OLEH: Adib Muzammil
KEMPALAN: Jutaan umat Muslim di dunia, berharap-harap cemas disaat menunggu datangnya bulan istimewa, bulan penuh rahmat dan berkah, bulan pengampunan dosa, bulan dimana dosa-dosa diampuni dan amal baik dilipat gandakan pahalanya. Bulan dimana umat Islam menemukan rasa damai, penyembuhan spiritual dan menguji kekuatan dan pengabdian mereka kepada Allah SWT.
Bulan suci itu bernama Ramadhan. Begitu istimewanya bulan suci ini, bahkan hanya menantikannya saja sudah bernilai ganjaran terbebas dari api neraka, sebagaimana sabda Rosulullah SAW yang diriwayatkan An-Nasa’i, “Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka tidak akan tersentuh sedikitpun oleh api neraka.”
Di bulan istimewa ini umat Islam dianjurkan untuk banyak berdoa dan berbuat kebaikan, baik dalam konsep Hablum Minallah (hubungan manusia dengan Sang Pencipta), Hablum Minannas (hubungan antar individu) maupun Hablum Minal ‘Alam (hubungan manusia dengan alam). Ketiganya saling berkesinambungan dalam mendapatkan ridha Allah SWT.
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Karena memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan di dalamnya, menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang paling di nantikan kedatangannya.
Dalam Tafsir Ibnu Kasir dijelaskan bahwa Ramadhan berasal dari kata syiddatur ramda yang artinya panas yang terik. Ramadhan merupakan bentuk jamak dari ramadanat, ramadina dan armidah. Prof. Quraish Shihab mengatakan, Ramadhan terambil dari akar kata yang berarti membakar. Karena Ketika itu suhu udara demikian panas membara. Anas bin Malik r.a bercerita bahwa Rosulullah SAW bersabda, dinamakan Ramadhan karena membakar dosa dalam arti membakar sekaligus melenyapkan dosa. Muslim yang berpuasa secara ikhlas, menahan panas, lapar dan haus, maka panasnya berpuasa itu menjadi symbol untuk membakar dosa-dosanya.
Selain berpuasa, setiap umat Islam dianjurkan melakukan amalan-amalan kebaikan karena ganjarannya berupa pahala yang berlipat ganda. Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi, “Setiap kebaikan yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya kepada orang-orang yang menahan syahwat, makan dan minum karena-Ku.”
Keutamaan lain dari bulan puasa selain keberkahan pahala adalah Terkabulnya doa-doa. Rosulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak ditolak : Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidi; HR. Hasan). Ramadhan merupakan momen terbaik dan terindah untuk memperbanyak dan menyampaikan doa karena peluang terkabulnya cukup besar.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi