Nova Christiana membuktikan bahwa seorang pelukis sejati tidak terikat pada satu tema saja; keahlian dan kepekaan jiwanya memungkinkannya melukis apa saja dengan bobot estetik yang sama.
Oleh: Hamid Nabhan
KEMPALAN: Pelukis cat air asal Surabaya, Nova Christiana yang sehari-harinya lebih sering melukis keramaian dan keindahan pemandangan kota (Cityscape) yang menjadi khas lukisannya.
Namun, hasratnya terhadap keindahan alam Indonesia membawanya untuk menjejakkan kaki ke berbagai penjuru Pulau Jawa.
Berbagai pemandangan yang sempat ia kunjungi dan rasakan secara langsung di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Daerah Istimewa Jogjakarta menjadi sumber inspirasi yang tak habis-habisnya untuk dituangkan menjadi sebuah karya yang indah.
Baik ia melukis secara langsung di lokasi saat sedang berkelana, maupun ketika merangkai keindahan tersebut di dalam ruang kerjanya, semuanya ia tuangkan penuh ketelitian dengan kemampuan estetika yang tinggi.
Karya pemandangan alamnya bisa dikatakan sebagai sebuah terobosan baru yang berani untuk melangkah keluar dari wilayah kenyamanannya berkarya selama ini.
Meski ini langkah yang baru bagi Nova, namun hasil bobot keindahan dari setiap goresan yang dihasilkannya sama sekali tidak kalah indahnya dengan goresan pemandangan kota yang lebih dulu ia tekuni.
Bahkan setiap goresan kuasnya langsung menampakkan kematangan yang tak perlu diragukan.
Seni lukis dengan media cat air memiliki pesona tersendiri yang tidak dimiliki oleh media lukis lainnya. Di dalam media cat air ini, bukan sekadar ketrampilan dalam memindahkan warna ke atas kertas, melainkan adalah sebuah perjalanan dalam menempuh kesabaran, ketelitian, dan kedalaman rasa.
Bahan ini dikenal sebagai bahan yang sulit dikuasai, cat air menuntut ketepatan untuk berhati-hati sejak goresan awal karena sifatnya yang transparan, cepat menyebar, dan hampir tidak mungkin dihapus atau diperbaiki.
Namun di tangan Nova Christiana, kesulitan yang sering membuat pelukis lain berputus asa justru berubah menjadi kekuatan utama yang menawan.
Kemampuannya menguasai perpaduan warna dalam media yang sulit ini sungguh luar biasa, ia bisa mahir menyeimbangkan intensitas cairan dan kekuatan pigmen hingga menciptakan kesan kedalaman ruang yang terasa nyata.
Sebagai pelukis yang sangat tekun dan konsisten berkarya, Nova Christiana telah membuktikan bahwa keahlian melukis tidak hanya tergantung pada bakat alami semata, melainkan buah dari kesabarannya dalam latihan yang ia lakukan terus- menerus.
Meskipun ia terbiasa menangkap kecepatan gerak kehidupan kota, ia mampu beralih menjiwai keningan alam dengan sama baiknya.
Melalui karya-karya pemandangan alamnya, Nova tidak sekadar meniru apa yang terlihat oleh mata kasar, melainkan berusaha memindahkan suasana hati dan jiwa alam itu sendiri dalam setiap lembar karyanya.
Keindahan karyanya tampak jelas dalam permainan warna yang diolahnya dengan sederhana namun penuh tanggung jawab estetik.
Ia memberi warna jingga keemasan yang menghiasi puncak bukit dalam karyanya “Lembah Bengawan Solo Purba; Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta” yang seolah bisa menangkap lembutnya sinar matahari senja yang membelai punggung gunung, menghadirkan suasana hangat dan damai di hati yang memandangnya.
Sementara bagian lembah dan hutan rimbun dihiasi dengan paduan warna hijau tua kebiruan yang menggambarkan kesejukan dan kerimbunan alam tropis kita. Keahlian dalam mengatur kecerahan dan kegelapan warna inilah yang mampu menciptakan kesan ruang menjadi luas, nyata dan terasa hidup.
Dalam hal teknik melukis, karya ini bisa mengusung gaya cat air yang lentur dan mengalir.
Nova Christiana tidak terikat pada aturan menggambar detail layaknya hasil jepretan kamera, tujuannya hanya menangkap esensi dan perasaan mendalam dari pemandangan yang dilukisnya.
Lebih dari sekadar gambaran rupa, setiap goresan kuasnya adalah sebuah renungan keheningan.
Kehadiran gunung yang tegap kokoh, lembah yang terhampar damai, dan aliran air yang tenang, semuanya seolah mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan dunia.
Nova Christiana berhasil menangkap momen sunyi alam semesta, menyampaikan pesan bahwa di tengah riuh rendah kehidupan, alam selalu menyimpan sumber ketenangan jiwa yang dapat kita rasakan.
Penulis seni Susan Chiang mengatakan bahwa melukis cat air itu sesungguhnya adalah proses kedewasaan diri yang melatih tiga hal utama: kesabaran karena bahannya yang sulit dikendalikan, kepekaan karena kita diajari untuk tidak sekadar melihat melainkan menyelami makna keindahan, serta penerimaan bahwa ketidaksempurnaan alami justru adalah keunikan yang tidak ternilai harganya.
Inilah jiwa yang terpancar dari diri seorang Nova. Semangatnya yang tak kenal lelah dalam berkarya adalah perwujudan nyata dari nilai kesabaran itu sendiri. Seperti kata filsuf Lao Tzu, “Alam tak pernah tergesa-gesa, namun segala sesuatu terlaksana”. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Nova Christiana.
Sebagaimana ucapan pelukis besar Pierre Bonnard, “Seni takkan pernah ada tanpa alam”.
Nova Christiana membuktikan bahwa seorang pelukis sejati tidak terikat pada satu tema saja; keahlian dan kepekaan jiwanya memungkinkannya melukis apa saja dengan bobot estetik yang sama.
Karya-karyanya benar-benar mewujudkan hakikat seni cat air yang sesungguhnya: “Di mana kata-kata tak mampu bicara, namun warna bercerita”.
*) Hamid Nabhan, Seniman dan Budayawan

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi