Selama berpuasa, tak hanya perkara menahan haus dan lapar saja. Kita juga harus pandai-pandai menjaga diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Tanpa kita sadari ada lagi godaan besar yang melebihi rasa lapar dan haus. Untuk meningkatkan iman dan takwa godaan-godaan itu harus bisa kita lewati.
Godaan pertama yang sangat berat adalah menahan emosi di bulan Ramadhan. Disaat kita merasakan lapar dan haus biasanya emosi kita gampang tersulut. Kita menjadi lebih sensitif dalam menyikapi sesuatu. Seharusnya pada saat kita berpuasa kita lebih mampu untuk mengendalikan diri dan menahan emosi.
BACA JUGA: Ramadhan Lagi
Godaan lainnya selain lapar dan haus adalah rasa kantuk yang berlebihan. Perubahan metabolisme di tubuh kita pada saat kita berpuasa menjadi penyebab kita mudah menjadi ngantuk yang berlebihan. Godaan ketiga, menggunjing, membicarakan orang lain merupakan godaan yang lain bagi orang yang berpuasa, padahal hal ini mampu membatalkan puasa yang kita jalani.
“Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Pernahkah kita berpikir, jika setan dibelenggu saat bulan Ramadhan, mengapa masih banyak yang tergoda Mokel, melakukan maksiat, ghibah, berbohong, menipu dan sebagainya?
Sebagian ulama berpendapat, setan memang dibelenggu di bulan suci Ramadhan ini. Hanya saja, lisan-lisan mereka yang masih bisa menggoda manusia. Pendapat lain mengatakan, hanya beberapa iblis dan setan yang dibelenggu, sisanya masih dapat menggoda manusia. Mereka membisiki manusia untuk tetap pelit bersedekah, sibuk dengan hal-hal yang tidak penting, tamak saat berbuka dan marah-marah.
Sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-baqarah : 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” Mengapa seringkali kita merasa bahwa menunaikan ibadah puasa itu begitu berat? Bahkan tidak jarang orang-orang dewasa yang masih enggan melaksanakan ibadah yang satu ini .
Kata ustadz; “Puasa itu memang susah-susah gampang.” Cuma saya lupa nanya, susahnya dimana gampangnya dimana? (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi