SURABAYA –KEMPALAN : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi menggebrak panggung olahraga nasional dengan langkah luar biasa. Tak ingin atlet hanya berjaya di podium namun terpuruk di hari tua, KONI Jatim kini tengah membidani lahirnya sebuah Koperasi Serba Usaha (KSU) raksasa yang dirancang sebagai benteng ekonomi para pahlawan olahraga.
Langkah strategis ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan transformasi besar-besaran untuk menciptakan ekosistem athletepreneurpertama yang dikelola secara profesional dan masif di Indonesia.
Bukan Koperasi Biasa, Tapi Mesin Ekonomi Produktif

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa wadah ini akan menjadi “rumah kedua” bagi pengurus, pimpinan cabang olahraga (cabor), hingga jajaran KONI kabupaten/kota. Namun, prioritas utamanya tetap satu: kesejahteraan atlet dari masa aktif hingga purna tugas.
“Kami tidak ingin KONI hanya hadir saat pertandingan. Kami ingin hadir secara nyata dalam dompet dan kehidupan ekonomi mereka. Koperasi ini adalah instrumen konkret untuk menunjang aktivitas dan masa depan insan olahraga Jatim,” tegas Nabil dengan nada optimis.
Berbeda dengan koperasi konvensional, KSU milik KONI Jatim ini akan menggurita ke berbagai lini bisnis produktif. Atlet yang sebelumnya telah digembleng dalam pelatihan kewirausahaan akan didapuk sebagai leading sector atau motor penggerak utama bisnis tersebut.
Alat Tempur Ekonomi: Kolaborasi Strategis dengan Puskud Jatim

Keseriusan KONI Jatim tidak main-main. Mereka menggandeng raksasa ekonomi daerah, Pusat Koperasi Usaha Daerah Jawa Timur (Puskud Jatim), untuk memastikan operasional koperasi berjalan di jalur cepat.
Direktur Puskud Jatim, Aida Fitri, memastikan pihaknya akan turun tangan langsung mengawal legalitas hingga ekspansi usaha. “Kami dukung penuh! Ini akan menjadi koperasi skala provinsi dengan portofolio bisnis yang luas; mulai dari jasa keuangan, perdagangan sembako skala besar, hingga sektor jasa lainnya yang dikelola secara kolaboratif,” ungkap Aida.
Misi Suci: Memutus Kutukan Masa Tua Atlet
Salah satu poin paling emosional dari proyek ini adalah pemberdayaan atlet purna tugas. KONI Jatim ingin memastikan tidak ada lagi cerita pilu mantan atlet nasional yang hidup kekurangan. Dengan sistem koperasi ini, para mantan atlet bertransformasi menjadi pengusaha mandiri yang tetap produktif.
“Ini adalah ruang bagi mereka untuk berdiri di kaki sendiri. Kami ingin para pahlawan olahraga ini menjadi entrepreneur yang mandiri secara finansial,” tambah Aida.
Saat ini, tim tengah mematangkan nama eksklusif untuk koperasi ini agar memiliki nilai jual tinggi dan legalitas yang tak tergoyahkan. Jika proyek ini sukses, Jawa Timur akan kembali mencatatkan sejarah sebagai pelopor model pemberdayaan ekonomi atlet di Indonesia yang layak menjadi percontohan nasional. (Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi