Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan Top Regional Leader Award 2026 di Hotel JW Marriot Jakarta, Kamis (11/6).
JAKARTA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6).
Dua penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Khofifah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung oleh Dahlan Iskan selaku Founder Disway Group.
Penghargaan pertama diberikan pada kategori Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, sementara penghargaan kedua diraih pada kategori Penguat Ketahanan Pangan Nasional.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilainya telah bekerja keras dan terus berinovasi di tengah tantangan berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, penurunan TKD tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan momentum untuk melahirkan berbagai inovasi pembiayaan atau creative financing guna menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya selalu menyampaikan kepada tim di Pemprov, jangan melihat pengurangan TKD ini sebagai beban. Yang harus kita bangun adalah positive thinking dan kemampuan melakukan penyesuaian,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dijalankan adalah mendorong perangkat daerah untuk mengembangkan skema creative financing dan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Lewat creative financing ini kita menyisir setiap OPD yang memiliki UPT, melihat peluang efisiensi sekaligus maksimalisasi PAD,” katanya.
Selain itu, Khofifah menilai program Misi Dagang yang selama ini dijalankan Pemprov Jatim turut menjadi instrumen penting dalam memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah maupun dengan pasar internasional.
Ia menyebut nilai transaksi dalam berbagai misi dagang yang digelar Pemprov Jatim selalu menembus angka di atas Rp1 triliun. Bahkan dalam misi dagang ke Malaysia, nilai kesepakatan transaksi mencapai Rp14 triliun.
“Kalau kita tidak bisa memberikan dukungan finansial secara langsung kepada pelaku usaha, paling tidak kita bisa membangun konektivitas dan membuka akses pasar,” ujarnya.
Khofifah juga menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah tidak boleh mengganggu program-program yang bersifat mandatory spending, terutama sektor pendidikan.
Menurutnya, investasi pendidikan menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut selama tujuh tahun berturut-turut lulusan SMA dan SMK di Jawa Timur berhasil mencatatkan capaian tinggi dalam penerimaan perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tes maupun non-tes.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga melakukan penyesuaian anggaran melalui pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Namun, Khofifah memastikan kebijakan tersebut tidak menurunkan kualitas pelayanan publik.
“Alhamdulillah, Insya Allah mereka tetap bekerja keras dan tetap semangat luar biasa,” tegasnya.
Terkait penghargaan di bidang ketahanan pangan, Khofifah menegaskan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional masih sangat kuat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan potensi produksi padi terbesar di Indonesia pada periode Januari–Juli 2026. Produksi padi diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,30 juta ton GKG.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas secara nasional, melampaui Jawa Tengah dengan potensi produksi 7 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas secara nasional, melampaui Jawa Tengah dengan potensi produksi 7 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
“Kalau program pemerintah nasional adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur insyaallah sudah masuk pada kedaulatan pangan berkelanjutan nasional,” kata Khofifah.
Sementara itu, Dahlan Iskan mengatakan para kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, kepala daerah yang mampu menghadirkan inovasi dan perubahan nyata layak mendapatkan apresiasi.
“Disway Top Regional Leader Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kepala daerah yang berhasil membawa perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ajang penghargaan yang untuk pertama kalinya digelar oleh Disway National Network tersebut menilai kepala daerah berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kinerja pembangunan dan tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, pengembangan UMKM, ketahanan pangan, reformasi birokrasi, hingga komunikasi publik dan kepemimpinan daerah. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi