Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 10:33 WIB
Surabaya
--°C

Islam Tanpa Muslim

KEMPALAN: Islam adalah agama rahmatan lil alamin, cahaya yang membawa kasih sayang bagi seluruh alam. Alam sosial, politik, ekonomi, dan yang lainnya juga flora maupun fauna. Namun apa jadinya ketika sebagian pemeluknya justru menjadi sumber ketakutan dan kebencian?

Ironis, mereka mengatas-namakan Islam namun perilakunya jauh dari nilai-nilai Islam yang hakiki. Golongan inilah yang oleh para ulama disebut sebagai kafir Islam. Mereka yang merusak Islam dari dalam, seperti rayap yang menghancurkan kayu tanpa disadari pemiliknya.

BERKEDOK AGAMA

Setiap Ramadan sekelompok orang yang merasa dirinya paling suci berubah menjadi algojo jalanan. Mereka melakukan teror berkedok agama. Dengan mata penuh amarah dan mulut menyemburkan ancaman, mereka merazia warung-warung yang tetap buka siang hari. Pedagang yang mencari nafkah secara halal menjadi korban kekerasan verbal bahkan fisik.

Apakah mereka ini wakil Tuhan? Apakah mereka telah diangkat menjadi penegak hukum syariat oleh negara? Jika pun ada yang berdalih bahwa tindakan mereka adalah bentuk amar ma’ruf nahi munkar, bukankah Islam mengajarkan kelembutan dalam berdakwah? Bukankah Rasulullah sendiri memilih jalan kasih sayang, bukan pemaksaan?

Mereka lupa bahwa dalam Islam tidak ada paksaan dalam beragama. Tidak ada paksaan dalam beribadah. Orang yang berpuasa harus tetap menghormati mereka yang tidak berpuasa, sebagaimana mereka yang tidak berpuasa harus menghormati bulan suci ini. Inilah keseimbangan sosial yang diajarkan oleh Islam.

Namun para kafir Islam ini bertindak seolah-olah menjadi Tuhan yang Maha Kejam. Padahal di balik keganasannya tersimpan kemunafikan. Mereka beringas kepada pedagang kecil tetapi diam seribu bahasa saat melihat ketidakadilan yang lebih besar, korupsi, kemiskinan, ketimpangan sosial.

AKSI INTOLERAN

Tidak hanya merazia warung, aksi intoleran juga menjalar ke tempat ibadah umat lain. Kejadian di Arca Manik, Bandung, di mana ibadah Rabu Abu umat Katolik diganggu oleh kelompok yang mengaku muslim, adalah aib bagi Islam itu sendiri. Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi kebebasan beragama. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan, “Lakum dinukum waliyadin,” Bagimu agamamu, bagiku agamaku.”

Kejadian ini bukan sekadar insiden kecil, melainkan alarm bagi bangsa ini. Jika intoleransi terus dibiarkan, ia akan menjadi post-truth, kebenaran palsu yang terbentuk oleh kebohongan yang diulang-ulang. Hari ini mereka merazia warung, besok mereka bisa saja menghakimi siapa saja yang mereka anggap “kurang Islami.”

Hukum tampak tumpul. Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama seolah kehilangan taringnya saat berhadapan dengan para kafir Islam. Aparat negara kerap memilih diam atau bahkan tunduk kepada tekanan kelompok radikal, sementara mereka yang mengusik kebebasan beragama terus melenggang bebas.

ISLAM TANPA MUSLIM

Cendekiawan Mesir, Muhammad Abduh
pernah berkata, “Aku pergi ke Barat, aku melihat Islam tetapi tidak melihat muslim. Aku pergi ke negara Arab, aku melihat muslim tetapi tidak melihat Islam.”

Pernyataan ini mengingatkan kita pada kenyataan pahit. Islam yang sejati justru lebih banyak ditemukan di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Mereka menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan toleransi. Nilai-nilai yang justru mulai pudar di negeri-negeri yang mengklaim sebagai pusat Islam.

Di Jepang misalnya, kebersihan menjadi bagian dari iman. Di Eropa, kejujuran dalam transaksi ekonomi begitu dijaga. Namun di negeri yang mayoritas muslim, korupsi merajalela, hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, serta kebencian terhadap sesama manusia dipelihara dengan dalih agama. Kejahatan berlangsung sepanjang waktu.

Jika demikian, di mana Islam itu berada? Apakah Islam hanya sebatas simbol, tanpa makna dalam kehidupan sehari-hari? Cih!!

Islam tidak akan hancur oleh serangan dari luar tetapi bisa runtuh oleh pengkhianatan dari dalam. Para kafir Islam ini, dengan kesombongannya, telah merusak wajah Islam yang damai dan penuh cinta. Mereka adalah limbah beracun dalam agama, mematikan dari dalam, merusak akhlak umat.

Negara tidak boleh ragu bertindak. Aparat penegak hukum harus bersikap tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam untuk menebar kebencian dan kekerasan. Jika tidak, kita sedang berjalan menuju kehancuran moral, di mana agama hanya menjadi alat untuk menindas, bukan untuk membimbing.

Di akhir tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasa maaf kepada saudara-saudara Katolik yang ibadahnya terganggu. Rabu Abu tetap menjadi momen penyucian jiwa bagi kalian. Sementara itu, jiwa-jiwa para kafir Islam terus menghitam, kehilangan cahaya iman yang sejati.

Semoga kita semua bisa kembali kepada Islam yang sesungguhnya. Islam yang penuh kasih, bukan Islam “KW” penebar kebencian.

Oleh: Rokimdakas
Wartawan & Penulis
15 Maret 2025

CitraLand Surabaya Hadirkan Cluster untuk Dua Generasi

SURABAYA-Selalu menghadirkan kebutuhan hunian yang terbaik, CitraLand Surabaya meluncurkan cluster Stone Gate Park dan Emerald Stone yang telah sukses launching, sebagai cluster 2 generasi dengan konsep lingkungan Contemporary Urban yang lokasinya bersebelahan.

“Konsep 2 cluster ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan customer dari berbagai kalangan, maupun untuk kebutuhan keluarga besar. Total 8 tipe rumah telah diluncurkan dengan layout terbaiknya mulai dari lebar 7 sampai lebar 12 yang super mewah, dilengkapi dengan private pool dan rooftop yang sangat luas. Berbagai fasilitas cluster pun telah disiapkan, mulai dari family club house, thematic garden, basket court 3 on 3 , jogging track, dan children playground. Lokasi dua cluster ini sangat strategis, hanya perlu keluar cluster langsung bisa menuju ke Radial Road, jalur cepat ke pusat kota Surabaya,” ujar Senior Director Ciputra Grup Sutoto Yakobus, Jumat 14 Maret 2025.

              Meski dimulai dari lebar 7, rumah di cluster Emerald Stone ini memiliki konsep dan layout yang super fungsional. Salah satunya tipe Beryl, si lebar 7 yang sudah punya 4 kamar tidur dan kamar untuk asisten rumah tangga. Salah satu kamar tidur tipe Beryl ini juga ada di lantai 1, yang dapat ditempati oleh orang tua agar tidak naik turun tangga. “Selain itu rumah lebar 7 ini juga memiliki taman belakang yang luas dan memiliki konsep rumah yang terbuka. Terdapat inner court yang memiliki electric canopy untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalam rumah. Rumah tipe Beryl ini juga memiliki konsep high-ceiling di ruang tamunya,” papar Sutoto.

              Ada juga tipe terluas di cluster Stone Gate Park yang sangat eksklusif, seperti tipe Helenium dengan lebar 12 super mewah, yang dikonsep untuk keluarga besar agar dapat berkumpul bersama. Memiliki private pool luas di dalam rumah, tipe Helenium ini juga mengusung konsep open space serta memiliki high ceiling di area livingroom. Selain itu, rumah ini sudah dilengkapi dengan 4 master bedroom super lengkap, yang salah satunya memiliki walk in closet. Ada juga rooftop patio mulai dari indoor, semi outdoor, sampai outdoor yang luas dan bisa digunakan untuk area berkumpul bersama bersama keluarga. Akses menuju sevice area pun dibuat terpisah dari akses utama rumah, sehingga memberikan privasi bagi pemilik rumahnya.

Selain itu, sebagai kota mandiri CitraLand Surabaya menghadirkan fasilitas-fasilitas di lokasi terdekat cluster. Salah satunya ada CitraLand CBD yang lengkap dengan berbagai fasilitas, mulai dari pendidikan, entertainment, bisnis, dan gaya hidup. Yang terbaru sudah hadir Hokky Superstore untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni , ada juga Ciputra Hospital yang hadir sebagai fasilitas kesehatan premium untuk penghuni, lokasinya di nol jalan Radial Road. Bahkan fasilitas untuk memenuhi gaya hidup sehat penghunipun ada. Mulai dari gym, komunitas lari dan sepeda, telah hadir juga Padel Tenis sebagai olahraga yang diminati sekarang, juga akan segera hadir fasilitas olahraga Pilates, guna memenuhi gaya hidup penghuni.

Jelang Lebaran 2025, Pemkot Surabaya Kumpulkan Mobil Dinas ASN

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya akan mengumpulkan seluruh mobil dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum Hari Raya Idulfitri 2025. Kendaraan dinas tersebut harus diparkir sebelum 28 Maret 2025, kecuali mobil operasional yang masih digunakan untuk pelayanan masyarakat.

“Mobil dinas ASN akan dikumpulkan sebelum tanggal 28 Maret 2025, kecuali yang bersifat operasional,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (14/3).

Ia menjelaskan bahwa selama kebijakan Work from Anywhere (WFA) pada 24-27 Maret 2025, masih ada ASN yang bekerja di dalam Kota Surabaya. Oleh karena itu, pengumpulan mobil dinas baru efektif diberlakukan mulai 28 Maret hingga 7 April 2025.

“Karena di tanggal 24 Maret masih ada teman-teman yang beroperasional di dalam Kota Surabaya,” jelas Eri.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa selama periode 28 Maret – 7 April 2025, kendaraan dinas yang memiliki fungsi operasional, seperti pengamanan, tetap diperbolehkan digunakan. Namun, mobil dinas yang tidak memiliki tugas operasional dilarang dipakai untuk keperluan pribadi.

“Jadi yang tidak diperbolehkan itu adalah mobil dinas yang digunakan bukan untuk operasional di dalam kota, tapi digunakan untuk mudik ke luar kota,” katanya.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pemkot Surabaya akan memperketat pengawasan terhadap mobil dinas. Seluruh kendaraan dinas akan didata dan dikumpulkan di beberapa lokasi yang telah ditentukan, termasuk halaman Balai Kota Surabaya dan Gedung Siola.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, mobil dinas akan diparkir di lokasi yang telah ditentukan. Mobil operasional yang masih beroperasi juga akan diabsen setiap hari,” jelasnya.

Dengan sistem absensi harian tersebut, Eri memastikan bahwa kendaraan operasional pemkot tidak bisa digunakan untuk keluar dari Surabaya. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada modus penyalahgunaan kendaraan dinas, termasuk penggantian plat nomor.

“Mobil seperti tahun-tahun kemarin akan masuk di parkiran balai kota dan beberapa tempat lain. Dan mobil operasional di Kota Surabaya setiap hari juga harus diabsen. Sehingga kalau di luar mobil operasional tidak mungkin bisa ke luar kota,” ungkapnya.

Bagi ASN yang terbukti melanggar aturan ini, Wali Kya Eri memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan memberikan sanksi tegas. “Sanksinya berat, karena ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat,” tegas Eri Cahyadi.

Eri juga mengungkapkan bahwa sejak ia menjabat sebagai wali kota Surabaya, tidak pernah ditemukan kasus penyalahgunaan mobil dinas untuk mudik Lebaran.

“Dari tahun-tahun sebelumnya sampai saya menjabat hari ini tidak pernah ada. Karena ASN itu harus memberikan contoh, jika ada melanggar, maka sanksi terberat yang diberikan kepada ASN,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Jatim Optimistis Mampu Pertahankan Produksi Beras Tertinggi Nasional 2025

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (14/3).

Rakor Ketahanan Pangan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan.

Gubernur Khofifah optimistis Jatim akan mampu mempertahankan produksi tertinggi nasional 2025. Bahkan di tahun ini diharapkan terdapat peningkatan produksi padi, sehingga tahun 2025 total produksi Gabah Kering Panen bisa mencapai 12,7 juta ton  sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat. Terutama jika 488.379 hektar lahan kurang produktif di Jatim terairi dengan baik dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai.

“Jadi kita optimis mencapai target peningkatan GKP sebanyak 12,7 juta ton, jika 488.379 hektar lahan kurang produktif ini dapat dioptimalisasi dan terairi dengan baik,” kata Khofifah.

Menurutnya, optimisme ini dapat terwujud sebab Jatim merupakan produsen padi terbesar di Indonesia yang secara konsisten menduduki posisi pertama sebagai produsen padi tertinggi selama 5 tahun.

“Alhamdulillah Jawa Timur konsisten menjadi provinsi penghasil beras tertinggi secara nasional lima tahun berturut-turut,” katanya.

Tahun 2020 Jatim memproduksi padi sebesar 9,94 juta ton GKP setara dengan  beras sebesar 5,74 juta ton, tahun 2021 sebesar 9,79 juta ton GKP  setara dengan  5,65 juta ton, tahun 2022 sebesar 9,53 juta ton GKP setara  5,5 juta ton dan tahun 2023 sebesar 9,71 juta ton GKP setara dengan 5,61 juta ton beras.

Meski demikian, kata dia,  membutuhkan upaya signifikan untuk dapat mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat. “Jadi ada hal-hal yang barangkali memang diperlukan assessment ulang dari apa yang sebetulnya kita bisa melakukan maksimalisasi,” ucapnya.

Beberapa hal yang ditekankan Khofifah untuk maksimalisasi. Diantaranya terkait penggunaan alsintan yang tepat. Ia menuturkan, selama ini saat proses panen para gabungan kelompok petani (Gapoktan) melakukan secara manual.

Jika dilakukan dengan menggunakan combine harvester serta pengeringan dengan dryer, maka sigifikan mengurangi loss dan kualitasnya bisa meningkat menjadi premium.

“Ketika padi tidak mendapatkan pengeringan yang baik maka kandungan airnya tinggi dan berakibat pada tingginya broken. Dan ketika itu terjadi,.maka yang semestinya itu premium bisa menjadi medium,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyebut penggunaan combine harvester dan bed dryer dapat menjadi pilihan untuk memaksimalkan hasil produksi GKP. Di samping itu ketika proses pengeringan gabah bisa maksimal maka akan berdampak pada pengurangan loses hingga 10 persen.

Di sisi lain, Khofifah juga mengungkapkan selain beras Jawa Timur juga menjadi produsen tertinggi di Indonesia untuk jagung, kedelai, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit. Dirinya juga memastikan bahwa menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) komoditi-komoditi tersebut dalam kondisi aman.

“Proyeksi ketersedian selama bulan Maret sampai April ini aman, beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit salam ;_6posisi surplus,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Khofifah juga menyatakan komitmennya dalam memperkuat dukungan infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan terutama dukungan dari Kementrian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan demi mencapai swasembada pangan.

“Dukungan infrastruktur sangat dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan mewujudkan swasembada pangan. Seperti irigasi, bendungan, juga waduk. Semua kami harap juga mendapatkan dukungan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,” ujarnya.

Untuk itu, Khofifah menfokuskan dukungan infrastruktur melalui sarana irigasi, pembangunan infrastruktur air minum di berbagai wilayah di Jatim. Khususnya di wilayah penopang produksi padi di Jatim.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memaparkan, total produksi beras dari Januari hingga April 2025 mencapai 13,95 juta ton. Sementara total konsumsi beras pada Januari – April 2025 mencapai 10,36 juta ton.

“Neraca produksi  konsumsi dari Januari April 2025 surplus 3,59 kita ton lebih tinggi 2,79 juta ton atau 348,75 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024,” kata Zulkifli Hasan.

Hal lain yang disampaikan Zulhas untuk dapat mencapai target swasembada pangan dan berbagai terget nasional lainnya adalah dengan menjalankan clean and clear government.

Selama masa panen raya ini, Zulkifli Hasan berpesan kepada para bupati agar berkenan menjadi mandor untuk memantau langsung kondisi di lapangan dan terus mengkoordinasikan perkembangan yang terjadi di lapangan.

“Ini saya minta tolong untuk para bupati agar menjadi mandor, bapak ibu punya aparat di kecamatan dan di desa, itu bisa dikerahkan, dan dalam dua Minggu ini bisa undang mereka di Pendopo untuk melakukan koordinasi,” ucapnya.

Menjelang HBKN, ia meminta agar para kepala daerah terus memonitor harga berbagai kebutuhan termasuk bahan pokok. Sehingga ketika terjadi kenaikan segera bisa melakukan upaya-upaya agar harga segera kembali normal.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkomitmen untuk mendukung mewujudkan swasembada pangan dengan mengoptimalkan lahan infrastruktur irigasi.

“Orkestrasi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di daerah. Maka sebagai sarana pendukung mewujudkan ketahanan pangan, maka kita siap untuk mengoptimalkan saluran irigasi,” ujarnya.

Adapun area yang menjadi perhatian yang mendukung ketahanan pangan meliputi Bendungan Bagong di Kab. Trenggalek dan Bendungan Karangnongko Kab. Bojonegoro.

Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Prov Jatim, Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim, Sekda Kabupaten Kota, Kepala Bappeda Kab/Kota se-Jawa Timur, dan Kepala BPS Jatim. (Dwi Arifin)

Andalus Travel, Siap Layani “Tamu Allah” ke Tanah Suci dengan Harga Terjangkau

H.Atimuddin, perwakilan PT Andalus Travel di JMP.

SURABAYA-KEMPALAN: Jika Anda berniat menunaikan ibadah haji plus, haji furoda atau umroh ke Tanah Suci Makkah, maka BPIH (Badan Penyelenggara Ibadah Haji) PT Al Andalus Travel Surabaya mungkin pilihan yang paling tepat.

Pasalnya, BPIH milik H.Ramli yang berkantor pusat di Jl.Wiyung, Surabaya ini sejak berdiri 19 April tahun 2002 sudah cukup berpengalaman memberangkatkan para tamu Allah ke Tanah Suci. Baik haji plus, haji furodo, maupun umroh.

“Boleh dibilang sudah ratusan ribu jamaah yang kita berangkatkan ke Tanah Suci,” kata H. Atimuddin, perwakilan PT Al Andalus Travel di Kantor Cabang Jembatan Merah Plasa (JMP) Surabaya.

Jamaah Andalus sendiri, menurut H. Atimuddin umumnya berasal dari Surabaya, Madura, Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, dan Jember. Termasuk Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Pallng ramai jamaah berangkat umroh  sebelum Ramadan atau setelah hajian. Selain itu pada saat liburan sekolah bulan Desember. “Lainnya tetap banyak,? tetapi tidak seramai bulan-bulan itu,” jelas H. Atimuddin yang sudah bertahun-tahun bekerja di PT Al Andalus Travel.

“Tanggal 19 April 2025 nanti merupakan Milad ke-23 PT Al Andalus Travel. Insya Allah akan dirayakan di Kebun Kurma, Madinah, Arab Saudi,” ujar pria asli Makassar ini.

Milad ke-23 nanti rencananya akan dihadìri kurang lebih 400 jamaah umroh dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini merupakan Milad ketiga yang dirayakan di Kebun Kurma, Madinah. Dua kali Milad sebelumnya juga dirayakan di sana,” jelas H.Atimuddin.

Untuk berangkat haji maupun umroh ke Tanah Suci, Andalus mematok tarif cukup terjangkau namun dengan fasilitas cukup mumpuni, baik sarana transportasi maupun penginapan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Tentunya dengan para mutowif yang sangat berpengalaman.

H. Atimuddin memaparkan, selain kantor pusat di Wiyung (Surabaya) Andalus punya kantor cabang dan perwakilan di beberapa kota besar di Indonesia. Antara lain Jakarta, Semarang, Balikpapan,  Bima (NTB),  Denpasar,  Lampung, Lombok, Makassar, dan Samarinda.

Termasuk di Jembatan Merah Plasa (JMP) Surabaya, yang merupakan salah satu kantor cabang andalan. Bahkan, sebelum Covid-19 melanda Indonesia, jamaah yang mendaftar lewat JMP sempat membludak.

“Alhamdulillah sekarang masih cukup banyak, khususnya para pelanggan dan keluarganya. Tapi memang tidak sebanyak dan seramai dulu, sebelum Covid-19,” tutur  H.Atimuddin.

Apalagi setelah adanya isu yang menyebut  bahwa JMP sudah tutup. “Padahal sampai sekarang JMP masih buka dan tetap eksis,” tegasnya.

Nah, bagi yang berminat menunaikan ibadah haji plus, haji furoda, atau umroh, Anda dapat datang langsung ke kantor pusat, kantor cabang, atau kantor perwakilan Andalus.

Untuk kantor pusat bisa telepon di nomor 031-767 5564 dan 031-767 1111. Bisa juga langsung menghubungi H.Atimuddin di nomor HP 0823-3116-6728. (Dwi Arifin)

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (15)

KEMPALAN : Setelah Al-Ghazali, menyusul Sufi besar Ibn Arabi yang banyak mempengaruhi Gus Dur pada jalan tasawuf Presiden ke-4 NKRI ini.

Menurut KH. Syaiful Ulum Nawawi, Ibn Arabi (1165-1240 Masehi) adalah seorang Sufi, filsuf, dan penyair Islam terkemuka yang lahir di Murcia, Spanyol.

Beliau dikenal sebagai Syekh Akbar (Guru Besar) karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang Sufisme, filsafat, dan teologi.

Ibn Arabi memulai pendidikannya di Sevilla, Spanyol, kemudian melanjutkan ke Maroko dan Mesir untuk mempelajari Sufisme dan filsafat.

Beliau melakukan perjalanan spiritual ke berbagai negara, termasuk Spanyol, Maroko, Mesir, dan Turki, untuk mencari pengetahuan spiritual dan bertemu dengan para Sufi terkemuka.

Dalam pemikiran sufinya, Ibn Arabi mengembangkan konsep Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud) yang menekankan bahwa semua yang ada di alam semesta adalah manifestasi dari Tuhan.

Beliau menekankan pentingnya cinta sebagai jalan untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan.

Ibn Arabi mengembangkan konsep Barzakh (Alam Antara) yang menekankan bahwa ada alam antara yang memisahkan alam material dan alam spiritual.

Sebagaimana ulama besar, Ibn Arabi juga menulis beberapa buku, di antaranya yang berjudul ‘Fusus al-Hikam’. Karya magnum opus Ibn Arabi ini membahas tentang berbagai aspek Sufisme, termasuk konsep Wahdatul Wujud dan pentingnya cinta.

Karya lain yang tak kalah menarik berjudul ‘Futuhat al-Makkiyyah’. Karya ini membahas tentang berbagai aspek Sufisme, termasuk konsep Barzakh dan pentingnya spiritualitas.

KH. Syaiful Ulum Nawawi lantas menjelaskan berbagai pengaruh Ibn Arabi, di antaranya :

Bahwa Ibn Arabi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Sufisme, terutama dalam hal pengembangan konsep Wahdatul Wujud dan pentingnya cinta.

Bahwa Ibn Arabi juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat Islam, terutama dalam hal kritik terhadap filsafat Aristoteles.

Bahwa Ibn Arabi memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran Islam, terutama dalam hal pengembangan konsep spiritualitas dan mistik. (Amang Mawardi – Bersambung).

KIP Foundation dan Sampoerna untuk Indonesia, Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Mitra Klinik BUMDesa

SURABAYA–KEMPALAN: Yayasan Kita Indonesia Penggerak (KIP Foundation) bersama Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” melaksanakan kick-off program ketahanan pangan melalui Penguatan Desa Produktif Berbasis BUMDesa sebagai Pilar Ketahanan Pangan untuk mendukung program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Program unggulan ini memiliki fokus terhadap isu strategis nasional terkait ketahanan pangan serta memperkuat pengelolaan dan pengembangan usaha desa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pengurus dalam menjalankan BUMDesa secara profesional dan berkelanjutan.

Perwakilan Sampoerna untuk Indonesia Arief Triastika menekankan pentingnya peran BUMDesa dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Ia berharap pelatihan dan pendampingan yang diberikan dapat mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

“Program ini adalah bagian dari komitmen Payung Program Keberlanjutan ‘Sampoerna untuk Indonesia’ dalam mendukung penguatan dan ketahanan pangan nasional. Melalui Pelatihan dan Pendampingan BUMDesa, program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memberikan pertumbuhan ekonomi desa dan juga program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan dengan memberdayakan BUMDesa sebagai pilar pertumbuhan ekonomi desa di Indonesia,” ujar Arief.

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Kohofifah Indar Parawansa. Dalam sambutanya Khofifah mengapresiasi kolaborasi antara KIP Foundation dan Sampoerna untuk Indonesia dimana inisiatif ini akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat

“Jawa Timur bukan sekadar menjadi penopang ekonomi nasional, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sinergi dan kolaborasi ini sangat penting untuk mewujudkan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dengan hadirnya Klinik BUM Desa 2025, kita ingin desa-desa di Jawa Timur menjadi pilar ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing sehingga secara aktif mendukung ketahanan pangan dan menyukseskan program MBG,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kita Indonesia Penggerak (KIP Foundation) Dwi Ariady Kusuma mengatakan, Pelatihan dan Kick-Off Program Mitra Klinik BUMDesa Jatim 2025 ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran BUMDesa sebagai penggerak ekonomi dan pilar ketahanan pangan di Jawa Timur.

Program ini didukung oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendorong kemandirian desa melalui penguatan kapasitas pengelola BUMDesa agar lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

“Dengan memperkuat peran BUMDesa dalam sektor pangan, kita dapat memastikan bahwa desa mampu menjadi pusat produksi, distribusi, dan penyedia pangan bergizi bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap program Makan Bergizi Gratis yang kita dorong bersama. Inisiatif ini merupakan upaya nyata mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” ucapnya.

Acara peluncuran program juga disaksikan oleh Kepala Dinas DPMD Provinsi Jawa Timur Budi Sarwoto yang menyatakan apresiasinya atas peran aktif Sampoerna untuk Indonesia, yang didukung oleh Yayasan Kita Indonesia Penggerak (KIP Foundation), dalam menginisasi program ini di Provinsi Jawa Timur.

“Saya mengapresiasi upaya semua pihak dalam memperjuangkan masyarakat desa di Jawa Timur. BUMDesa merupakan unit usaha yang dikelola oleh desa untuk memberikan kesejahteraan bagi desa,” kata Budi.

Setidaknya 150 BUMDesa perwakilan penerima manfaat program dan undangan di Provinsi Jawa Timur, hadir dalam peluncuran ini.

Dengan komitmen untuk berkembang dan maju bersama Indonesia, “Sampoerna untuk Indonesia” berperan aktif sebagai salah satu pilar ekonomi nasional untuk mendukung pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% melalui berbagai program yang berkelanjutan. Program ini juga mencerminkan dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia khususnya dalam bidang kemandirian pangan serta mendukung visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan mandiri dalam sektor pangan.

“Kami berharap inisiatif ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi BUMDesa, sehingga dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia,” pungkas Arief.

Sebagai tambahan informasi kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Kita Indonesia Penggerak (KIP Foundation) bersama Sampoerna Entrepreneur Training Centre dan didukung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur serta turut didukung oleh Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, PT Japfa Comfeed Indonesia dan PT Solusi Bangun Indonesia. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Buka Posko Pengaduan THR

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima kunjungan kerja spesifik (kunker spesifik) Bidang Ketenagakerjaan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di ruang sidang wali kota, Kamis (13/3).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui kebijakan Pemkot Surabaya terkait ketenagakerjaan, khususnya dalam pengawasan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri 1446 H.

Dalam pertemuan itu, Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menggandeng berbagai pihak dalam melakukan pengawasan terhadap penyaluran THR oleh pelaku usaha kepada para pekerja.

“Jadi pengawasan sudah kami lakukan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) bekerja sama dengan Aliansi Serikat Bekerja (Gasper). InsyaAllah kami memastikan THR bisa diserahkan sesuai ketentuan,” ujar Eri Cahyadi.

Eri mengimbau seluruh pelaku usaha di Surabaya agar menyalurkan THR sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Regulasi tersebut mengatur bahwa THR wajib diberikan selambat-lambatnya H-7 sebelum Lebaran.

“Saya berharap para pelaku usaha memberikan THR sesuai dengan aturan pemerintah, karena bagaimanapun suatu usaha tidak akan berhasil tanpa adanya pegawai. Berikan hak karyawan dalam hal ini THR maksimal H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri,” imbaunya.

Sebagai bentuk komitmen dalam pengawasan, Pemkot Surabaya telah membuka posko pengaduan THR mulai 13 Maret hingga Hari Raya Idulfitri 2025.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Achmad Zaini menjelaskan bahwa posko pengaduan tersebut tersedia dalam dua bentuk, yakni online dan offline.

“Pengaduan THR offline bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor Disperinaker di Jalan Penjaringan Asri Nomor 36, Surabaya. Sementara itu, kalau ingin melakukan pengaduan online bisa dilakukan dengan memindai barcode yang sudah kami sebar ke semua perusahaan maupun serikat pekerja,” ungkap Zaini.

Ia juga menjelaskan bahwa ada dua pihak yang berhak melaporkan ke posko pengaduan. Pertama, perusahaan yang telah menyalurkan THR. Kedua, pekerja yang belum atau tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Bagi para pekerja yang akan melaporkan harus menyertakan bukti status hubungan kerja dengan perusahaannya. Jika hubungan kerja sudah berakhir atau kontrak sudah putus, maka laporan tersebut tidak bisa diproses lebih lanjut,” paparnya.

Zaini juga mengimbau pekerja yang belum menerima THR hingga batas waktu yang ditentukan agar segera melaporkan melalui posko pengaduan, baik secara individu maupun berkelompok.

“Setelah menerima pengaduan, kami akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Dari mediasi itu nantinya kami berharap ada titik temu antar kedua belah pihak,” katanya.

Ia berharap jumlah pengaduan terkait THR di tahun 2025 semakin berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Disperinaker, jumlah pengaduan terus menurun sejak 2022.

“Dari tahun 2022 hingga 2024 jumlah pengaduan semakin berkurang. Pada tahun 2022 kami menerima 21 pengaduan, lalu di tahun 2023 meningkat menjadi 26 pengaduan, namun pada tahun 2024 turun menjadi 11 pengaduan,” ujarnya.

Dari 11 pengaduan yang diterima pada tahun 2024, sembilan di antaranya telah terselesaikan dengan pembayaran THR kepada pekerja. Sementara dua laporan lainnya tidak dapat ditindaklanjuti karena pelapor sudah tidak memiliki hubungan kerja dengan perusahaan.

“Kami berharap tahun ini jumlah pengaduan semakin turun dan semua perusahaan mampu membayarkan THR tepat waktu,” harap Zaini. (Dwi Arifin)

Satpol PP Kota Surabaya Amankan 76 Minuman Beralkohol

SURABAYA-KEMPALAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya terus memperketat pengawasan sejumlah tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU), termasuk restoran, selama Ramadan 2025. Langkah ini bertujuan untuk menegakkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya yang melarang memajang dan menyajikan minuman beralkohol selama Ramadan. 

Pengawasan dilakukan pada dua tempat restoran yang berada di wilayah Surabaya Timur pada Rabu (12/3) malam. Dari pengawasan tersebut, petugas mendapati kedua restoran melanggar peraturan dengan menjual minuman beralkohol. 

Ketua Tim Kerja Penyelidikan dan Penyidikan Bagus Tirta mengatakan,  kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari aduan warga yang mendapati kedua restoran tersebut masih menjual minuman beralkohol saat bulan suci Ramadan. 

“Untuk kedua restoran ini kami temukan melakukan pelanggaran, karena petugas kami masih menemukan adanya gelas berisi minuman beralkohol dibeberapa meja pengunjung,” kata Bagus. 

Selain melakukan pengawasan terkait penjualan minuman beralkohol, Bagus menyapaikan petugas turut melakukan pengecekan terkait izin usaha kedua restoran tersebut. 

“Kami juga turut melakukan pengecekan terkait izin usaha yang dimiliki kedua restoran ini. Perihal izin kami bekerja sama dengan dinas-dinas terkait, yang hari ini ikut mendampingi,” ujar Bagus. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti sebanyak 28 botol minuman beralkohol dari lokasi pertama dan 48 botol minuman beralkohol di lokasi kedua.  

“Total 76 botol minuman beralkohol kami amankan sebagai barang bukti dan dibawa ke kantor Satpol PP. Selanjutnya, akan diberikan sanksi tindak pidana ringan,” jelasnya. 

Lebih lanjut, petugas juga melakukan pemasangan stiker pelanggaran didepan kedua restoran tersebut. Hal ini dilakukan karena mereka melanggar aturan. “Kami turut memberikan surat pernyataan pada pemilik restoran untuk mentaati peraturan yang berlaku,” imbuhnya. 

Terakhir, Bagus menghimbau warga untuk menjaga kondusivitas Kota Surabaya selama Ramadan. “Sebelumnya kami juga sudah rutin melakukan pengawasan terhadap minuman beralkohol ini, tapi untuk bulan puasa akan kami tingkatkan lagi. Hal ini kami lakukan demi menciptakan rasa aman dan nyaman pada bulan suci Ramadan ini,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.