SURABAYA-KEMPALAN: Politeknik (Poltek) Universitas Surabaya (Ubaya) sepakat membantu Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pengembangan ini terutama SDM yang ada di BUMDesa.
Kesepakatan itu dinyatakan pada pertemuan Perangkat Desa Ngadirejo saat berkunjung ke Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya pada hari Jum’at (20/01/2023) di Kampus Tenggilis Ubaya, Jalan Raya Kalirungkut, Surabaya.
Pertemuan tersebut hadir dari Desa Ngadirejo yaitu Kepala Desa Muliono, Sekretaris Desa Willy Morten Eko Suprapto, Direktur BUMDesa Joyo Mulyo Suliyanto, S.Pd., dan Sekretaris BUMDesa Joyo Mulyo Paulus Yehuda Chrismartin, S.S., M.M., sedangkan dari Poltek Ubaya hadir Novie Prasetyaning Marhaeni, S.A.B., M.M., CPHCM, Agus Susilo, S.E., M.M., MBA, Ak., QIA, CA, IRCA, dan Yusuf Mulus Riptianto, S.E., M.Ak. BKP. Dari pihak LPPM Ubaya yang menjadi perwakilan adalah Sekretaris LPPM Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si. dan Manajer Administrasi Penelitian Tang Hamidy, A.Md.
Walaupun pertemuan di atas bersifat informal tapi hasil kesepakatan yang dilahirkan segera ditindaklanjuti dengan mengusulkan program pengembangan sumber daya manusia di Desa Ngadirejo tersebut menjadi Program Matching Fund (MF) untuk usulan tahun 2023. Karena tujuan kebutuhan Desa Ngadirejo tersebut menjadi program MF maka diadakanlah pertemuan untuk mendapatkan pengarahan dari LPPM Ubaya yang telah berhasil mengawal dan mengelola 35 tim MF selama tahun 2021-2022.
“Kami ingin desa kami juga maju dan sejahtera seperti desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan. Kami ingin desa kami tidak hanya sebagai perlintasan untuk menuju ke Gunung Bromo, tapi juga menjadi tempat rujukan pariwisata. Untuk menuju ke arah sana, kami ingin memperbaiki kualitas sumber daya manusia di desa kami yang memang telah kami sadari sangat lemah. Upaya tersebut dapat dimulai dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia UMKM yang berada di dalam pengelolaan BUMDesa Joyo Mulyo,” demikian penjelasan Suliyanto.
“Memang persoalan pengembangan sumber daya manusia adalah persoalan penting di desa kami tapi anggaran yang dapat kami alokasikan untuk tahun 2023 masih terbilang kecil karena harus berbagi dengan pos anggaran yang lain, sehingga bantuan dari Poltek Ubaya melalui program MF untuk masalah tersebut sangat kami harapkan” kata Kades Muliono.
“Program MF adalah program kompetitif yang mempunyai rambu-rambu tertentu. Tim dosen dari Poltek dengan segenap unsur Desa Ngadirejo harus bekerja bersama-sama dan saling membantu agar berhasil mendapatkan pendanaan melalui program MF ini. Contoh saling bekerjasama adalah Desa Ngadirejo membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan desa terkait masalah pengembangan sumber daya manusia tersebut dan membantu untuk menyediakan komitmen dana mitra yang dipersyaratkan oleh program MF, sedangkan tim dosen Poltek diharapkan dapat menelurkan inovasi yang bagus untuk membantu desa mengatasi masalah di atas. Kombinasi upaya tersebut akan menghasilkan proposal yang bagus dan layak didanai oleh program MF,” jelas Sekretaris LPPM Hazrul.
“Kami dari Poltek sudah mempunyai rekam jejak dengan mitra ini untuk memberdayakan masyarakat Desa Ngadirejo dengan menggunakan dana internal Poltek pada tahun 2022. Harapannya rekam jejak tersebut dapat mendukung program MF yang akan diusulkan bersama dengan Desa Ngadirejo. Inovasinya nanti akan meliputi pendampingan untuk manajemen Bumdes dan aplikasi keuangan Bumdes,” terang dosen Poltek Novie yang menjadi Ketua Tim pengusul MF Poltek Ubaya dengan Desa Ngadirejo ini.
Semua pihak yang hadir pada pertemuan di atas berpikiran terbuka semua dan bersemangat untuk mengajukan program MF. Semua pihak pada pertemuan di atas berharap usulan program MF di Desa Ngadirejo dapat berhasil didanai, sehingga cita-cita semua warga Desa Ngadirejo agar desa mereka sejahtera dapat menjadi kenyataan. (Hazrul Iswadi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi