biasanya kata mokel ini digunakan anak muda -juga orang tua- ketika makan di siang hari di bulan Ramadhan secara diam-diam dan setelah itu seperti tidak terjadi apapun.

BACA JUGA: Berburu di Malam Ganjil

Sadar atau tidak, kata mokel ini tidak ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia maupun glosarium online manapun. Tentunya hal tersebut karena kata Mokel merupakan bahasa lokal, daerah Malang Jawa Timur. Sebagian besar orang akan merasa bingung tetapi juga penasaran terkait apa arti kata Mokel itu

Meski terdengar asing, kata mokel ini popular penggunaannya pada bulan Ramadhan, terutama bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kata ini serupa dengan ”mokah” atau ”moka” dalam bahasa Madura, yang juga berarti membatalkan puasa sebelum waktu yang ditentukan. Mokel bisa juga diartikan membatalkan puasa secara diam-diam karena suatu hal, kemudian lanjut berperilaku layaknya sedang berpuasa di depan orang lain.

Menjalankan ibadah wajib puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. Akan tetapi juga menahan diri dari hawa nafsu serta perbuatan buruk yang dapat merusak puasa kita. Makanan dan minuman yang sering kita abaikan setiap hari akan sangat dirindukan ketika puasa. Mereka tampak begitu menggoda dan menjadi tantangan terberat, bahkan untuk sekedar menatap atau menyentuhnya. Puasa melatih kita untuk lebih bersabar dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari. Jadi amat sangat wajar jika mokel menjadi ancaman paling serius bagi para penggiat puasa.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.