OLEH: Adib Muzammil
KEMPALAN: Memasuki bulan Ramadhan kata ‘Malam Ganjil’ menjadi trending topic, banyak dibicarakan, banyak didiskusikan oleh masyarakat. Di saat awal-awal puasa Ramadhan ibadah puasa mereka biasa-biasa saja. Shalat mereka biasa-biasa saja. Dzikir, tadarrus dan sedekah mereka biasa-biasa saja. Namun menjelang sepuluh hari terakhir Ramadhan terjadi perubahan yang tak biasa. Mereka berubah tak lagi hanya berperilaku dan berbicara biasa-biasa saja. Tarawih mereka tambah khusyu’. Shalat sunnah mereka makin banyak dan beragam. Tadarrus mereka semakin gegap gempita, bicara mereka semakin santun dan terstruktur. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan nampaknya mampu merubah mereka menjadi benar-benar hamba-hamba Allah SWT yang sangat khawatir dan semakin takut kehilangan lencana surganya.
Pesona dan daya tarik yang dimiliki Malam Ganjil benar-benar mampu menghipnotis mereka yang menunaikan puasa Ramadhan dengan tulus ikhlas dilandasi iman dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT. Ada apa di Malam-malam Ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan? Berdasarkan hadist Rasulullah SAW, yang artinya, ‘Aisyah r.a meriwayatkan; sesunggungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Carilah Lailatul Qodar pada malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Al Imam Al-Iraqi menerangkan, Nabi SAW menyebut malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir bulan Ramadhan, namun Imam Syafii menjelaskan bahwa malam ganjil yang dimaksud cukup terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Tidak ada penjelasan pasti kapan malam Lailatul Qadar tiba. Namun demikian, Sebagian besar ulama berpendapat bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Menurut Ibnu hajar Al-Asqalani pendapat yang paling unggul adalah yang mengatakan malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil. Sementara itu Imam Syafi’i mengatakan secara lebih spesifik bahwa tanggal 21 dan 23 Ramadhan yang paling potensial menjadi datangnya Malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Pada malam tersebut Allah SWT akan mengabulkan segala permintaan hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosanya, seperti sabda Rosulullah SAW, “Dan barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari).
BACA JUGA: Ramadhan Lagi
Lailatul Qadar menjadi malam yang terpenting sepanjang tahun terutama pada bulan Ramadhan. Para ulama berpendapat bahwa siapapun yang melakukan amal ibadah di malam Lailatul Qadar ini akan mendapatkan pahala setara dengan melakukannya seribu bulan atau bila dihitung akan mencapai kurang lebih 84 tahun. Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT mencatat seluruh takdir mulai dari ajal, rezeki dan lain sebagainya di Lauhul Mahfuzh selama satu tahun. Oleh karenanya, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah agar dirinya mendapatkan banyak rezeki dan keberkahan. Menurut Muhyidin Ibnu Arabi dalam Ahkamul Qur’an-nya, malam Lailatul Qadar merupakan kado istimewa bagi umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang nilainya tidak tertandingi oleh apapun. Kehadirannyapun dirahasiakan.
Pada malam Lailatul Qadar, para Malaikat turun ke bumi untuk menemui hamba-hamba Allah SWT yang sedang berada dalam majelis zikir maupun sedang beribadah. Dalam Mafatih al-Ghalib, Syekh Fakhruddin al-Razi menjelaskan, dalam beberapa hal terkait waktu memperoleh keutamaan dan balasan pahala besar dalam ibadah, sengaja Allah rahasiakan agar manusia berlomba-lomba memperolehnya. Allah SWT merahasiakan agar manusia berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh malam di bulan Ramadhan untuk meraih malam agung ini. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, dan tidak bermalas-malasan.
Keutamaan dan keistimewaan Ramadhan selain dipercaya akan adanya malam Lailatul Qadar, terdapat pula Nuzulul Qur’an yaitu malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, yaitu kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS pada tanggal 17 Ramadhan. Wahyu pertama adalah Surat Al-Alaq 1-5. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap menurut tuntutan peristiwa yang melatarinya. Lama waktu Al-Qur’an hingga menjadi utuh ini adalah selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’an selesai diturunkan menjelang kewafatan Nabi Muhammad SAW pada 9 Dzulhijjah tahun 10 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Oktober 632 M, dengan turunnya ayat yang terakhir surat Al-Maidah ayat 3.
Ramadhan adalah bulan istimewa bagi semua umat Muslim. Ada banyak keutamaan bulan Ramadhan yang sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa persiapan dan pelaksanaan ibadah yang baik dan benar. Selama Ramadhan seseorang akan belajar tentang banyak hal. Tentang kesabaran, empati, pengendalian diri, berbagi kebaikan dan banyak hal positif lainnya. Ini bukan hanya baik untuk pengembangan diri, tapi juga diganjar dengan pahala dan keberkahan yang tidak sedikit. Jika amalan-amalan tersebut kemudian terbangun menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan di bulan-bulan lainnya, maka seseorang disebut telah mendapatkan keberkahan dari bulan Ramadhan. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan keimanan yang sempurna. Keimanan yang sempurna yang tidak terpengaruh apapun, tidak terbang karena pujian dan tidak tumbang karena cacian. Aamiin. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi