Senin, 15 Juni 2026, pukul : 16:48 WIB
Surabaya
--°C

Sakit Gigi dan Gipal

KEMPALAN : Kalau Anda dekat saya, lantas terlibat percakapan, lantas secara tidak sengaja maupun sengaja mengamati (maaf) mulut saya, maka terlihatlah gigi saya yang “masih utuh”. Tentu saja itu salah besar. Gigi saya sebetulnya tinggal 4 biji. Kok (sepertinya) masih utuh? Ya, Anda benar, saya memakai rentetan gigi palsu (gipal). Baik yang sisi atas maupun bawah.

Saya sering kuatir jika sedang bercakap-cakap dengan keras, atau saat sedang membaca puisi, tiba-tiba –maaf– salah satu rentetan gipal saya yang cuma diikatkan dengan kawat ke satu-dua gigi yang utuh, copot dan meloncat keluar.

Maklum ini gipal murahan. Konon untuk yang implan sebagaimana pernah saya baca di google, per biji “gigi” biaya pemasangan dan harga bahannya antara Rp 7,5 juta – Rp 25 juta.


Saat saya menjadi Direktur Pelaksana Festival Seni Surabaya tahun 2000 (Direktur Utama-nya Cak Kadar almarhum), pada pembukaan di Balai Pemuda yang antara lain dihadiri oleh Gubernur Imam Utomo, pidato saya dipuji habis-habisan oleh Bambang Sujiyono salah satu penggiat seni di Surabaya.

“Dungaren (tumben) pidatomu apik banget, isi dan penyampaiannya tersusun rapi. Step by step. Top pokoke,” komentar beliau.

Pada setiap akhir 2-3 alinea selalu disambut dengan tepuk tangan. Ini pidato tanpa teks. Improvisasi. Tentu saja tepuk tangan terpanjang terdengar saat saya mengakhiri pidato. Intinya irama pidato saya waktu itu tidak kesusu, tidak tergesa-gesa.

Lantas BS (panggilan Bambang Sujiyono) saya beri tahu rahasianya.

“Gipalku ada sedikit rusak, yang tidak pas kaitannya. Kalau saya ngomong agak keras, saya kuatir mencelat, lompat dari mulut, Mas.”

Kesimpulan saya waktu itu, pidato yang enak didengar itu, ya yang tidak menggebu-gebu.

BS lantas tertawa terpingkal setelah mendengar penjelasan saya. (Al Fatihah untuk BS dan Cak Kadar. Semoga damai di sisi Sang Khaliq…).


Sebulan lalu, salah satu dari 4 gigi saya, berlubang dalam. Posisi ada di sisi bawah. Sudah lama sih sakitnya, tapi tidak begitu saya rasakan. Tapi saat sebulan lalu itu, sakitnya bukan main. Sakit sesakit-sakitnya. Mungkin karena itulah Dahlan Iskan dalam salah satu tulisannya di Jawa Pos sekitar 30 tahun lalu menyatakan: “Saya lebih baik sakit hati daripada sakit gigi”.

Ya, mungkin karena saking sakitnya.

Di situ diceritakan, sakit gigi DiS itu dibawa ke dokter gigi di Jalan Sedap Malam, Surabaya, yang kata DiS ini mungkin dokter gigi yang taripnya paling mahal se-Indonesia. Dan bayarnya bisa pakai cek. Bayangkan itu sekitar 30 tahun lalu.

Lantas dia tulis pengalaman itu bahwa tidak setuju dengan syair lagu “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati”. Saya lupa siapa nama penyanyi lagu itu. Mungkin Meggy Z. Atau mungkin Yopie Latul.

“Saya lebih baik sakit hati daripada sakit gigi…,” tulis Dahlan Iskan yang pengalaman berobat ke dokter gigi di Jalan Sedap Malam tersebut, diturunkannya di halaman 1 bawah kanan.

Tapi buat saya, sakit paling gak enak itu ya sakit vertigo, ngatang-ngatang gak bisa apa-apa. Bumi terasa berputar.

Kalau sakit gigi masih bisa jalan ke kamar tamu, dapur, atau ke toilet. (Amang Mawardi).

Rumah LaNyalla Digeledah KPK, Ada Apa?

SURABAYA-KEMPALAN: Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menanggapi kegiatan penggeledahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu rumahnya di kawasan Mulyorejo, Surabaya, pada Senin (14/4/2025) pagi.

Penggeledahan itu dilakukan penyidik KPK dalam rangka mencari bukti tambahan terhadap tersangka Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur dalam perkara tindak pidana korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam penggeledahan itu, 5 orang penyidik KPK diterima oleh penjaga rumah M. Eriyanto dan disaksikan dua asisten rumah tangga.

“Saya juga tidak tahu, saya juga tidak pernah berhubungan dengan Saudara Kusnadi. Apalagi saya juga tidak kenal sama nama-nama penerima hibah dari Kusnadi. Saya sendiri juga bukan penerima hibah atau pokmas. Karena itu, pada akhirnya di surat berita acara hasil penggeledahan ditulis dengan jelas, kalau tidak ditemukan barang/uang/dokumen yang terkait dengan penyidikan,” tandas LaNyalla, Senin (14/4/2025) sore.

LaNyalla juga menunggu penjelasan dari KPK mengapa rumahnya yang tidak ada kaitannya dengan perkara Kusnadi dijadikan obyek penggeledahan. Ia juga berharap KPK menyampaikan ke publik, bahwa tidak ditemukan apapun di rumahnya terkait obyek perkara dengan tersangka Kusnadi. Sehingga tidak merugikan dirinya yang sudah terframing akibat berita penggeledahan tersebut.

“Saya sudah baca berita acara penggeledahan yang dikirimkan via WA oleh penjaga rumah, jelas di situ ditulis ‘dari hasil penggeledahan tidak ditemukan uang/barang/dokumen yang diduga terkait perkara’. Jadi sudah selesai. Cuma yang jadi pertanyaan saya, kok bisa alamatnya rumah saya. Padahal saya tidak ada hubungan apapun dengan Kusnadi,” ungkap LaNyalla penuh tanda tanya? (sef)

Gubernur Khofifah- Menkes RI Bahas Kesiapan RSUD Dr Soetomo dan RSUD Dr Saiful Anwar Jadi RSPPU

JAKARTA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan audiensi bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma, Kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Minggu (13/4).

Dalam audiensi ini, keduanya membahas rencana menjadikan RSUD Dr. Soetomo  (RSDS) di Surabaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) di Malang sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) atau Hospital Based bagi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Bedah Saraf dan Prodi Radiologi.

Atas rencana tersebut, Khofifah mengaku optimis bahwa program RSPPU ini akan menjadi momen pembenahan ekosistem bukan hanya pendidikan kedokteran, tetapi juga pembenahan tata kelola Rumah Sakit di Jawa Timur.

“Insya Allah, ini akan menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola rumah sakit bukan hanya pendidikan kedokteran kita. Ini jadi momen bagi kita untuk berbenah,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Pendidikan Dokter & Dokter Spesialis sendiri masuk pada pendidikan klinis – profesi. Sehingga, akan lebih tepat jika masuk dalam regulasi Kementrian Kesehatan. Mengutip arahan Menkes Budi, Khofifah mengatakan bahwa proses pendidikan kedokteran khususnya yang spesialis di luar negeri lazim dilakukan secara hospital based. Sementara saat ini proses pendidikan di Indonesia dilakukan secara akademik atau dalam bentuk university based.

“Hospital based residential program seyogyanya dapat menjadi suplementer dan bukan kompetitor University based residential program. Ini karena output lulusan dari RSPPU yang dimasukkan dalam program LPDP, adalah fokus pada rekruitmen dan distribusi dokter-dokter spesialis tersebut di daerah terpencil dan tertinggal. Yang tujuannya adalah mengisi kesenjangan jumlah serta distribusi dokter spesialis di daerah,” jelasnya.

Khofifah menekankan, keseriusan Pemprov Jatim dalam program RSPPU ini juga berseiring dengan visi besar dari Presiden RI Prabowo Subianto. Utamanya terkait kebutuhan terhadap pemerataan layanan kesehatan baik dokter umum dan spesialis, yang hingga saat ini terkesan mahal dan lama prosesnya.

Oleh sebab itu, Khofifah menyebut, diperlukan keseriusan dan pemikiran mendalam dalam menerjemahkan visi misi Presiden Prabowo. Hal ini tidak lain sebagai upaya meningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia.

“Tentu dalam prosesnya harus dicari bersama titik-titik Equilibrium nya,” ucapnya.

Rencananya, RSSA Malang akan menjadi RSPPU untuk Prodi Radiologi pada batch 2, yang diharapkan operasional siap di bulan Juni 2025. Sedangkan RSUD Dr. Soetomo Surabaya akan menjadi RSPPU untuk prodi bedah saraf – batch ke 3, pada bulan September 2025 mendatang.

Sementara itu, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin merespons baik niat dari Gubernur Khofifah. Pihaknya pun akan mendukung penuh semua upaya guna mempercepat terlaksananya program RSPPU di Jawa Timur.

Menkes Budi berharap, nantinya RSPPU di Jawa Timur bisa menjadi contoh bagi Rumah Sakit di wilayah lain. Utamanya saat RSPPU tersebut juga berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Saya akan dukung sekali niat baik dari Pemprov Jatim. Apapun yang dibutuhkan akan kita support semaksimal mungkin,” tegasnya.

“Ini momen untuk me-reform sistem PPDS kita,” imbuhnya.

Secara khusus, Menkes Budi juga memesankan tiga hal penting dalam pelaksanaan Program RSPPU di Pemprov Jatim. Pertama, kaitan peningkatan standarisasi Rumah Sakit yang mengacu pada Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME).

“Standarisasi ini telah berjalan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Singapura. Jadi akan sangat bagus jika kita melakukan hal yang sama,” tutur Menkes Budi.

Kemudian yang kedua, agar pada program RSPPU di Jatim nantinya disediakan afirmasi untuk daerah timur dan tertinggal Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), yakni luar Pulau Jawa. Bukan hanya wilayah pelosok Jatim, tetapi juga wilayah Timur Indonesia.

Dan yang ketiga adalah dilakukan Standarisasi operasional RSPPU berupa tatakelola keuangan, tatakelola SDM-komitmen DPJP sebagai supervisor hingga tatakelola pelayanan medis dan non medis.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI dr. Yuli Farianti,  Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya, Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih.

Juga ada Ketua Konsil Kesehatan Indonesia drg. Arianti Anaya, Ketua Kolegium Bedah Saraf Prof. Dr. dr. Asra Al Fauzi, Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Direktur RSSA Malang Dr. dr. Moch. Bachtiar Budianto, serta jajarannya. (Dwi Arifin)

Don Dasco, The Untouchable?

KEMPALAN: Sumi Dasco Ahmad menjadi the rising star dalam lanskap politik Indonesia di era Presiden Prabowo Subianto. Beberapa manuver politik yang dilakukan Dasco menunjukkan bahwa dia adalah ‘’the main man’’, orang yang sangat penting bagi Prabowo.

Dulu di era Jokowi ‘’the main man’’ ialah Luhut Binsar Panjaitan atau LBP. Sangat powerful dan sangat dipercaya oleh Jokowi. LBP diberi belasan jabatan. Menteri serba bisa. Apa saja bisa dijabat oleh LPB, kecuali menjadi ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Tiap masa ada orangnya, dan tiap orang ada masanya. Sekarang era LBP sudah mulai pudar. Ia masih mencoba bertahan, tapi perannya semakin mengecil. Dalam beberapa kesempatan LBP masih terlihat sebagai orangnya Jokowi ketimbang orangnya Prabowo.

Zaman sudah berubah. Setelah Lord Luhut memudar kini muncul Dasco sebagai pengganti. Sama dengan LBP yang dijuluki ‘’The Lord’’, Dasco dijuluki sebagai ‘’Don Dasco’’. Julukan ini tidak sepopuler The Lord, tapi julukan Don Dasco cukup banyak dikenal di lingkungan elite politik.

Julukan ini bisa menjadi complimentary, sanjungan dan penghormatan, bisa juga menjadi prejorative atau merendahkan. Sebutan Don dikaitkan dengan kepala keluarga mafioso Italia.

Tapi tidak selalu negatif. Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti dari Italia dijuluki sebagai Don Carlo atau Don Carletto. Julukan ini positif dan komplementari karena Ancelotti berhasil memenangkan lima tropi Liga Champions untuk klub sepak bola Real Madrid, Spanyol. Atas kehebatan ini Ancelotti disejajarkan sebagai kepala keluarga mafia sepak bola yang sangat powerful dan berpengaruh.

Dalam dunia mafia julukan Don diberikan kepada kepala keluarga mafia tertinggi. Don Corleono adalah julukan bagi Godfather mafia Sisilia yang sangat berkuasa dan ditakuti. Di Amerika, Al Capone adalah godfather jaringan mafia yang tidak tersentuh hukum, seperti digambarkan dalam film ‘’The Untouchables’’ yang dibintangi oleh Kevin Kostner.

Para Don itu menjadi godfather yang mempunyai jaringan anak buah yang bekerja klandestine, di bawah tanah. Para Don itu tidak suka publikasi dan jarang tampil di depan publik. Kendati demikian, kekuasaannya besar dan tidak terbatas.

Don Dasco punya jaringan yang luas dan kuat. Di lingkungan elite politik sekarang muncul istilah ‘’Kabinda’’ dan ‘’Adidas’’ untuk menggambarkan jaringan Don Dasco. Kabinda adalah akronim dari ‘’Kader Binaan Dasco’’, dan Adidas akronim dari ‘’Anak Didik Dasco’’.

Kabinda terdengar lebih seram karena seperti berasosiasi dengan BIN (Badan Intelijen Negara). Sedang Adidas terdengar lebih segar karena berasosiasi dengan merek sepatu.

Don Dasco memegang peran penting dalam banyak peristiwa politik strategis. Pertemuan politik Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri pekan ini adalah hasil kerja Don Dasco.

Don Dasco menjadi mastermind di balik bergabungnya Prabowo Subianto dengan Jokowi pasca pilpres 2019. Peretamuan ikonik di MRT antara Prabowo dan Jokowi menjadi prestasi cemerlang Don Dasco dan menandai perubahan drastis strategi politik Prabowo menuju kekuasaan.

Don Dasco menjadi operator politik Prabowo yang paling efisien dan efektif. Ia menjadi ketua harian Partai Gerindra dan mempunyai gelar profesor di belakang namanya. Sempurna sudah sosoknya sebagai seorang Don.

Mungkin gambarannya fisiknya tidak match dengan sosok Godfather seperti Don Carleote atau Al Capone. Don Dasco lebih mirip dengan Napoleon Bonaparte yang kecil dan imut, tapi jago dalam mengerahkan pasukan di peperangan.

Momen pertemuan KRL antara Jokowi dengan Prabowo menandai kemenangan faksi Don Dasco di Partai Gerindra. Strategi oposisi yang diterapkan oleh Prabowo melawan Jokowi berubah 180 derajat menjadi straregi kooperasi.

Dalam tempo lima tahun Prabowo bisa membuktikan diri sebagai sekutu terpercaya Jokowi dan kemudian menjadi ‘’the heir’’, pewaris politik Jokowi. Strategi pragmatis ala Don Dasco terbukti ampuh membawa Prabowo ke tampuk kekuasaan yang diimpikan.

Kemunculan Don Dasco berhasilkan menyisihkan faksi Fadli Zon dari ring satu Prabowo. Sejak 2019 Fadli Zon digrounded dan dipaksa untuk tutup mulut. Fadli Zon yang semula vokal terhadap Jokowi mendadak senyap.

Selama lima tahun masa pemerintahan Jokowi Fadli Zon dikenal sebagai pengritik utama. Bersama Fahri Hamzah di DPR RI Fadli Zon dikenal sebagai ‘’ganda putra’’ yang setiap saat selalu mengkritik tajam Jokowi.

Duet maut Fadli Zon-Fahri Hamzah tidak segan menyebut Jokowi sebagai plonga-plongo yang identik dengan sebutan bodoh. Duet maut juga menjuluki Jokowi sebagai Prabu Kantong Bolong.

Fadli Zon menjadi orang dekat Prabowo sejak Prabowo masih tentara muda yang berambisi menjadi presiden. Fadli meyakinkan Prabowo bahwa untuk menjadi presiden dia harus berbaik-baik dengan kalangan Islam garis keras. Maka Fadli membawa Prabowo untuk dekat dengan kalangan Islam politik.

Tapi strategi ini dianggap gagal tiga kali dalam pilpres. Maka Prabowo meninggalkan Fadli Zon dan merangkul Don Dasco. Peran Fadli Zon semakin suram sehingga hanya diberi hadiah hiburan sebagai menteri kebudayaan.

Don Dasco bisa menjadi ‘’The Untouchables’’ yang tak tersentuh. Namanya dikaitkan dengan mafia judi Kamboja. Tapi Don Dasco bergeming.

Ia tidak menjadi menteri. Dia ‘’hanya’’ menjadi wakil ketua DPR RI plus Ketua Harian Partai Gerindra. Tapi, semua tahu, Don Dasco lah yang sekarang memegang kuasa.

(*) Dhimam Abror Djuraid

Ferril Hattu: Saya Yakin Timnas U-17 Bisa Melewati Korea Utara

Ferril Raymond Hattu

SURABAYA-KEMPALAN: Timnas U-17 Indonesia akan menghadapi Korea Utara U-17 di babak perempatfinal Piala Asia U-17 2025, Senin (14/4) malam ini,  pukul 21.00 WIB.

Timnas U-17 Indonesia maju ke babak delapan besar dengan status juara Grup C usai menyapu bersih tiga laga yang dimainkan. Skuad Garuda Muda mengalahkan Korea Selatan di laga pertama, kemudian menundukkan Yaman dengan skor 4-1, dan Afganistan 2-0. Total Skuad Garuda Muda mengemas tujuh gol dan hanya kebobolan satu gol.

Di satu sisi, Korea Utara U-17 menjadi runner-up Grup D dengan catatan sekali menang atas Tajikistan dengan skor 3-0 serta dua kali imbang menghadapi Iran 1-1 dan Oman 2-2. Total enam gol dibuat di fase grup, dengan kebobolan tiga gol. Korea Utara melangkah ke fase gugur mendampingi Tajikistan yang mencatat dua kemenangan dan sekali kalah.

Melihat hasil yang telah dicapai kedua tim di fase grup tersebut, mantan pemain nasional Indonesia Ferril Raymond Hattu optimistis kali ini Squad Garuda Muda  bakal mampu melewati Korea Utara.

Sebab, menurut dia, Squad Garuda Muda yang kali ini tampil di Piala Asia U-17 2025 dinilai punya kelebihan. “Selain punya kecepatan dan stamina yang mumpuni, tim ini punya improvisasi cukup bagus. Tim ini juga punya kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya,” kata Ferril Raymond Hattu kepada Kempalan.com, Senin (14/4).

Kelebihan ini yang membedakan Timnas U-17 Indonesia yang sebelumnya tampil di event yang sama. “Ini bisa dimaklumi karena Timnas U-17 2025 ini sudah dipersiapkan cukup lama dengan pelatih yang sama, bahkan sejak Timnas U-16, sehingga cukup solid,” ungkap Ferril.

Beda dengan Korea Utara. Menurut Ferril, tim ini juga cukup bagus. Punya kecepatan, semangat juang tinggi, dan siap bermain keras. Kendati demikian, Korea Utara punya kelemahan, yakni kurang bisa berimprovisasi.

“Itu memang ciri khas dari negara komunis. Mereka hanya menurut apa kata pelatih, sehingga tidak bisa berimprovisasi,” ucap mantan kapten Timnas PSSI yang merebut medali emas pada SEA Games 1991.

Selain itu, lanjut Ferril,  di fase grup Timnas Indonesia U-17 telah mampu menaklukkan tim unggulan Korea Selatan  yang pernah dua kali menjadi juara di ajang ini. “Kemenangan lawan Korea Selatan tentu memotivasi tim asuhan Nova Arianto untuk menundukkan Korea Utara. Sebab, permainan Korea Selatan dan Korea Utara kan tidak jauh berbeda,” katanya.

Kendati demikian, Ferril mengingatkan agar Putu Panji dkk tidak terbawa dengan tempo permainan lawan atau menganggap remeh.

“Justru sebalinya, harus memaksa Korea Utara untuk mengikuti irama permainan kita. Karena itu, Putu Panji dkk harus melakukan improvisasi dan bisa mengatur irama permainan. Dan saya yakin, Squad Garuda Muda punya kemampuan melakukan itu,” sambungpnya.

Timnas U-17 asuhan Nova Arianto juga dinilai sebagai satu-satunya tim sepak bola Indonesia, baik dari kelompok umur maupun tim senior, yang memenangi semua laga grup sebuah kompetisi kontinental.

Jika ditambah babak kualifikasi, tim ini total memenangi lima dari enam laga yang dilakoni. Satu pertandingan berakhir 0-0 ketika melawan Australia selama kualifikasi. Di fase kualifikasi, mereka menang atas Kuwait dan Mariana Utara.

Kemenangan sebanyak itu tidak pernah diraih tim Indonesia mana pun dalam turnamen kontinental. Termasuk saat menembus semifinal Piala Asia U-17 1990, lolos untuk pertama kali di Piala Asia 2023, dan finis di urutan keempat Piala Asia U-23 2024. 

Saat tampil di Piala Asia U-17 1990 yang diikuti tujuh tim, Indonesia tak pernah menang dari empat laga. Skuad Garuda Muda kala itu lolos ke semifinal dengan dua kali imbang melawan Korea Selatan 1-1 dan Qatar 0-0. Sedang di semifinal, kalah 0-2 dari Uni Emirat Arab, lalu dikalahkan Cina 0-5 dalam perebutan posisi ketiga.

“Jadi, Timnas U-17 Indonesia kali ini tidak bisa disamakan dengan Timnas U-17 tahun sebelumnya. Ini beda. Tim ini punya segalanya. Yang perlu diwaspadai hanya Uzbekistan,” tandas Ferril. (Dwi Arifin)

Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan

SURABAYA-KEMPALAN: Sebanyak 250 alumni dari berbagai angkatan SMP Negeri 9 Surabaya berkumpul dalam acara Halal Bihalal Alumni SMPN 9 Surabaya yang digelar mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Mereka selain datang dari kota Surabaya, juga banyak dari luar kota

Tak hanya ajang temu kangen, acara ini juga menjadi simbol kebersamaan lintas generasi, mulai dari angkatan paling senior tahun 1969 hingga angkatan 2004. Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu, 12 April 2025.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan”, acara ini dirancang sebagai wadah untuk menjalin tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus oleh waktu dan kesibukan masing-masing alumni.

Bertempat di gedung bersejarah Balai Pemuda, Surabaya, suasana nostalgia semakin terasa dengan berbagai atraksi kesenian dari alumni juga line dance bersama peserta yang hadir, dilanjut foto-foto di area galeri mini yang disiapkan panitia.

Penampilan Mumun, MC kondang asal Surabaya sukses menghidupkan suasana sejak awal hingga akhir acara.

Dengan gaya humoris dan penuh energi, Mumun berhasil mencairkan suasana dan menyatukan ratusan alumni dari berbagai latar belakang dan angkatan.

Ia tak hanya memandu jalannya acara, tapi juga aktif mengajak para alumni untuk berbagi canda tawa dengan gaya humorisnya

Ketua alumni SMPN 9 surabaya (IKASONGO) Cindy Mirsa, alumnus angkatan 2001. Dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan harunya kepada seluruh alumni yang telah hadir dan berpartisipasi aktif menyukseskan acara.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk pelestarian ikatan lintas Alumni SMPN 9 Surabaya

“Melihat wajah-wajah yang dulu menghiasi bangku kelas dan lapangan sekolah, sungguh mengharukan. Kita semua pernah melewati masa-masa itu bersama, dan hari ini kita kembali, membawa cerita, pengalaman, dan semangat yang sama – kebersamaan,” ujarnya dengan nada haru.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi halal bihalal, di mana para alumni saling bersalaman, memaafkan, dan berbagi tawa serta cerita.

Suasana haru tak dapat terbendung, terutama ketika para alumni yang sudah tidak pernah bertemu puluhan tahun saling berpelukan dan melepas rindu.

Momen ini menjadi salah satu bagian paling emosional dari acara.
Tak hanya dipenuhi suasana kekeluargaan, halal bihalal kali ini juga sarana bernostalgia semasa kecil

Sejumlah alumni yang memiliki bakat seni tampil menghibur para peserta. Ada pula sesi open mic di mana para alumni bisa menyumbangkan lagu .

Ada acara undian berbagi aneka door prize hiburan dan utama Mesin cuci dan kulkas, untuk mesin cuci diperoleh Tetty alumni 1982 dan kulkas Vivi alumni 1994

Di sisi lain area acara, terselenggara pula bazar alumni yang tidak kalah meriah. Sekitar 30 stan bazar berdiri rapi, menampilkan beragam produk kuliner

Peserta bazar adalah alumni SMPN 9 sendiri yang kini telah menjadi pelaku UMKM maupun wirausaha mandiri.

“Lewat bazar ini, kami ingin memberikan ruang bagi alumni yang memiliki usaha untuk bisa memperkenalkan produk mereka kepada sesama alumni. Ini bukan sekadar jualan, tapi bentuk dukungan nyata antaralumni,” jelas Susi koordinator bazar yang juga alumnus angkatan 1991

Tak hanya menjadi tempat belanja, bazar ini juga menjadi titik interaksi yang seru di mana para alumni bisa berbincang sambil menikmati jajanan  dan makanan khas Sambil bernostalgia di masa kecil semakiin melengkapi suasana Halal bi halal

Menjelang sesi terakhir acara, seluruh peserta diajak untuk berfoto bersama di depan panggung utama. Dengan mengenakan dress code dasar baju atasan warna putih, momen ini menjadi simbol kesucian hati dan persatuan lintas alumni tak lekang oleh waktu.

Acara halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga ruang kolaborasi. “Saling mendukung, dan merayakan persahabatan lintas zaman” tandas Yani Liyan ketua Panitia Alumni 1982

Semangat kebersamaan yang terpancar dari wajah-wajah para alumni membuktikan bahwa meskipun waktu dan jarak memisahkan, kenangan dan ikatan sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 9 Surabaya tetap abadi.

Para alumni pun sepakat untuk terus menjaga silaturahmi dan menggelar kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Sampai jumpa di halal bihalal berikutnya! ( Mbeng )

Gandeng Polisi dan TNI, Wali Kota Eri Cahyadi Perangi Curanmor

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang semakin meresahkan masyarakat. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi telah koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk merumuskan langkah-langkah antisipasi yang lebih efektif.

Koordinasi tersebut melibatkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP William Cornelius Tanasale, dan Komandan Kodim (Dandim) Surabaya Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono. 

“Saya bersama Pak Kapolda Jatim, Pak Kapolres Surabaya, dan Pak Dandim telah membahas tentang antisipasi curanmor, karena curanmor merupakan isu krusial bagi keamanan kota. Beberapa hal penting telah kami bahas dalam pertemuan tersebut,” kata Eri Cahyadi, Minggu (13/4).

Salah satu poin penting yang dibahas adalah peningkatan pengamanan di wilayah perbatasan Surabaya dengan daerah tetangga seperti Gresik, Sidoarjo, dan Madura. “Insya Allah, penjagaan di perbatasan akan diperketat dengan pendirian pos-pos keamanan,” sebutnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya telah memasang banyak kamera pengawas (CCTV), namun pelaku curanmor dinilai semakin tidak takut dan bahkan terlihat tenang meskipun mengetahui keberadaan CCTV.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Eri mengimbau setiap kampung di Kota Pahlawan mempertimbangkan untuk memasang portal dan mengaktifkan pos kamling. Sebab, aksi curanmor tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga pada siang hari.

“Saya juga sudah menyampaikan kepada Pak Kapolres tentang hal ini, berarti semua kampung di portal saja. Ketika sudah dikasih portal, setiap RW bisa menganggarkan dana untuk petugas penjaga portal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti data penangkapan komplotan pencuri yang cukup banyak, namun tidak membuat pelaku jera. Eri menduga salah satu faktornya adalah kondisi ekonomi Surabaya yang relatif sejahtera, sehingga banyak warga memiliki kendaraan bermotor. 

“Saya minta warga Surabaya lebih waspada. Maka kemarin saya sampaikan Pak Kapolres kalau semua kampung ditutup pakai portal. Nanti tinggal saya koordinasikan dengan RT/RW bagaimana menjaganya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh warga Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ceroboh dalam menjaga kendaraan bermotornya. 

“Saya meminta tolong kepada warga Surabaya untuk lebih waspada. Pencuri atau maling sekarang lebih berani dan lebih pintar. Dahulu, motor dengan kunci ganda mungkin aman, namun kini meskipun terkunci, kendaraan tetap rawan dicuri karena kemampuan pelaku yang semakin canggih,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Wali Kota menyarankan agar warga tidak memarkir kendaraannya di luar rumah. “Masukkan saja di dalam rumah. Kalau pencuri semakin pandai dan berani, maka kita juga harus semakin waspada,” katanya.

Tak hanya itu saja, Eri juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras kepolisian dalam menjaga keamanan Kota Pahlawan. Meski begitu, seluruh elemen masyarakat harus memperketat penjagaan demi keamanan bersama.

“Pak Kapolres beserta jajarannya telah bekerja keras melindungi keamanan Surabaya. Sebagai bagian dari masyarakat, saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk turut menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan menjaga barang pribadi kita,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Pelantikan Pengurus SMSI Trenggalek, Herman: Kami Sumbang PAD Puluhan Juta

TRENGGALEK-KEMPALAN:  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Trenggalek resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa bakti 2024–2027 dalam sebuah acara meriah yang digelar di Alun-Alun Trenggalek, Sabtu (13/4) malam.

Pengukuhan ini juga dibarengi dengan penganugerahan SMSI Award kepada sejumlah anggota DPRD Trenggalek sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memajukan daerah.

Ketua SMSI Trenggalek Herman Subagyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan upaya SMSI untuk mendukung peningkatan kinerja wakil rakyat.

“Tujuan dari gelaran SMSI Award ini adalah untuk mengangkat marwah DPRD Trenggalek sekaligus mendorong anggota dewan agar bekerja lebih hebat lagi menyuarakan aspirasi masyarakat,” ujar Herman.

Ia menegaskan bahwa metode penilaian yang digunakan dalam penghargaan ini bersifat objektif.

“Kami menggunakan metodologi responden, bukan penilaian subjektif dari panitia. Ini berdasarkan hasil penilaian masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Herman juga menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan tanpa menggunakan dana APBD.

“Sumber dana penyelenggaraan SMSI Award ini berasal dari kerjasama SMSI Trenggalek dengan PT. Graha Multi Talenta, jadi tidak menggunakan dana pemerintah (APBD,red),” tambahnya.

Menariknya, acara ini turut membuka rangkaian Expo Pasar Rakyat yang telah berlangsung mulai 12 hingga 21 April 2025 di lokasi yang sama. Dalam expo tersebut juga tersedia berbagai wahana bermain bagi masyarakat.

“Kami harap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal dan juga menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Herman.

Sedang Ketua SMSI Jatim Sokip SH MH, mengapresiasi kegiatan yang langsung berdampak pada masyarakat, khususnya UMKM lokal.

“Selain masyarakat, tentunya kegiatan ini juga menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek,” ujar Sokip yang juga Wakil Ketua PWI Jatim ini.

Untuk itu, Sokip berharap, ke depan sinergitas antara SMSI Trenggalek dengan jajaran samping terus ditingkatkan, sehingga bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Trenggalek.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Jawa Timur TarmujiO menyampaikan bahwa kepengurusan SMSI Trenggalek masa bakti 2024–2027 telah disahkan melalui Surat Keputusan SMSI Jawa Timur Nomor 017/KPTS/SMSI-JAWATIMUR/XII/2024.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Herman Subagyo ditetapkan sebagai Ketua, dengan Lendra Maradona sebagai Sekretaris dan Hariyadi sebagai Bendahara.

Acara pelantikan dilakukan Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, sebagai simbol estafet kepemimpinan dan semangat baru bagi organisasi media siber di Trenggalek.(Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah: Perbaikan Akses Pasca Longsor Jalur Pacet-Cangar Segera Tuntas

JAKARTA-KEMPALAN:  Perbaikan Jalan Sumber Brantas Jalur Pacet-Cangar yang sempat terdampak longsor pada 3 April lalu dikebur. Bahkan, kini hampir selesai 100 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim telah melakukan pemerataan tanah di lokasi longsor melalui Dinas PU Bina Marga UPT PJJ Mojokerto. Selain itu penggantian baterai Early Warning System (EWS) di atas titik longsor juga telah dilakukan oleh tim BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Mojokerto.

“Terkait perkembangan di jalur Pacet-Cangar yang mengalami longsor, sudah kita benahi dengan cepat dan tepat. Hari ini dilanjutkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Mohon doa semoga semua lancar,” kata Khofifah di sela sela kordinasi dengan Menteru Kesehatan, Rektor UNAIR serta RSUD dr. Soetomo dan RS. Saiful Anwar Malang terkait persiapan Rumah Sakit Pendidikan – Penyelenggara Utama (RSP-PU) di Jakarta, Minggu (13/4).

“Total progres pembuatan plengsengan mencapai 75 persen dan untuk pemasangan bambu mencapai 15 persen,” ujarnya, melanjutkan.

Khofifah menambahkan, untuk mempercepat pengerjaan tersebut, pihaknya akan mendatangkan tambahan alat berat jenis eskavator PC-200. Rencanya akan diterjunkan pada 15-16 April mendatang.

Selain menambah alat berat, kerja sama lintas sektoral juga dilakukan. Sementara Dinas PU Bina Marga Mojokerto telah memberi dukungan satu unit eskavator untuk melakukan pemerataan tanah.

“Perbaikan ini bisa cepat karena kita bekerja bersama baik dari provinsi maupun daerah. Bahkan Polhut (Polisi Hutan) selalu standby, ada personel jaga di sisi Sendi dan Cangar selama perbaikan hingga kegiatan selesai,” ungkapnya.

Khofifah juga menyebut bahwa laporan Safety Officer menunjukkan perkembangan terbaru bahwa tidak ada gerakan tanah di titik longsoran. Hal tersebut terpantau dari tidak adanya pergeseran tanda bendera.

Meski begitu, pembukaan kembali jalur yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto –  Kabupaten Malang dan Kota Batu ini masih menunggu hasil evaluasi.

Oleh karena itu, Khofifah menjelaskan, kondisi jalur saat ini yang dapat dilalui oleh masyarakat, yaitu dari arah Kota Batu ke Mojokerto, yaitu sampai loket Pemandian Air Panas Cangar (Jalan Cangar – Kecamatan Pacet).

Untuk arah sebaliknya, dari Mojokerto ke Kota Batu, yang dapat dilalui sampai Rest Area Sendi (Jalan Cangar-Pacet Nomor 26).

“Untuk rencana pembukaan jalur lokasi longsor akan segera dilakukan evaluasi pada hari Selasa 15 April atau Rabu 16 April mendatang,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.