SENTUL, BOGOR – KEMPALAN: GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto menjadi saksi bisu runtuhnya dominasi Jakarta Pertamina Enduro. Dalam laga “final dini” putaran kedua Proliga 2026, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia tidak hanya sekadar menang; mereka melakukan pembantaian taktis terhadap Jakarta Pertamina Enduro dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-20, 25-17).
Kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan sempurna tim milik perusahaan pupuk terbesar se-Indonesia tersebut, sekaligus mengunci gelar Juara Putaran Reguler Proliga 2026.
Drama Jalannya Pertandingan:
Set Pertama: Dominasi awal srikandi-srikandi Gresik langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Koordinasi apik dan pertahanan rapat membuat serangan Megawati Hangestri berulang kali terbentur blok kokoh pemain Gresik. Meskipun Jakarta Pertamina mencoba mengejar, set pertama ditutup dengan skor meyakinkan 25-20 untuk Gresik.
Set Kedua: Ilusi Perlawanan Megawati

Memasuki set kedua, tensi semakin memanas. Megawati mulai menunjukkan tajinya, namun “The Megatron” tampak berjuang sendirian. Gresik Phonska Plus tetap tenang dan memanfaatkan kesalahan demi kesalahan servis lawan. Angka kembar sempat tercipta, namun Gresik kembali menjauh dan mengakhiri set dengan skor identik 25-20.
Set Ketiga: Pesta Pora Sang Juara
Set penentuan menjadi mimpi buruk bagi Pertamina Enduro. Mental pemain Gresik sudah di atas angin setelah dipastikan mengunci takhta reguler hanya dengan memenangkan dua set awal. Pukulan keras dari para pemain asing dan lokal Gresik Phonska Plus menghujam jantung pertahanan lawan tanpa ampun. Skor akhir 25-17 memastikan kemenangan sempurna bagi Gresik.
Strategi Simpan Kekuatan atau Kekalahan Hakiki?

Banyak spekulasi beredar di tribun penonton. Apakah kekalahan telak ini hanyalah ilusi strategis dari Jakarta Pertamina Enduro? Mengingat kedua tim sudah mengamankan tiket Final Four, muncul dugaan bahwa tim asuhan Pertamina sengaja menyimpan kekuatan dan tidak ingin membongkar kartu rahasia mereka sebelum duel hidup-mati di Surabaya awal Maret mendatang.
Namun, melihat raut kecewa di wajah Megawati yang “dibuat gigit jari” oleh performa impresif Gresik, sulit untuk mengatakan mereka hanya sekadar bermain-main. Kemenangan ini memberikan keunggulan psikologis yang luar biasa bagi Gresik Phonska Plus menjelang babak penentuan.
Ajang pembuktian sesungguhnya akan segera tersaji di Surabaya pada babak Final Four Proliga 2026 yang akan dimulai Maret nanti. Apakah Gresik akan mempertahankan dominasinya, ataukah Pertamina Enduro akan melakukan pembalasan dendam yang lebih menyakitkan?(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi