Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 01:43 WIB
Surabaya
--°C

Kuartet Megabintang Voli Empat Benua: Ambisi Tak Terbatas Jakarta Bhayangkara Presisi di AVC 2026

PONTIANAK-KEMPALAN:Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) tidak sekadar ingin menjadi tuan rumah yang ramah. Menjelang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang akan menggetarkan GOR Terpadu A. Yani, Pontianak pada 13-17 Mei mendatang, sang wakil Indonesia tengah merakit kekuatan yang melampaui batas kewajaran klub lokal.Ambisi membalas kegagalan di final edisi sebelumnya kini diwujudkan melalui operasi transfer yang ambisius. Tak tanggung-tanggung, empat pilar utama dari empat benua berbeda dikabarkan segera merapat, mengubah skuad JBP menjadi Global All-Star di atas lapangan voli.

Kembalinya Sang Monster dan Kedatangan Sang Maestro

Nama Robertlandy Simón Aties kembali menjadi buah bibir. Sang middle blocker legendaris asal Kuba yang dijuluki “Simonster” ini diprediksi akan kembali menjadi tembok kokoh di depan net. Pengalamannya di level tertinggi bola voli dunia adalah jaminan stabilitas mental bagi skuad asuhan Korps Bhayangkara.Di sektor serangan, JBP siap memanjakan publik Pontianak dengan kehadiran Noumory Keita (Mali). Pemain yang baru saja mengguncang liga Italia ini adalah “mesin penghancur” dengan lompatan vertikal yang menantang gravitasi. Ia akan bertandem dengan Bardia Saadat (Iran), opposite jenius yang sudah menyatu dengan ritme JBP sepanjang Proliga 2026.

Namun, kejutan terbesar justru datang dari Benua Biru. Bintang muda Slovenia, Rok Možič, disebut-sebut menjadi kepingan terakhir puzzle juara JBP. Možič bukan sekadar pemain; ia adalah salah satu outside hitter terbaik di liga elit Eropa saat ini. Jika kesepakatan ini terkunci, JBP praktis memegang kartu truf terkuat dalam sejarah bola voli Indonesia.

Visi Besar di Balik Skuad Mewah

Manajer Tim Jakarta Bhayangkara Presisi, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah ekstrem ini diambil demi kehormatan Merah Putih di panggung internasional.”Kami berkomitmen memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Skuad ini dirancang bukan hanya soal kekuatan teknis, tapi tentang menanamkan mentalitas juara dunia ke dalam tim lokal,” ujar Pipit. “Kehadiran mereka adalah standar baru yang ingin kami bawa ke voli tanah air.”Ia menambahkan bahwa pemilihan pemain dilakukan secara presisi untuk menambal celah strategis. “Target kami mutlak: trofi juara AVC harus tetap berada di Indonesia. Kami mohon dukungan penuh dari masyarakat Pontianak dan seluruh pecinta voli nasional,” tegasnya.

Pontianak Menuju Episentrum Voli Asia

Sebagai tuan rumah, Kota Pontianak kini tengah bersolek. Transformasi GOR Terpadu A. Yani menjadi arena kelas dunia bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan pernyataan bahwa Kalimantan Barat siap menjadi episentrum sport tourism baru di Asia.Dengan kehadiran para gladiator voli dunia, AVC 2026 di Pontianak bukan lagi sekadar turnamen, melainkan panggung pembuktian bahwa Indonesia mampu mengelola gelaran olahraga kasta tertinggi dengan elegan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.