Saya pun kembali ke Ruang Gus Dur, saya sajikan ke GD dan Bang RS, sembari persilakan untuk disantap. Sambil nyantap nasi padang itu, GD bilang, makasih ya Mus, mantan Presiden ko ga punya uang itu loh.
Oleh: Muslim Arbi
KEMPALAN: Jelang Usia Kemerdekaan yang ke-70 (Agustus 17, 2015) ketika itu, saya share kisah yang saya alami bersama Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) alm (Allah yarhamuhu).
Mantan Presiden Gus Dur pun tidak punya Uang.
Suatu hari saya (Muslim Arbi), Ustadz Saleh Martapermana waktu itu (Ketua DPD PKS Kota Depok yang membawa kemenangan gemilang PKS di Kota Depok) janji dengan Bang Ridwan Saidi (RS) ketemu dengan Gus Dur di PBNU Keramat.
Sekitar pukul 11.00 kami sudah di ruang Gus Dur, kami pun ngobrol panjang lebar, GD pun lebih banyak cerita-cerita yang sifatnya Humor. Dan kadang serius.
Di Ruang Kerja GD yang kecil itu setelah sudah tidak lagi menjabat Presiden, GD berkantor. Menjelang makan siang, tidak ada yang dimakan. Kami ngobrol hanya ditemani gorengan (ubi, tempe dan pisang) yang dibeli oleh ajudannya.
Waktu sudah hampir pukul 13.00 siang saatnya makan siang. Saya hapal betul Watak GD kalau punya uang pasti menyuruh ajudannya beli makanan untuk makan siang.
Kami ngobrol terus sampai pukul 13.30, saya pun berinisiatif. Minta izin ke GD keluar ruangan meninggalkan GD dan RS berdua di dalam. Saya ajak Ustadz Saleh, punya uang ga? Ada, kata Ustadz Saleh.
Kalau begitu kita turun cari Nasi Padang di Raden Saleh di samping Kantor PBNU, kami pun beli 6 bungkus nasi padang. Ke-6 nasi padang itu, satu untuk ajudan GD dan satu temannya, 4 untuk kami di dalam Ruang GD.
Saya pun kembali ke Ruang Gus Dur, saya sajikan ke GD dan Bang RS, sembari persilakan untuk disantap. Sambil nyantap nasi padang itu, GD bilang, makasih ya Mus, mantan Presiden ko ga punya uang itu loh.
Sambil tertawa dan kami pun tertawa bersama. Setelah itu saya pun terharu tidak komentari ucapan GD, sembari berusaha menghabiskan nasi padang itu bersama GD, Bang RS, Ustadz Saleh (Alm).
Ternyata makan siang kami sudah hampir pukul setengah tiga (14.30).
Itu sedikit kenangan bersama Mantan Presiden yang tidak punya uang di kantong untuk sekedar makan siang.
Ini kisah yang belum pernah saya ungkap kecuali jelang Dirgahayu RI ke-70. Jelang Usia Kemerdekaan yang ke-70 saat itu, saya share, kisah yang saya alami bersama GD alm (Allah yarhamuhu).
*) Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi