SURABAYA-KEMPALAN: Dalam rangka mengisi kegiatan bulan suci Ramadan, Masjid Al Wahyu Rungkut Menanggal Harapan Surabaya menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu pada Ahad (16/3). Acara ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Masjid Al Wahyu yang berada di wilayah Kelurahan Rungkut Menanggal Kecamatan Gunung Anyar dimana Ario sebagai camatnya, dikenal aktif mengadakan berbagai kegiatan Ramadan, mulai dari buka puasa bersama, sholat berjamaah, tarawih, tausiyah, qiyamul lail, hingga santunan anak yatim piatu. Tahun ini, sebanyak 66 anak yatim dari RW 1, 2, 3, dan 4 Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, menerima santunan.
Djatik (Ketua pelaksana kegiatan santunan anak yatim piatu)
Ketua pelaksana kegiatan, Djanti, mengungkapkan bahwa acara ini mendapat dukungan penuh dari para donatur di wilayah Rungkut Menanggal Harapan RW IV serta pengurus Masjid Al Wahyu. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu diadakan khususnya di bulan Ramadan,” ujarnya.
Djanti, yang dikenal sebagai sosok aktif dalam berbagai kegiatan sosial, berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang terlibat.
Ketua PKSM masjid Al Wahyu Rungkut Menanggal Harapan Surabaya
Sementara itu, Ketua PKSM (semacam Takmir Masjid) Al Wahyu Rungkut Menanggal Harapan yang bernama Anwar Musjaddat, yang turut mengontrol jalannya acara, menjelaskan bahwa santunan ini terbagi dalam dua model, yaitu mandiri dan berkelompok. “Ada yang bersifat perorangan, dan ada yang dikelompokkan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya bersedekah dan berzakat bagi umat Islam. “Berzakat itu wajib, karena zakat mal dan zakat fitrah adalah hak mereka yang membutuhkan. Itu bukan milik kita, melainkan milik mereka yang berhak menerimanya,” tuturnya.
Ketua RW IV Rungkut Menanggal Harapan bersama tamu undangan
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Ketua RW IV, Sapta Doli, serta tamu undangan lainnya. Di barisan depan, mereka tampak khidmat mengikuti jalannya acara.
Sebagian ibu-ibu jamaah masjid yang bertugas menerima tamu dan peserta santunan anak yatim
Panitia yang terdiri dari ibu-ibu jamaah Masjid Al Wahyu, PKK RW IV Rungkut Menanggal Harapan, serta Remas (Remaja Masjid) tampak sibuk mengatur jalannya acara, melayani tamu undangan, dan memastikan kegiatan berjalan lancar.
Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama dan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di masa mendatang. (Izzat)
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa agb Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa KH M. Yusuf Hasyim sangat patut menyandang gelar Pahlawan Nasional. Putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari ini.memiliki perjalanan hidup luar biasa dalam berkontribusi bagi NKRI serta kemajuan bangsa Indonesia.
“Dansatkornas Banser pertama adalah seorang KH. M. Yusuf Hasyim. Dan jika kita tarik terhadap penguatan pada NKRI pada saat itu hingga hari ini masih bersambung,” ujar Khofifah dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH. M. Yusuf Hasyim di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (16/3).
Khofifah menuturkan, KH. M. Yusuf Hasyim merupakan tokoh yang telah membuktikan dedikasi dan pengabdiannya dalam berbagai bidang, baik sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, politisi, maupun pendidik.
“Bukan hanya sekadar tokoh pesantren atau tokoh agama, beliau adalah sosok pejuang sejati,” kata Khofifah.
Salah satu nilai paling berharga yang diwariskan oleh KH. M. Yusuf Hasyim, lanjut Khofifah, adalah pemahaman Islam yang moderat dan cinta tanah air. KH. M. Yusuf Hasyim disebutnya, selalu menekankan bahwa nasionalisme dan keislaman bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
“Sehingga menempatkan hubbul wathon minal iman itu ya dhahiran wa batiman . Tidak sekadar dilantunkan tapi memang keluar dari hati yang paling dalam,” terang Khofifah.
Dengan teladan tersebut, diharapkan akan ada ruh kecintaan kepada negeri yang didasari oleh iman di setiap pergerakan umat di Indonesia. Sehingga akan menjadi kekuatan sebagai sebuah bangsa yang berpedoman pada jejak kepahlawanan dan kejuangan oleh para ulama.
“Nilai-nilai inilah yang hari ini sangat kita butuhkan di tengah tantangan disharmoni, intoleransi dan radikalisme. Termasuk yang sekarang kita ikhtiarkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional,” ucapnya.
Di sisi lain, terkait proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional, Gubernur Khofifah mengaku optimis mengingat kerja keras seluruh pihak terkait untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. Bahkan, dirinya juga mendorong untuk bisa dilakukan dokumentasi menyeluruh bagi tokoh-tokoh lainnya yang belum terdokumentasi sebagai dokumen negara.
“Jadi pada dasarnya format keikhlasan yang disosialisasikan di berbagai Ponpes oleh Kyai ini harus dibangun format pada bagaimana proses ini tetap terdokumentasikan sebagai dokumen negara,” tegasnya.
“Maka jika pahlawan-pahlawan nasional banyak yang berasal dari Jatim karena memang pergerakannya di Jatim saat revolusi, persiapan kemerdekaan serta pasca kemerdekaan luar biasa,” pungkasnya.
Senada dengan Khofifah, Dzurriyah sekaligus Kepala Badan Penyelenggara Haji RI KH M. Irfan Yusuf mengatakan bahwa pengusulan ini bertujuan untuk memberikan ilham dan inspirasi bagi seluruh umat, utamanya NU di masa depan.
“Saat ini dari NU hanya 13 orang yang terdaftar sebagai pahlawan nasional. Bisa lebih banyak lagi yang mendapat gelar pahlawan nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada smua pihak yang telah bekerja keras dalam proses pengusulan ini,” ucapnya.
Sedangkan, Ketua PWNU Jawa Timur KH Kikin Abdul Hakim menyatakan dukungan dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH M. Yusif Hasyim. Usulan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasanya semasa hidup.
“Kita harus menghormati jasa-jasa pahlawan kita. Banyak sekali pahlawan-pahlawan nasional yang lahir dari NU,” pungkasnya.
Turut hadir d6alam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Sosiai RI Abdul Malik Haramain, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet sekaligus Ketua Umum PP Pergunu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Syekh Ahmad Muhammad Mabruk Al Hasani dari Mesir serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim terkait. (Dwi Arifin)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Hubbul Wathan dan Auditorium R. Soewandi di SMAN 5 Taruna Brawijaya, Kediri, Sabtu (15/3).
KEDIRI-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan safari ramadhan bertajuk ‘Ramadhan Produktif, Ramadhan Berbagi’ sembari meresmikan Masjid Hubbul Wathan dan Auditorium R. Soewandi di SMAN 5 Taruna Brawijaya, Kediri, Sabtu (15/3).
Disampaikan Khofifah, Masjid di SMA Taruna Brawijaya bernama Hubbul Wathan memiliki arti cinta tanah air. Sedangkan auditorium yang cukup megah dan besar bernama Raden Soewandi yang pernah menjadi Menteri Pengajaran zaman Kabinet Sjahrir III.
“Yang kita saksikan peresmian dua infrastruktur signifikan Masjid dan Auditorium, harapan kita menguatkan fungsi strategis dari SMA Taruna Brawijaya,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, keberadaan Masjid Hubbul Wathan di SMAN 5 Taruna Brawijaya menjadi tempat strategis untuk meningkatkan iman dan takwa siswa, membentuk karakter dan akhlak yang mulia, serta memberikan wadah bagi siswa untuk beribadah dan belajar agama Islam.
“Dengan adanya tempat ibadah yang representatif seperti ini, semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para siswa-siswi di SMAN 5 Brawijaya,” kata Khofifah.
Lebih lanjut, kehadiran masjid memiliki peran dalam upaya membina generasi yang madani, karena menjadi sarana Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Insaniyah serta Ukhuwah Islamiyah.“Mari kita tingkatkan kebersamaan dalam membangun tiga ukhuwa tersebut untuk mendukung kebaikan,” ungkap Khofifah.
Selain peresmian masjid, Khofifah turut meresmikan Auditorium R. Soewandi untuk mendukung berbagai kegiatan di sekolah maupun meningkatkan kualitas pembelajaran taruna-taruni maupun para guru.
“Tentu dengan tambahan bangunan yang ada, pihak sekolah harus bisa memberikan inovasi-inovasi yang berkelanjutan sehingga menciptakan prestasi di segala bidang,” tuturnya.
Menurutnya, mengelola pendidikan tidak sederhana. Namun, dari bumi Jatim terlahir para kader bangsa yang memiliki karakter nasionalisme, kenusantaraan dan keindonesiaan yang kuat. Salah satunya tumpuan anak bangsa dengan karakter yang dibangun di SMA 5 Taruna Brawijaya Kediri.
“Kepada kepala sekolah dan seluruh guru, tugas yang tidak sederhana dari sekolah ini diharapkan tidak sekadar lulus dengan capaian nilai akademik yang baik melainkan juga lulus dengan nilai karakter keindonesiaan yang baik pula,” jelas Khofifah.
Secara khusus, Khofifah berpesan kepada seluruh taruna taruni agar bangga dengan lembaga ini. Tempat menempa diri untuk bisa membangun karakter yang tidak mudah didapatkan sekolah lain. Sebab, academic achievement bisa didapatkan, namun caracter building tidak mudah didapatkan di sekolah lain.
“Akan dirasakan setelah lulus. Terus belajar dengan baik, ikuti dengan doa, hormati kedua orang tuamu serta gurumu. Semoga semua sukses ilmunya manfaat barokah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, auditorium harus dimanfaatkan secara lebih. Caranya, menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jika tidak BLUD, maka auditorium tidak bisa disewakan.
“Gedung besar utilitasnya agar dimaksimalkan, maka harus dimanfaatkan lebih luas lagi,” ujarnya.
Syaratnya, lanjut Khofifah, tidak boleh menggangu proses belajar mengajar tetapi bagaimana auditorium bisa dimanfaatkan dengan luas dan tidak menyalahi regulasi yang ada.
“Harus bisa menjadi sarana prasarana yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun komunitas,” ungkapnya.
“Sudah dikonsultasikan kepada BPK bagaimana utilitas sarpras yang dimiliki sekolah SMA / SMK karena itulah yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim,” tambahnya.
Khofifah berharap fasilitas-fasilitas yang akan menjadi wadah untuk membentuk karakter para dan siswa harus dijaga, dirawat dan dimakmurkan dengan penuh tanggung jawab.
Tentu, tambahan fasilitas yang ada tidak lepas dari kerjasama Kadisdik, kacabdin, guru dan kepala sekolah SMAN 5 Taruna Brawijaya serta para donatur dan para komite yang sudah memberikan kedermawanan sehingga masjid dan Auditorium bisa selesai.
“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi besar dalam pembangunan Masjid maupun aula di SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, diresmikannya masjid dan aula menjadi pelengkap fasilitas bagi taruna Taruni SMA 5 Brawijaya Kediri yang semakin terwadahi dari sisi keagamaan dan kesiswaan sehingga memberikan banyak prestasi.
“Terima kasih Gubernur Khofifah yang memperhatikan sektor pendidikan sehingga ada daya tarik dan ikon bahwasanya Kediri mendapat julukan kota pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal melainkan pendidikan berbasis keagamaan di Pondok pesantren,” tuturnya.
Setelah meresmikan dan meninjau masjid dan auditorium , Khofifah menggelar buka puasa bersama seluruh taruna-taruni, para guru, kepala sekolah dan jajaran.
Turut hadir, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Forkopimda Kota Kediri, Kepala Sekolah SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus Suwandi, Para Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan serta donatur pembangunan masjid. (Dwi Arifin)
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) M. Ikhsan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya membuka secara langsung acara ‘Ramadhan Kreatif Fest 2025’ di Plaza Internatio Kota Lama atau depan Jembatan Merah Plasa (JMP), Jumat (14/3) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai 14 – 23 Maret 2025 itu adalah upaya kolaborasi Pemkot Surabaya bersama Kadin Surabaya untuk menghidupkan ekonomi kreatif selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya M. Ikhsan mengapresiasi berbagai pihak khususnya Kadin Kota Surabaya atas terselenggaranya event ini. Ramadhan Kreatif Fest 2025 merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pahlawan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita memberikan ruang bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berkembang, berinovasi, serta memperluas jangkauan pasar mereka,” ujar Ikhsan.
Ikhsan menjelaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen kuat dalam mendukung dan memajukan sektor ekonomi kreatif. Oleh karena itu, inovasi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun daya saing kota yang tangguh.
“Acara ini salah satu upaya untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif bagi pelaku usaha, terlebih UMKM agar bisa berkembang dan membawa manfaat bagi banyak orang,” jelasnya.
Ia berharap, melalui acara tersebut, akan semakin banyak produk lokal yang dikenal lebih luas, semakin banyak wirausaha baru yang tumbuh, serta semakin kuat sinergi antara pemerintah, wirausaha dan masyarakat.
“Tentunya hal ini untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota inovatif, inklusi dan berdaya saing global,” harap Ikhsan.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surabaya Ali Affandi mengatakan bahwa acara yang dikemas secara kreatif ini menghadirkan bazar UMKM, talkshow interaktif menjelang buka puasa dan kompetisi dance untuk anak muda.
“Acara ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di Kota Surabaya, serta memberikan hiburan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan,” ujar Ali Affandi.
Untuk menyemarakan acara, pihaknya menghadirkan bintang tamu dari mulai selebriti hingga penyanyi seperti Al Ghazali, Kunto Aji dan grup band keroncong asal Surabaya Klantink. (Dwi Arifin)
KEDIRI-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Desa Wisata Jambu yang terletak di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/3).
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melihat dan berkeliling kebun alpukat Kelud asli Kab. Kediri. Alpukat Kelud disebutnya memiliki keunikan karena memiliki bentuk yang lebih besar atau jumbo dengan biji yang sangat kecil dibandingkan dengan alpukat pada umumnya.
“Saya sudah mendengar cukup lama, varietas alpukat Kelud. Kalau di sosial media seringkali disebut tanpa biji. Walaupun ada bijinya kecil di ujung,” ungkap Khofifah.
Khofifah bahkan mengaku takjub melihat ukuran buah alpukat yang beratnya bisa mencapai 1,8 kg. Dengan warna daging buah yang kuning dan lembut serta biji yang kecil, alpukat Kelud sangat potensial menjadi rekomendasi di berbagai daerah, bahkan nasional dan internasional.
“Ini artinya ada proses kreativitas dan inovasi. Karena ini proses pembibitannya dilakukan oleh Pak Agus sendiri. Dan inovasi yang sudah beliau lakukan sudah mencapai 70 varietas alpukat,” tuturnya.
Khofifah juga berpesan agar seluruh inovasi dan ide tersebut bisa segera diproses Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)-nya.
“Karena ini original, ide kreatif beliau inovasi beliau dan bisa dijadikan referensi bersama bagi mereka yang memang memiliki passion di sektor agrobis ini,” pesannya.
Untuk itu, Khofifah secara khusus mengapresiasi segala bentuk inovasi dan kreativitas masyarakat di sektor agrobis seperti yang ada di Desa Wisata Jambu Kediri. Harapannya, bisa menjadi contoh dan referensi bahwa semua daerah bisa melakukan inovasi hingga pembudidayan sesuai dengan kondisi wilayahnya masing-masing.
“Tentu pemerintah sangat berterima kasih kepada masyarakat yang berinovasi dan memiliki kreativitas seperti pak agus ini. Termasuk juga bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat,” kata Khofifah.
Tidak hanya itu, para penggiat agrobis juga diharapkan bisa melihat tren atau kegemaran yang tengah populer di masyarakat. Seperti tren hampers atau ucapan selamat yang populer dalam bentuk pohon buah atau bunga dalam pot. Hal ini, selain bisa mendatangkan keuntungan juga bisa menjadi upaya bersama untuk menjaga alam sekitar.
“Saya ketika melihat tanaman, buah, dan bunga itu rasanya happy banget. Ini artinya kita didorong terus untuk melakukan seluruh daya dukung lingkungan alam yang ada di sekitar kita,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik kebun alpukat Agus Joko Susilo mengaku sangat bangga dan termotivasi atas kunjungan Gubernur Khofifah. Ia mengaku telah melakukan berbagai inovasi khususnya untuk buah alpukat hingga mencapai 70 varietas.
“Bu Gubernur adalah salah satu penyemangat kami. Dan produk unggulan disini adalah alpukat Kelud, dimana nama itu kami ambil dari nama Gunung Kelud yang ada di Kediri. Panjangnya bisa sampai 40 cm dengan berat 1,8 kg,” jelasnya. (Dwi Arifin)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi pengarahan kepada seluruh camat terkait inovasi dan komitmen dalam menangani berbagai permasalahan warga, Sabtu (15/3). (Foto: Diskominfo Surabaya).
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada seluruh camat terkait dengan inovasi dan komitmen dalam menangani berbagai permasalahan warga, Sabtu (15/3/2025). Pengarahan yang berlangsung di ruang sidang wali kota ini juga dihadiri para asisten dan Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait.
Dalam arahannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa camat harus mampu memanfaatkan data yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Data tersebut mencakup informasi mengenai warga miskin, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), balita stunting hingga usia produktif masyarakat yang belum bekerja.
“Dari situ bisa terlihat data warga miskin, tingkat pengangguran terbuka, hingga umur ekonomis warga yang belum bekerja. Tugas camat adalah memastikan langkah konkret untuk menangani permasalahan tersebut,” katanya.
Selain itu, Eri menekankan pentingnya sinergi program padat karya dengan aset yang ada di setiap wilayah kecamatan. Sebagai contoh, camat dapat memanfaatkan aset atau lahan pemkot untuk program pemberdayaan ekonomi warga.
“Sehingga jika ada orang-orang yang membutuhkan, bisa memanfaatkan aset di sekitar sampean (anda). Atau seperti di Asemrowo, berkolaborasi dengan perusahaan yang ada di sekitar sana,” jelas dia.
Dalam pengarahannya, Eri juga menegaskan bahwa setiap camat harus mengetahui dan menyelesaikan permasalahan di wilayahnya secara mandiri. Jika permasalahan sampai ditangani oleh wali kota atau wakil wali kota, maka hal itu dianggap sebagai kegagalan camat dalam menjalankan tugasnya.
“Kalau ada masalah di wilayah, dan yang turun langsung saya atau wakil wali kota, berarti itu kegagalan seorang camat. Jika ada warga yang lebih memilih melapor ke saya atau wakil wali kota, itu tanda bahwa mereka tidak percaya pada camatnya,” tegasnya.
Karena itu, setiap camat harus bisa mencarikan solusi jika ada masalah di wilayah. Jika camat tidak mampu untuk menyelesaikan, ia meminta agar segera dilaporkan ke wali kota atau wakil wali kota.
“Saya tidak mau lagi ada kejadian seperti itu. Komitmennya adalah semua permasalahan bisa diselesaikan oleh camat. Kalaupun camat tidak bisa menyelesaikan, yang membawa (menaikkan) laporan ke saya atau ke wakil wali kota adalah camat,” pinta Eri.
Untuk memastikan efektivitas koordinasi, setiap kecamatan dan kelurahan diminta memiliki sistem pengaduan yang dapat menampung keluhan warga. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya memilah setiap laporan yang masuk.
“Sampean (camat) harus bisa memilah mana yang harus diselesaikan dan tidak. Kalau itu urusan keluarga, misal terkait sengketa rumah dalam sebuah keluarga, ya jangan ikut-ikut,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Eri juga menyoroti maraknya rumah kos yang tidak terdata dan berpotensi menimbulkan permasalahan sosial. Untuk itu, ia meminta camat bekerja sama dengan RT dan RW untuk mendata seluruh penghuni kos-kosan di wilayah masing-masing.
“Makanya tugas camat sekarang ini mengajak RT/RW mendorong warga pemilik kos untuk mendaftarkan kos-kosan, nama orang yang indekos harus terdaftar. Karena kita melindungi warga Surabaya, bukan untuk kepentingan kita,” terangnya.
Menurutnya, langkah penertiban usaha rumah kos ini untuk melindungi warga Surabaya sekaligus mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, ketika ada pelaku kejahatan yang tinggal di rumah kos dan pindah, maka data orang tersebut bisa dilakukan pencarian.
“Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, dan ternyata orang yang kos pindah, kita masih bisa mencari datanya. Tapi kalau pemilik kos tidak melaporkan penghuninya, lalu ada kejadian tidak diinginkan, maka kita mau gimana?” tegas dia.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa izin kos-kosan harus sesuai aturan. Kost harian, misalnya, memiliki izin berbeda dengan kos bulanan. Jika ada rumah yang disekat-sekat dan dijadikan kost harian tanpa izin, camat dan lurah harus bertindak tegas.
“Saya tekankan, kalau kos itu bulanan, bukan harian. Kalau kos harian itu izinnya beda, apa homestay atau losmen, tidak boleh di lingkungan masyarakat. Saya masih melihat ada rumah-rumah yang dipetak-petak dibuat kost harian, tapi sampean (camat) diam saja,” katanya.
Di akhir pengarahannya, Eri mengajak seluruh camat untuk berkomitmen melayani warga Surabaya dengan sepenuh hati. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan rakyat Surabaya.
“Hari ini kita di ruang sidang, camat bersama saya dan Kepala PD bersumpah untuk warga Surabaya, bahwa kita melakukan apapun adalah untuk kepentingan rakyat Surabaya,” tegasnya. (Dwi Arifin)
KEMPALAN : Satu lagi Sufi yang banyak berpengaruh pada jalan tasawuf KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur ini adalah Jalaluddin Rumi.
Sebagaimana dipaparkan oleh KH. Syaiful Ulum Nawawi pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ibadah, Al-Baiad, Pandugo Surabaya — Jalaluddin Rumi (1207-1273 Masehi) adalah seorang penyair, filsuf, dan Sufi terkemuka dari Persia (sekarang Iran). Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Sufisme dan sastra Persia.
Rumi lahir di Balkh, Afganistan, pada tahun 1207 M. Beliau memulai pendidikannya di Balkh, kemudian melanjutkan ke Samarkand dan Baghdad untuk mempelajari filsafat, teologi, dan Sufisme.
Rumi bertemu dengan Shamsuddin Tabrizi, seorang Sufi terkemuka, yang menjadi guru spiritualnya.
Rumi menekankan pentingnya cinta dan spiritualitas dalam mencapai kesatuan dengan Tuhan.
Beliau menulis banyak puisi dan karya sastra yang indah, termasuk ‘Masnavi-e Ma’navi’ dan ‘Divan-e Shams-e Tabrizi’.
Rumi juga menulis seputar filsafat dan teologi, termasuk konsep tentang kesatuan wujud serta pentingnya spiritualitas.
Lebih lanjut dijelaskan KH. Syaiful Ulum Nawawi tentang Sufi besar Jalaluddin Rumi ini:
Bahwa beliau memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Sufisme, terutama dalam hal pengembangan konsep cinta dan spiritualitas.
Bahwa beliau juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sastra Persia, terutama dalam hal pengembangan puisi dan sastra spiritual.
Bahwa beliau memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat dan teologi Islam, terutama dalam hal pengembangan konsep kesatuan wujud dan pentingnya spiritualitas.
Beberapa warisan Jalaluddin Rumi, dijelaskan oleh KH. Syaiful Ulum Nawawi, di antaranya :
Beliau mendirikan Mazhab Mevlevi, sebuah ordo Sufi yang masih aktif hingga saat ini.
Karya sastra beliau masih dibaca dan dipelajari hingga saat ini, tidak hanya di Iran dan Turki, tetapi juga di seluruh dunia.
Beliau memiliki pengaruh besar terhadap kebudayaan Iran, Turki, dan Islam secara umum, terutama dalam hal pengembangan spiritualitas dan kesenian. (Amang Mawardi – Bersambung).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa besama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Karo Ops Polda Jatim, dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.(Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda terus memantapkan koordinasi, sinergi dan kolaborasi. Khususnya untuk memastikan bahwa persiapan jelang mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1446 H berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Karena itu, Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Mudik Lebaran Tahun 2025 di Grand City Surabaya, Jumat (14/3).
Rakor ini dihadiri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Karo Ops Polda Jatim, Asops Koarmada II, Bupati/Wali Kota, Danrem, Dandim, Kapolres, Sekda, Kadishub dan Kabakesbangpol Kab/Kota se-Jatim.
Dalam arahannya, Khofifah menginstruksikan seluruh pihak baik jajaran Forkopimda Jatim, instansi lintas sektoral, sampai dengan Bupati/Wali Kota untuk melakukan persiapan dan antisipasi baik soal logistik (BBM, ketersediaan sembako), kewaspadaan cuaca, posko kesehatan, sampai dengan keamanan pemudik.
“Lebaran kali ini bersamaan dengan liburan panjang. Koordinasi seperti ini menjadi bagian yang sangat penting. Kehati-hatian kita semua, kerja sama kita dalam berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, harus nyambung satu dengan yang lain,” katanya.
Khofifah menambahkan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Pertama, terkait dengan jadwal buka tutup rute penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk Bali. Karena diketahui, perayaan Hari Raya Nyepi bersamaan dengan puncak mudik lebaran.
“Tanggal 28 Maret 2025 jam 17.00 sampai dengan tanggal 30 Maret 2025 jam 06.00 Pelabuhan Ketapang ditutup. Sehingga masyarakat yang akan menyeberang dari dan ke Gilimanuk mungkin bisa menghindari waktu itu,” ujarnya.
Selain memperhatikan rute yang akan dilewati, Khofifah meminta masyarakat mewaspadai kondisi cuaca. Pasalnya, menurut data BMKG, saat libur lebaran nanti, Jatim mulai masuk musim pancaroba.
Tidak hanya itu, pada pertengahan hingga akhir bulan Maret diprediksi masih terdapat beberapa wilayah yang memiliki curah hujan kategori tinggi, seperti Pacitan, Ngawi, Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi
“Dan daerah wisata, supaya kehati-hatiannya ditingkatkan. Karena dari BMKG juga mengimbau beberapa titik yang perlu diwaspadai. Maka kebijakan-kebijakan ini tolong masyarakat mengikuti aturan yang sudah ditentukan,” terang Khofifah.
“Tadi BMKG juga meminta untuk mewaspadai tanah longsor, mengingat banyaknya endapan akibat curah hujan di daerah lereng. Selain itu, bencana banjir juga masih perlu diwaspadai bersama,” imbuh dia.
Khofifah juga meminta kesiapan pos pelayanan kesehatan di titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Untuk itu, ia meminta Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Kabupaten/Kota agar bisa memastikan ada puskesmas maupun layanan kesehatan yang terkoneksi dan buka 24 jam.
“Fasilitas kesehatan harus dikuatkan. Karena kebanyakan korban kecelakaan meninggal karena terlambatnya pertolongan pertama. Maka Puskesmas harus tetap buka untuk memberikan pertolongan pertama ini,” tegas Khofifah.
Sebagai informasi, puncak arus mudik, diprediksi antara tanggal 23 hingga 30 Maret 2025. Kemudian pada tanggal 5 hingga 8 April 2025 diprediksi sebagai puncak arus balik.
Untuk itu, Polda Jatim akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2025 yang berlangsung selama 17 hari sejak 23 Maret hingga 8 April 2025. Ada sebanyak 15.231 personel terlibat yang di antaranya 9.458 personel Polda Jatim dan jajaran, 1.404 personel TNI, dan 5.369 personel dari stakeholder lainnya.
Tak hanya itu, pembentukan pos pengamanan pelayanan terpadu akan harus sudah berdiri pada 19 Maret 2025. Yang terdiri dari 149 pos pengamanan (Pospam), 41 pos pelayanan (Posyan), serta 13 pos terpadu.
Total objek pengamanan ada 10.586 lokasi. Di antaranya 9.662 tempat sholat Idul Fitri, 70 terminal, 13 pelabuhan, 7 bandara, 82 stasiun, 424 tempat perbelanjaan, dan 328 tempat hiburan/wisata.
Sementara untuk stok BBM dan penyaluran LPG, berdasarkan data dari Patraniaga Jatimbalinus, Jatim berada dalam kondisi aman. Layanan BBM Jawa Timur meliputi 6 terminal BBM, 6 terminal LPG, 4 DPPU, 991 SPBU, 865 Pertashop, 954 agen LPG yang meliputi 867 PSO dan 87 NPSO, serta 130 SPBE yang meliputi 116 PSO dan 14 NPSO.
“Maka nanti akan ada titik-titik di mana masyarakat bisa langsung menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. Intinya kehati-hatian kita semua, kerjasama kita semua, kolaborasi dan komunikasi kita harus nyambung satu dengan yang lain,” terang Khofifah.
Dalam kesempatan ini, Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengimbau mitigasi rawan penumpukan penumpang, terutama di Pelabuhan Ketapang, harus segera dilakukan. Mengingat arus mudik lebaran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Kapolres, Dandim tolong di mapping. betul kerawanan-kerawanan yang sudah ada. Setiap satuan kerja bisa menggunakan sarana informasinya, infokan masyarakat ditutup kapan jam berapa dan dibuka lagi kapan di jam berapa. Sehingga masyarakat tidak terkonsentrasi di pelabuhan. Dari jauh-jauh hari sudah harus dimitigasi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam Rakor ini sekaligus sebagai narasumber yakni Kepala BMKG Prov. Jatim Taufiq Hermawan, Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Cory Trisilawaty, Group Head Patraniaga Jatimbalinus Harry Hedwig V Malonda, Asops koarmada II Kolonel Laut (P) Nurul Muchlis, dan Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Jimmy Agustinus Anes. (Dwi Arifin)
Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait.(Foto: Dokumentasi Diskominfo Jember).
SURABAYA-KEMPALAN: Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait membuka kanal pengaduan hotline bagi masyarakat Jember. Kanal pengaduan hotline itu diberi nama “Wadul Gus’e”.
Hal ini dilakukan Gus Fawaiit untuk menampung keluhan masyarakat Jember, khususnya terkait pelayanan publik selama kepemimpinannya.
“Hotline Wadul Gus’e ini terbuka selama 24 jam. Seluruh keluh kesah warga Jember terhadap pelayanan publik akan kami tampung dan ditindaklanjuti. Hotline-nya 081131111108,” kata Gus Fawait yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN), Jumat (14/3).
Politisi Gerindra ini mengatakan, Wadul Gus’e ini memberi kesempatan untuk berkeluh kesah apa yang selama ini menjadi problem masyarakat. ” Misalnya pelayanan KTP, perijinan maupun pelayanan di rumah sakit. Termasuk jalan rusak atau lainnya yang akan segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Jember,” jelasnya.
Menurut mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur ini, jika ada laporan yang masuk dalam Wadul Gus’e, pihaknya segera mendistribusikan ke OPD di.lingkungan Pemkab Jember. “Nanti atas instruksi saya, OPD tersebut akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut,” ujarnya.
Dengan adanya Wadul Gus’e, sambung Gus Fawait, pihaknya tak ingin komunikasi dengan masyarakat Jember putus begitu saja. “Saya menjadi bupati Jember atas pilihan rakyat, maka sudah seharusnya memberikan yang terbaik bagi rakyat Jember. Jangan sampai amanat dari rakyat saya sia-siakan,” ucapnya.
Gus Fawait memastikan Wadul Gus’e ini akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan teknologi yang ada.” Terus dikembangkan dan nantinya penyesuaian dengan kondisi teknologi. Pokoknya Wadul Gus’e ini merupakan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keluhan pelayanan publik untuk ditindaklanjuti oleh Pemkab Jember. Percayalah pasti akan direalisasi dengan OPD Pemkab Jember,” tandasnya. (Dwi Arifin)