Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 09:42 WIB
Surabaya
--°C

Banjir Surabaya Selatan Ditarget Tuntas 2025

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kaman).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menargetkan penyelesaian masalah banjir di Surabaya Selatan tuntas pada tahun 2025. Upaya ini melibatkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur secara komprehensif. Termasuk pembangunan rumah pompa, pemasangan box culvert, dan pelebaran saluran air.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, fokus utama penanganan banjir kali ini adalah kawasan Wonocolo, Ketintang Baru, dan sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban aliran air di Avour (saluran) Wonorejo. Penjelasan ini disampaikan saat memimpin paparan visi dan misi pejabat struktural di ruang sidang wali kota, Kamis (13/3).

“Jika aliran air tidak dipotong, Wonocolo dan Ketintang Baru akan banjir. Untuk menyelesaikan banjir di Surabaya Selatan, perlu ada titik pemotongan aliran air agar beberapa lokasi banjir dapat diatasi,” kata Eri Cahyadi.

Ia menyoroti kondisi sungai di Jalan Karah yang tidak mampu menampung air saat hujan deras. Untuk itu, ia mengusulkan pembangunan rumah pompa di Karah Agung yang berfungsi mendorong aliran air ke pompa SWK Karah.

“Air perlu dialihkan. Diperlukan rumah pompa agar aliran air dari Kebonsari dan Karah Agung tidak langsung masuk ke saluran Wonorejo. Rumah pompa di Karah Agung akan menarik air dan mendorongnya ke saluran yang tepat,” jelasnya

Selain itu, Pemkot Surabaya juga berencana melakukan pelebaran saluran air menuju Bozem Aquatic untuk mengurangi genangan di Wonocolo. Langkah ini juga mencakup pengkoneksian saluran air di kawasan strategis untuk mengurangi potensi genangan.

“Aliran air akan dibelokkan ke Bozem Aquatic, dengan membangun long storage atau box culvert yang terhubung langsung ke bozem. Jika Karah bebas banjir, Wonocolo hingga Jemur akan teratasi, karena beban saluran Wonorejo akan berkurang,” ujarnya.

Demikian Kawasan Jalan Gayungsari Barat, turut jadi perhatian karena sering mengalami banjir saat hujan deras akibat jaraknya yang jauh dari tempat penampungan air. “Karena itu, di Injoko (Gayung Kebonsari), aliran air akan dialihkan ke dua saluran, yaitu ke Kebon Agung dan saluran tengah Ahmad Yani,” terangnya.

Di samping itu, Eri juga melakukan upaya mempercepat aliran air dari Kebon Agung menuju Rungkut. Hulu saluran Wonorejo yang berada di Karah Agung dan pintu air yang tertutup menyebabkan air yang masuk hanya berasal dari debit sekitar Karah Agung.

“Air harus menempuh jarak yang terlalu jauh untuk masuk ke pompa air SWK Karah, dan daya dorongnya kurang. Sementara itu, Karah Agung hampir meluap, maka kami akan membangun rumah pompa di Karah Agung untuk mendorong air ke pompa SWK Karah,” jelasnya.

Di Karah Agung, terdapat saluran air menuju Bozem Aquatic. Rencananya, saluran tersebut akan diperlebar hingga memiliki dua outlet agar air dapat mengalir maksimal ke Bozem Aquatic.

“Paving akan dibongkar, kemudian dipasang box culvert sehingga pasokan air yang masuk ke waduk menjadi dua. Aliran air bisa berasal dari arah Ketintang Madya dan barat Karah Agung,” lanjutnya.

Nantinya, air akan dialirkan ke dua rumah pompa, yaitu rumah pompa SWK Karah dan LVK Kebonsari. Dengan demikian, Wonocolo dan Ketintang Baru diharapkan tidak lagi mengalami banjir.

“Jika seluruh kawasan hingga Jemursari sudah teratasi, kami akan melanjutkan penanganan banjir ke wilayah lain,” tuturnya.

Ia juga meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat aliran air dari Kebon Agung menuju Kali Jagir, Wonokromo.

“Saluran tengah Jemursari-Prapen menampung saluran dari Jemur Ngawinan yang bertemu dengan saluran Wonorejo, kemudian dialirkan ke Prapen. Cukup dengan melebarkan saluran, kita dapat menampung retensi sementara sebelum air dialirkan ke Prapen,” pungkasnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga berencana menangani 39 titik banjir lainnya di Kota Pahlawan pada tahun 2025. (Dwi Arifin)

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (14)

KEMPALAN : Sebagaimana dipaparkan pada tulisan sebelum ini, KH. Syaiful Ulum Nawawi antara lain menyebut bahwa ada tiga sosok ulama besar yang berada pada koridor dunia tasawuf dan yang berpengaruh pada Sufisme Gus Dur, yaitu : Al Ghazali, Ibn Arabi dan Jalaluddin Rumi.

Khusus untuk tulisan kali ini, KH.Syaiful Ulum Nawawi akan mencoba menjelaskan tentang sosok Al-Ghazali.

Al-Ghazali (1058-1111 Masehi) adalah seorang Sufi, filsuf, dan teolog Islam terkemuka yang lahir di Tus, Persia (sekarang Iran).

Sufi ini dikenal sebagai “Hujjatul Islam” (Bukti Islam) karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang teologi, filsafat, dan Sufisme.

Al-Ghazali memulai pendidikannya di Tus, kemudian melanjutkan ke Nishapur untuk mempelajari filsafat dan teologi.

Beliau menjadi profesor di Universitas Nizamiyah di Baghdad, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka pada masa itu.

Menurut KH. Syaiful Ulum Nawawi, pemikiran tasawuf Al-Ghazali adalah keberaniannya mengkritik terhadap pemikiran-pemikiran filsafat, terutama terhadap filsafat Aristoteles dan sejumlah filsuf Islam lainnya karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Oleh sebab itu, Al-Ghazali berpendapat tentang betapa pentingnya perspektif spiritualitas. Bagaimana narasinya?

Menurut KH. Syaiful Ulum Nawawi, beliau menekankan pentingnya spiritualitas dan pengalaman mistik dalam mencapai kesadaran diri dan kebenaran.

Ada juga buah pikiran Al-Ghazali yang menarik, yaitu konsep Ma’rifa. Beliau, kata KH. Syaiful Ulum Nawawi, berusaha mengembangkan konsep “ma’rifa” (pengetahuan spiritual) yang menekankan pentingnya pengalaman spiritual dalam mencapai kebenaran.

Banyak buku-buku yang sudah dihasilkan Al-Ghazali, salah satunya yang sangat terkenal “Ihya’ Ulumuddin”. Ini karya magnum opus (karya besar yang mencerahkan) dari Sufi besar ini yang membahas tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk spiritualitas, etika, dan filsafat.

Selain karya magnum opus tersebut, banyak lagi yang menarik, antara lain yang berjudul “Munqidh min al-Dalal” sebuah autobiografi Al-Ghazali yang membahas tentang perjalanannya pada dunia spiritual dan intelektual.

Tentang pengaruh potensi Al-Ghazali, KH. Syaiful Ulum Nawawi memaparkan:

Bahwa beliau memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Sufisme, terutama dalam hal pengembangan konsep spiritualitas dan mistik.

Bahwa beliau juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat Islam, terutama dalam hal kritik terhadap filsafat Aristoteles.

Bahwa beliau memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran Islam, terutama dalam hal pengembangan konsep spiritualitas, etika, dan filsafat (Amang Mawardi – Bersambung).

Dukung Program MBG, Khofifah Tekankan Peran BUMDesa sebagai Penggerak Ekonomi

Gubernur Jatim Khofifah Imdar Parawansamenyerahkan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim Rp100 juta rupiah kepada desa penerima program.(Foto:Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi keynote speaker pada acara kick-off Program dan Pelatihan Mitra Klinik BUMDesa Jatim. Acara yang diinisiasi KIP Foundation ini digelar di Surabaya Suites Hotel, Kamis (13/3).

Dalam acara bertema “Penguatan Desa Produktif Berbasis BUMDesa sebagai Pilar Ketahanan Pangan untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” ini, Khofifah menekankan bahwa BUMDesa bisa mengambil peran penting dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya MBG.

Menurut Khofifah BUMDesa tak hanya menjadi pilar ketahanan pangan, lebih dari itu yakni kedaulatan pangan yang merupakan salah satu kunci utama membangun kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penguatan BUMDesa di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi hal yang sangat penting.

“BUMDesa harus menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas bagi masyarakat. Ini sejalan dengan visi besar kita dalam mendukung program MBG dan mewujudkan kedaulatan pangan di Jatim,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan, tetapi juga kualitas dan aksesibilitas. Hal tersebut harus dikaitkan dengan upaya peningkatan gizi masyarakat, khususnya melalui Program MBG yang menjadi prioritas nasional.

“Dengan adanya program ini, diharapkan BUMDesa di Jatim semakin berkembang dan mampu menjadi kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Khofifah menambahkan, keberhasilan BUMDesa dalam sektor pangan tidak hanya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga memperkuat daya saing Jawa Timur sebagai daerah penghasil pangan unggulan.

“Kita harus memastikan bahwa pangan yang tersedia tidak hanya cukup, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat dengan harga yang wajar. BUMDesa bisa menjadi solusi untuk mendistribusikan bahan pangan dengan harga yang lebih stabil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyoroti pentingnya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sebagai upaya memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha desa, dan komunitas petani, diharapkan BUMDesa dapat lebih mandiri serta berkontribusi dalam penyediaan pangan berkualitas.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa melalui BUMDesa dalam penguatan ekonomi desa berbasis pangan, menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Desa adalah tulang punggung kedaulatan pangan kita. Jika desa kuat, maka negara juga akan kuat. Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa BUMDesa memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi penggerak utama dalam produksi dan distribusi pangan yang berkualitas,” tuturnya.

Di sisi lain, BUMDesa juga didorong untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan akademisi, guna memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dalam pengelolaan pangan serta mempercepat pengembangan ekonomi berbasis desa.

Berdasarkan data Desa Center Jawa Timur per 31 Desember 2024, sebanyak 6.756 BUMDesa telah terbentuk, serta 11.251 unit usaha BUMDesa diseluruh daerah di Jawa Timur. Adapun BUMDesa Bersama (Bumdesma) di Jatim yang sudah berbadan hukum berjumlah 413 Bumdesma.

Untuk itu, sebagai langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi BUMDesa yang bergerak di sektor ketahanan pangan. Dukungan ini meliputi akses permodalan, bantuan alat dan teknologi pertanian, serta pembinaan berkelanjutan agar BUMDesa dapat berkembang secara optimal.

“Pemprov Jatim sejak tahun 2020-2025 telah memberikan stimulan usaha kepada 940 BUMDesa senilai Rp78,96 miliar. Juga kepada 538 Desa Mandiri sejak tahun 2021-2025 telah kita berikan stimulus sebesar Rp53,8 miliar,” terangnya.

Khofifah juga mengatakan, Pemprov Jatim sendiri dalam mewujudkan Jatim Sejahtera, melalui program Desa Berdaya menuju Desa Mandiri telah membuahkan hasil luar biasa. Terbukti, tahun 2024 Jatim mampu memiliki jumlah desa Mandiri tertinggi secara nasional sebanyak 4.019 desa, berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT nomor 400 tahun 2024.

Untuk program pemberdayaan usaha desa 2025-2029, kata Khofifah, Jawa Timur memfokuskan sembilan aspek, di antaranya, BUMDesa Sigap, Jatim Fast, Klinik BUMDesa, Pendampingan Kewirausahaan Desa (Pandawa), Jatim Puspa Plus, Desa Berdaya, Sinando  Jatim Festa dan yang terakhir Pakai.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengapresiasi inisiatif Yayasan Kita Indonesia Penggerak (KIP Foundation) yang telah berperan aktif dalam pengembangan BUMDesa di Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat diperlukan dalam mewujudkan desa yang lebih sejahtera dan berdaya saing

Khofifah optimistis bahwa melalui kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, BUMDesa dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, model pemberdayaan desa berbasis pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemandirian ekonomi desa

“Kita optimis Jawa Timur akan mampu menjadi New Centre Of Growth bagi daerah lainnya. Semoga Allah SWT meridhoi semua upaya baik kita dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Khofifah secara langsung menyerahkan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim masing-masing sebesar Rp100 juta rupiah kepada 10 desa penerima program.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Budi Sarwoto mengatakan, program pemberdayaan BUMDesa merupakan salah satu fokus Pemprov Jatim dalam upaya peningkatan perekonomian desa.

Terdapat tiga kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program BUMDesa Sigapp yaitu mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Peran BUMDesa membangun cadangan pangan melalui rukun pangan BUMDesa.

Khusus MBG, saat ini sudah ada tujuh BUMDesa yang berkontribusi pada MBG. Yakni BUMDesma Plandaan Lestari LKD Kecamatan Plandaan Jombang, BUMDesma Lancar Abadi LKD Kecamatan Sumobito Jombang, BUMDesa Tambakrejo Kecamatan Jombang, BUMDesma Mulia Mandiri Kecamatan Tanjunganom, BUMDesa Ngunut Kecamatan Ngunut Tulungagung, BUMDesma Singosari LKD Kecamatan Malang, dan BUMDesma Madu Mandiri LKD Kecamatan Songgon Banyuwangi.

Sedangkan terkait kerja sama, Budi menerangkan kalau sudah terjalin antara BUMDes dengan berbagai pihak. Kerja sama ini membawa kebermanfaatan bagi masyarakat desa itu sendiri.

“Kerja sama dengan PT HM. Sampoerna KIP Foundation telah terjalin sejak tahun 2000 melalui pendampingan pembentukan zona KIP (Kreatif, Inovatif, Produktif) hingga tahun 2024 terdapat 39 lokasi zona KIP yang tersebar di 19 kabupaten,” urainya.

Senada dengan hal tersebut. Kukuh Dwi Kristanto perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia mengatakan, program dan pelatihan Mitra Klinik Bumdes ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung ekonomi Jatim melalui motor pengerak dari ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat desa.

Program dan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi tukar pikiran demi kemajuan desa dalam mendukung program pemerintah di antaranya mewujudkan program ketahanan pangan.

“Kami yakin peran pendamping Bumdesa ini akan mendorong SDM dan Kemandirian Ekonomi Desa,” tandasnya. (Dwi Arifin)

APBN Edisi Maret 2025: Kemenkeu Sebut Indonesia Harus Tetap Agile dan Resilien

JAKARTA- KEMPALAN: Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Kemenkeu menyampaikan APBN sekaligus menjelaskannya di Aula Djuanda (Mezzanine), Lantai M, Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan Jakarta (13/3). Dalam konferensi pers tersebut ada beberapa hal yang disampaikan yaitu mengenai pendapatan dan pembiayaan serta beberapa paparan yang cukup banyak. Selain dari awak media, jajaran yang hadir (sesuai undangan) adalah Wakil Menteri Keuangan dan pejabat eselon I.

Dalam kata pengantarnya, Sri Mulyani menyampaikan, “Ini adalah APBN tahun pertama untuk bapak presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran rakabumi. Pelaksanaan APBN adalah sebuah pelaksanaan instrumen keuangan negara yang begitu penting untuk mencapai tujuan-tujuan prioritas yang telah dan akan terus ditetapkan oleh Presiden Prabowo dan oleh karena itu tema mengenai agility atau kelincahan kemampuan untuk fleksibel namun tetap menjaga kehati-hatian itu menjadi sangat penting”.

Perkembangan Asumsi Dasar Ekonomi Makro:

Pertumbuhan ekonomi
Di tengah stagnasi Global, ekonomi domestik 2024 tumbuh 5,03% didukung permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terkendali, dan penciptaan lapangan kerja baru

Laju Inflasi
Inflasi masih bergerak rendah dipengaruhi program diskon listrik, namun diperkirakan normalisasi. Harga pangan terus dikendalikan, terutama dalam menghadapi Ramadan dan lebaran. Berbagai langkah kebijakan penurunan tarif angkutan lebaran, tol menjelang lebaran diperkirakan berkontribusi besar dalam pengendalian inflasi.

Nilai Rupiah dan Yield SBN
Nilai tukar masih dibayangi volatilitas pasar global. Yield SBN stabil dan terjaga pada level yang kompetitif. Potensi risiko dinamika Global terhadap pasar keuangan domestik terus diwaspadai dan dimitigasi.

Harga minyak mentah Indonesia
Faktor geopolitik masih sangat mempengaruhi pergerakan harga minyak ke depan. Harga cenderung menurun dipengaruhi masih lemahnya demand dan sentimen kebijakan AS. OPEC+ akan mempertimbangkan kembali pemotongan produksi.

Lifting migas
Lifting migas dioptimalkan melalui peningkatan investasi dan pengembangan teknologi.

Postur APBN 2025 tetap sesuai UU APBN NO. 62 tahun 2024 (realisasi s.d. 28 Februari 2025)

Pendapatan negara sebesar Rp316,9 T
Belanja Negara Rp348,1 T
Defisit APBN Rp31,2 T (0, 13% PDB)
Surplus keseimbangan primer Rp48,1 T

Kondisi Perekonomian
Sri Mulyani dalam lanjutan paparannya menyampaikan, ” tadi dunia mengalami perubahan yang sangat besar sangat signifikan kalau kita sebutkan the new Economic order yaitu sebuah order ekonomi global yang tidak lagi mengikuti Pakem selama hampir 50 tahun ke belakang atau lebih bahkan di mana Di Dalam era 60 atau 50 tahun ke belakang globalisasi dan global rulebase itu menjadi sandaran atau menjadi fondasi kita berinteraksi berelasi berhubungan antar negara”. Selanjutnya dia mengatakan, ” Semenjak munculnya presiden Trump di versi yang kedua 2.0 unilateralism atau aksi sepihak dari satu negara yang kebetulan merupakan negara terbesar dan terkuat di dunia menjadi dominan, ini menjadi The rule of the game. Jadi yang tadinya rulebase multilateral sekarang adalah tergantung dari unilateral dari negara dan kalau negara ini karena kuat dan dominan dia bisa mengatur aturan sesuai dengan kehendak dan kepentingan dari negara tersebut, kebetulan ini adalah negara terbesar Amerika Serikat yang selama ini Amerika adalah promotor dan pendukung dari berbagai multilateralism, sekarang Amerika meninggalkan multilateralism menjadi unilateral approach”.

Tarif Trump 2.0 picu perang dagang (Indonesia harus siap mitigasi risiko & manfaatkan peluang)

Adapun dampak yang diperkirakan bagi Indonesia antara lain:

  1. Diperlakukan kebijakan tarif kepada negara surplus dagang
  2. Biaya sektor manufaktur dan digital lebih tinggi
  3. Disrupsi rantai pasok akibat Perang dagang
  4. Volatilitas harga komoditas
  5. Volatilitas pasar keuangan

Harga komoditas mengalami koreksi

Harga komoditas energi.
Harga coal (batu bara) mengalami penurunan.
Minyak (brent) juga mengalami penurunan.
Untuk CPO, mengalami kenaikan, meningkat cukup tajam 27,8%
Copper juga mengalami kenaikan. Sedangkan untuk Nikel mengalami kenaikan.

Masih banyak data yang disampaikan dalam konferensi pers kali ini, namun pembaca bisa mengunjungi laman resmi Kemenkeu untuk mengetahui lebih detailnya.

Danantara
Dalam paparan terakhir sebelum penyimpulan, disebutkan mengenai Danantara.
Salah seorang pejabat Kemenkeu menyampaikan, “Pemerintah membentuk badan pengelolaan investasi Daya Anagata Nusantara ini melalui undang-undang nomor 1 tahun 2025 untuk memperkuat peran BUMN sebagai Agent of developmen”.

Sebagaimana diketahui, Danantara dibentuk oleh Presiden sebagai badan hukum yang memiliki tugas untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi dan operasionalisasi BUMN serta sumber dana lain. Dalam menjalankan tugasnya tersebut Danantara memiliki wewenang untuk mengelola dividen BUMN dan menyetujui penambahan dan atau pengurangan penyertaan modal pada BUMN yang bersumber dari pengelolaan dividen.
Yang perlu digarisbawahi adalah, Danantara tidak menggadaikan saham pemerintah. Dalam hal ini, saham pemerintah adalah underline asset yang menghasilkan dividen. Dividen tersebut dipakai dalam Danantara berinvestasi, ini semacam penggaris bawahan bahwa ekuitas pemerintah tidak akan digadaikan, polanya adalah bahwa dividen yang keluar dari revenue dan profitnya masing-masing BUMN tersebut di pool di Danantara dan dijadikan investasi. Disitulah pool investasi dividen tersebut akan di-leverage.

Danantara dibentuk dengan modal awal sebesar Rp1.000 T (dapat dilakukan penambahan melalui penyertaan modal negara dan/atau sumber lain) berupa saham milik negara di BUMN dan dana tunai.

Kesimpulan
Kondisi geopolitik, ekonomi, perang dagang menjadi ancaman besar 2025. Suku bunga masih akan tinggi, inflasi Global juga tinggi, Pertumbuhan Global akan terkoreksi.

Indonesia harus tetap Agile dan resilien.
Sektor riil: PMI membaik, ekspor harus terus naik, inflasi rendah mendukung daya beli, investasi harus terus naik, penciptaan lapangan kerja.
Sektor moneter: suku bunga mulai turun, likuiditas mulai bertambah.
Fiskal: tetap ekspansif dan prudent, belanja efisien dan berkualitas langsung berdampak pada masyarakat.

Penerimaan negara mengalami perlambatan antara lain karena moderasi harga-harga komoditas, namun demikian pencapaian akan terus diupayakan optimalisasi melalui berbagai inisiatif strategis dan perbaikan administratif.

Meskipun dilakukan efisiensi anggaran, realisasi Belanja Negara on track dan APBN akan terus menjadi instrumen penting dalam menjaga kinerja perekonomian.

APBN terus dioptimalkan dalam mendukung prioritas pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. (Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Rodrigo Ditangkap, Joko Widodo Siap-siap

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Filipina rasanya jadi kakak perubahan untuk Indonesia. Gerakan people power melawan rezim otoroter Ferdinand Marcos 1986 menginspirasi gerakan reformasi rakyat Indonesia untuk menumbangkan Soeharto tahun 1998. Keduanya berlatar belakang militer. Marcos berkuasa 21 tahun, Soeharto 32 tahun. Sama-sama didera isu pelanggaran HAM, korupsi, dan krisis ekonomi.

Saat ini Presiden Filipina adalah Marcos Jr putera Ferdinand yang menggantikan Duterte pendahulunya. Adapun Wakil Presidennya adalah Sarah Duterte, puteri mantan Presiden Rodrigo Duterte. Marcos Jr yang dipanggil Bongbong ini “dikawinkan” dengan Sara Duterte dan diperjuangkan kemenangannya atas cawe-cawe Duterte. Namun “perkawinan” itu berumur pendek Marcos Jr bentrok dengan Sara.

Wakil Presiden Sara Duterte atas “gerilya” Marcos Jr akhirnya dimakzulkan oleh DPR Filipina. Sementara sang ayah akhirnya ditangkap Kepolisian Filipina atas perintah ICC yang berkedudukan di Den Haag Belanda. Tuduhan atasnya adalah pembunuhan yang dikualifikasikan pelanggaran HAM berat. Marcos Jr ngeles tidak terlibat hanya menjalankan perintah ICC.

Di Indonesia Prabowo “dikawinkan” dengan Gibran putera Joko Widodo mantan Presiden. Prabowo Gibran sukses berkat cawe-cawe Jokowi. Segala potensi kekuasaan Presiden dikerahkan termasuk curang. Prabowo Gibran menang dan menjadi Presiden Wakil Presiden. Prabowo digadang-gadang partainya  untuk maju kembali 2029, sementara Gibran bermanuver “blusukan” ala bapaknya.

Wapres Gibran di samping lolos kontroversial juga tidak bermutu hingga dipanggil “Samsul”. Fufufafa adalah gelar cacat moralnya. Sebagaimana Sara Duterte, Gibran juga terus digoyang untuk dimakzulkan. Ayahnya Jokowi didesak oleh rakyat untuk ditangkap dan diadili. Nampaknya arah politik akan bergerak menuju pemakzulan Gibran dan pengadilan Jokowi.

Ini “conditio sine qua non” jika Prabowo ingin selamat. Mengambangkan apalagi mempertahankan akan menjadi causa dari tumbangnya Prabowo oleh gerakan rakyat atau people power. Filipina dan Indonesia cukup berpengalaman dalam menjalankan model gerakan rakyat ini. Maklum keduanya kakak beradik.

Sara Duterte sudah dimakzulkan sebentar lagi adiknya Gibran Fufufafa akan makzul juga. Mudah dan telah memenuhi syarat konstitusional untuk itu. Jokowi terus diburu rakyat untuk ditangkap dan diadili. Cepat atau lambat hal ini akan terealisasi.

Nah, sebagai adik yang setia kepada kakak, maka nasib Rodrigo Duterte dan Sarah Duterte akan diikuti oleh Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka.

Kasus korupsi yang menggila dan kondisi ekonomi yang memburuk serta pelanggaran HAM yang terus ditutup, menciptakan gelombang panas perubahan.
Konsolidasi perjuangan rakyat akan bergerak alami. Sementara cakar-cakaran di lingkaran elit menambah cepat proses bumi hangus menuju penggantian kekuasaan.

Filipina dan Indonesia merupakan sesama negara ASEAN yang saling mempengaruhi. Duterte diadili oleh ICC, Jokowi pun data kejahatan HAM untuk kasus KM 50, 21-22 Mei dan Kanjuruhan mestinya sudah terdaftar pada ICC. Semua tinggal tunggu waktu. (MRF)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung 13 Maret 2025

Tiada Hari Tanpa Korupsi: Hukum Blegedes

Oleh: Sunarno Edy Wibiwo

KEMPALAN: Apa mau dikata, di negara yang kaya akan sumber daya, kekayaan itu justru hanya dinikmati segelintir orang. Sejak awal Januari hingga Maret 2025, isu korupsi di Indonesia terus viral. Hampir setiap hari, berita korupsi mendominasi media sosial.

Seakan tidak ada habisnya, kasus demi kasus terus bermunculan, membawa kerugian negara hingga kuadriliunan rupiah. Sayangnya, penanganannya terkesan mandek. Dari satu penangkapan ke penangkapan lainnya, tidak ada kejelasan tindak lanjutnya. Bahkan, muncul dugaan bahwa kasus-kasus ini dijadikan alat tawar-menawar politik serta sumber pendapatan baru bagi para penegak hukum. Isu suap kepada aparat hukum justru lebih menarik perhatian dibandingkan kasus korupsinya sendiri.

Sebagai contoh, penggeledahan yang dilakukan sering kali tidak menghasilkan progres yang jelas. Penggeledahan kantor Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, seakan menguap begitu saja. Baru-baru ini, giliran rumah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang digeledah. Dan yang paling gres, penggeledahan dilakukan di kantor PTPN Surabaya terkait kasus korupsi pembangunan Pabrik Gula di Asembagus, Situbondo. Namun, dari sekian banyak kasus yang terungkap, bagaimana kelanjutannya?

Foto Prof. Sunarno Edy Wibowo, S.H., M.Hum., saat pengukuhan bersama keluarga

Terkait hal ini, Prof. Sunarno Edy Wibowo, S.H., M.Hum., menyampaikan pendapatnya saat ditemui di kantornya. “Dalam penyelesaian kasus hukum, diperlukan integritas dan dedikasi tinggi untuk menuntaskannya. Jangan ada keragu-raguan dalam menangani kasus-kasus ini. Semuanya harus diselesaikan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Prof. Bowo, yang saat ini menjabat sebagai Guru Besar di Universitas ASEAN, Jakarta.

Lebih lanjut, Prof. Bowo juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. “Dengan seringnya kasus yang mengambang atau ditangani setengah hati, citra penegak hukum di negara ini semakin rusak,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar hukum di Indonesia tidak dipermainkan. “Jangan sampai masyarakat kita berkata bahwa hukum sekarang ‘Blegedes’,” ucapnya, tanpa menjelaskan arti kata khas Surabaya tersebut.

Prof. Bowo berharap, ke depan, hukum di tanah air dapat ditegakkan dengan lebih baik. “Penyelesaian kasus hukum harus berdasarkan undang-undang yang berlaku, bukan menjadi alat kekuasaan yang justru melemahkan keadilan,” tutupnya.(Moy)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

*Guru Besar di Universitas ASEAN

Misi Dagang Jatim di Malut Catatkan Transaksi Rp 568,042 M

TERNATE-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sukses memimpin misi dagang dan investasi perdana antara Provinsi Jawa Timur dengan Maluku Utara di Hotel Sahid Bella, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Rabu (12/3).

Kegiatan misi dagang dan investasi antara Jatim dan Malut yang melibatkan pembeli dan penjual dari kedua provinsi mencatatkan total transaksi final senilai Rp 568,042 miliar.

“Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIT transaksi mencapai Rp 568,042 miliar dengan rincian Jatim membeli Rp 296,368 miliar dan Jatim menjual Rp 271,674 miliar. Semoga hasil ini terus menumbuhkan perekonomian bagi kedua provinsi,” ujarnya.

Misi Dagang di Maluku Utara dihadiri 155 pelaku usaha dari kedua provinsi, yang terdiri dari 55 pelaku usaha Provinsi Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Provinsi Maluku Utara.

Beberapa komoditi dari Jawa Timur yang ditransaksikan berupa produk hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan aneka IKM/UMKM. Sedangkan komoditi dari Maluku Utara yang ditransaksikan, yakni produk hasil pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan aneka IKM/UMKM.

“Dari hasil transaksi Jatim menjual produk hasil perikanan, rokok, bahan material, ayam frozen, minyak goreng, tepung, kedelai, benih tanaman holtikultura, beras, dan telur. Sebaliknya Jatim membeli ikan tenggiri dan ikan layur beku, buah pala, rumput laut, arang tempurung kelapa, cumi-cumi, dan udang vaname,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, selama ini, Maluku Utara menyuplai beberapa komoditas utama antara lain buah-buahan, ikan beku, rempah-rempah, tanaman obat, kendaraan air, kerajinan besi, udang, rumput laut, dan kakao ke Jatim.

Sebaliknya, Jawa Timur menyuplai minyak gas, semen, sepeda motor, daging ayam, filter bahan bakar, mobil, beras, ayam, susu sapi segar, gula tebu dan komoditas lainnya ke Maluku Utara.

“Semoga misi dagang mampu berdampak signifikan bagi hubungan kerjasama di berbagai bidang ekonomi dan budaya antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku Utara,” ungkap Khofifah.

Disampaikan Khofifah, pelaksanaan misi dagang Provinsi Jawa Timur merupakan upaya fasilitasi untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Provinsi Malut.

Khususnya, menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri.

“Misi dagang tahun ini, kerja sama yang terjalin semakin diperkuat, meningkatkan volume perdagangan dan memperkuat jaringan bisnis sehingga membuka peluang baru yang lebih luas bagi dunia usaha serta investasi di Jawa Timur dan Maluku Utara,” ungkapnya.

Berdasarkan data Perdagangan Antar Wilayah Jatim dengan seluruh Provinsi 2023, total nilai Perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku Utara sebesar Rp 1,8 triliun yang terdiri dari nilai bongkar (beli dari Maluku Utara) sebesar Rp 484,8 miliar. Sedangkan dan nilai muat (jual ke Maluku Utara) sebesar 1,3 triliun.

“Neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku Utara Surplus Rp 805,9 miliar,” ujarnya.

Upaya strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas pasar, Khofifah mengatakan, optimalisasi muatan berangkat dan muatan balik untuk memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok, barang penting dan barang lainnya, diperlukan suatu upaya, yakni kegiatan kerja sama mewujudkan integrasi pasar dalam negeri sehingga meningkatkan perdagangan antar pulau.

“Kami ingin mendorong semangat yang sama dalam memperkuat perdagangan antar daerah, termasuk dengan Maluku Utara,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, nilai perdagangan kedua provinsi bisa ditingkatkan karena masih banyak potensi di beberapa sektor yang bisa dipelajari kemudian dipraktekkan Provinsi Maluku Utara di Jawa Timur.

Khofifah menyebut sektor agro, yakni budidaya beragam buah secara organik sehingga dimungkinkan budidaya dilakukan secara masif oleh masyarakat Maluku Utara.

“Rasanya Jatim akan bersukacita memberikan preferensi budidaya beragama buah,” ungkapnya.

Kemudian sapi potong dan sapi perah Jatim tinggi sekali dan nomor satu karena di Jatim terdapat Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian yang bisa menjadi referensi bagi peternak tentang pengawasan kebuntingan dan inseminator.

Apalagi kebutuhan daging, ayam, telor sangat tinggi, maka peluang bagi masyarakat Maluku Utara yang ingin beternak sangat besar untuk dipelajari.

“Jadi kalau nanti Bu Sherly dan tim ke Jatim agak banyak bukan berarti boros, tetapi satu paket untuk berbagi tugas yang mana ada proses akseleratif karena ada kebutuhan market yang besar sekali di Provinsi Maluku Utara,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menegaskan kolaborasi antar daerah yang dibuktikan dengan kerjasama salah satunya misi dagang antara Jatim dan Malut.

Nantinya, setelah misi dagang dan investasi, Sherly berencana membawa beberapa OPD / lembaga di Malut agar belajar ke Jawa Timur. “Ini dampak nyata kerjasama dan sinergi ekonomi yang menguntungkan rakyat,” tuturnya.

Turut dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) masing-masing 1 OPD, 1 BUMD dan 3 Asosiasi dari kedua provinsi. 

Hadir dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi, Sekdaprov Malut Abubakar Abdullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Erwin Hutapea, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut Dwi Putra Indrawan, Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, para Kepala OPD Jatim dan Malut, para Direktur BUMD Jatim serta para Asosiasi Pedagang. (Dwi Arifin)

Barati Cup International 2025, Merasakan Atmosfer Kompetisi Level Internasional Sekaligus Menikmati Pesona Wisata dan Budaya Jawa Timur

SURABAYA– PT Bangga Merah Putih (Barati) Mendunia dan Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk menyukseskan kompetisi sepak bola Barati Cup International East Java 2025 yang akan digelar Surabaya, Jawa Timur pada 15 – 20 April 2025.

Kompetisi sepak bola Barati Cup International East Java 2025 diikuti oleh 112 tim dari 14 provinsi di Indonesia dan peserta dari 7 negara, Barati Cup 2025. Turnamen sepak bola terbesar dan paling spektakuler untuk pemain U-13, U-14, dan U-15 ini akan mempertemukan akademi-akademi sepak bola terbaik dari Indonesia dan seluruh dunia seperti Rayo Vallecano (Spanyol), Argentine Football Association Academy (Argentina), klub dari Jepang yaitu Avispa Fukuoka, Kashiwa Reysol, Kashima Antlers, dan Ventforet Kofu. Kemudian klub dari India, yaitu FC Bengaluru, KV Sports, dan Community Football Club India (CFCI), serta KL Rovers (Malaysia), V 10 V – Victoria Institution (Malaysia).

Turnamen ini akan berlangsung di stadion ternama di Jawa Timur, seperti Lapangan Bogowonto dan Lapangan THOR (Surabaya), Gelora Joko Samudro dan Lapangan ABC Gelora Bung Tomo (Gresik), Sidoarjo: Lapangan Jenggolo dan Gelora Delta Sidoarjo (Sidoarjo).  Untuk Opening Ceremony dan laga final akan digelar di Stadion Gelora 10 November yang memiliki nilai sejarah perjuangan kota Surabaya.

Krisna W. Marsis, Direktur Bangga Merah Putih (Barati) Mendunia, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang telah mendukung penyelenggaraan Barati Cup 2025 dengan memasukkannya ke dalam Surabaya Event Calendar 2025. Dia berharap agar ajang ini memberikan benefit bagi kota di Jawa Timur seperti pariwisata, kuliner, dan lain-lainnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi yang telah mendukung Barati Cup 2025, semoga berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi Surabaya dan kota-kota lainnya di Jawa Timur,” ujar Krisna dalam konferensi pers Barati Cup 2025 di Alun-Alun Surabaya, Rabu (12/3/2025).

Krisna menilai bahwa kompetisi ini akan menjadi kesempatan baik bagi para talenta muda untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat internasional karena ajang ini diikuti oleh klub-klub elit dunia. Barati Cup 2025 juga menjadi ajang prestisius bagi para talenta muda untuk unjuk gigi, memperlihatkan kemampuan terbaik, dan sebagai jenjang menuju karier sepak bola profesional.

Krisna memastikan bahwa pada sasat kompetisi berlangsung 15 – 20 April 2025, Barati akan memusatkan kegiatan Barati Cup Internasional 2025 di Alun-Alun Kota Surabaya, akan tersedia  akses transportasi dari Alun-Alun Surabaya menuju stadion dan lapangan tempat berlangsungnya turnamen untuk memudahkan mobilisasi para peserta turnamen.

Sekjen Barati Mendunia Desty R. Nathalia menjelaskan, bahwa Alun-Alun Surabaya sebagai cagar budaya Kota Surabaya merupakan pilihan tepat menjadi jantung kegiatan Barati Cup International 2025 selama turnamen berlangsung, sekaligus menjadi tempat berlangsungnya BARATI FEST, konsep festival Rakyat yang mengkombinasikan semangat global dari Barati Cup International 2025 dengan keistimewaan dari Provinsi Jawa Timur. Menyajikan kebanggaan budaya lokal khas Jawa Timur yang menyatu dengan event olah raga Tingkat Internasional mengkreasikan identitas kesatuan harmoni dalam festival, yang akan menyajikan kumpulan UMKM dan ekshibisi budaya Jawa Timur.

Toko Tutu Fashion, Masih Optimistis JMP Bisa Hidup Kembali

Jeppy alias Tutu, pemilik Toko Tutu Fashion di JMP. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Siapa yang tidak kenal Jembatan Merah Plasa (JMP). Pusat belanja yang terletak di kawasan Surabaya Utara ini dulu, sekitar tahun 1994 hingga 2018, dikenal sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara.

Hampir semua produk fashion, seperti busana muslim, seragam kantor, seragam sekolah, dan seragam olahraga tersedia di sini. Termasuk segala keperluan rumah tangga dan lainnya.

Bahkan, kalau Anda mencari produk tekstil, tersedia lengkap di JMP. Baik produk lokal maupun produk impor; seperti dari Cina, Korea, Jepang, India, maupun negara-negara fashion terkenal di Eropa.

Begitu pula kalau cari makan, pengunjung tak perlu susah. Sebab, di JMP juga tersedia foodcourt yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Sehingga, usai berbelanja mereka bisa makan dan minum sekaligus melepas penat di tempat ini.

Namun, sejak Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia pada tahun 2019-2021, JMP ikut terkena dampak. Sejak itu pengunjung mulai sepi, hingga sekarang.

Apalagi setelah manajemen menutup JMP 2 dengan tidak memperpanjang sewa dengan pihak Pelindo III,  jumlah pengunjung pun ikut  merosot. Bahkan, ada yang menebar isu bahwa JMP sudah tutup dan mati.

Padahal, JMP masih ada tetap buka. Khususnya JMP 1 yang umumnya ditempati pedagang lama. Bahkan, pedagang tekstil dan penjahit masih bertahan hingga sekarang.

Termasuk toko-toko lama yang sudah ada sejak JMP berdiri tahun 1994. Salah satunya adalah Toko Tutu Fashion milik Jeppy yang akrab disapa Tutu atau Jefry.

Toko fashion yang terletak di JMP 1 Lt 1 Blok C memilih tetap bertahan meskipun ada beberapa pedagang yang angkat koper dari JMP. “Saya tetap bertahan karena saya optimis JMP masih bisa besar seperti dulu,” kata Tutu ketika ditemui di tokonya, Rabu (12/3 sore.

Selain itu, Tutu mengaku sudah mempunyai banyak pelanggan, baik di daerah-daerah di pulau Jawa maupun luar pulau. Khususnya dari Kalimantan, Sulawesi, dan Papua atau Indonesia Timur.

Selain datang langsung ke JMP, sebagian dari pelanggannya ada yang pesan lewat  online dan langsung dikirim. “Pelanggan saya itu kebanyakan pegawai kantoran, baik PNS maupun pegawai swasta. Termasuk guru olahraga,” ungkap Tutu.
Menurut Tutu, kebanyakan pelanggannya itu memesan baju seragam kantor atau training olahraga lengkap dengan bordirnya. “Saya tidak ingin para pelanggan saya itu kecewa. Karena itu saya tetap buka di JMP,” terangnya.

Tutu juga menyampaikan, selain baju seragam kantor dan olahraga, Toko Tutu Fashion juga menyediakan produk fashion lainnya. Baik hasil produk sendiri, maupun produk import yang didatangkan dari Korea, Jepang, Cina, dan negara lainnya. Khususnya untuk kaos. “Untuk harganya saya jamin paling murah sejagat,” ucap Tutu, promosi.

Tutu berharap agar masyarakat tidak percaya kalau ada yang mengatakan JMP sudah tutup. “JMP tetap buka dan ada sampai sekarang,” tegasnya.

“Bahkan, kalau ada yang mau cari tekstil, semua lengkap ada di JMP. Termasuk penjahitnya,” tandasnya.

Terakhir, Tutu menegaskan kembali bahaa dia optimis JMP akan kembali bergairah dan kembali menjadi besar.

“Apalagi dengan adanya Kota Lama di depan JMP yang terus dipromosikan oleh Pemkot Surabaya. Saya yakin JMP yang lokasinya sangat strategis ini akan kembali ramai dan besar. ” harap Tutu.

Untuk itu, ia berharap manajemen JMP melakukan beberapa trobosan. Khususnya di bulan Ramadan tahun 2025 ini. “Saya ingat dulu JMP kalau bulan Ramadan pengununjungnya mbludak. Cari parkir saja sulitnya minta ampun. Mudah-mudahan, ke depan JMP kembali seperti itu. Saya yakin,”‘ pungkasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.