SIDOARJO –KEMPALAN : Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Putra Sidoarjo kembali membuktikan jati dirinya bukan sekadar pabrik pemain bola, melainkan “kawah candradimuka” pencetak generasi berakhlak baja.
Pada Minggu (15/03/2026), kawasan Sumput, Sidoarjo menjadi saksi aksi kemanusiaan ratusan talenta muda yang turun ke jalan. Di tengah suasana khidmat Ramadhan 1447 H, mereka membagikan paket takjil gratis sebagai wujud kepedulian sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa di bawah gemblengan Bintang Putra, seorang pemain tidak hanya dituntut tajam di depan gawang, tetapi juga wajib memiliki Akhlakul Karimah.
Kesaksian Bintang Timnas & Calon Pemain Abroad

Eksklusivitas pembinaan Bintang Putra terpancar dari sosok Alfredo Nararya Nugroho, pemain binaan asli Sidoarjo yang kini resmi menembus skuad Timnas U-17.
“Di Bintang Putra, saya tidak hanya diajari teknik shooting yang akurat, tapi juga cara menjaga kerendahan hati. Aksi berbagi takjil ini adalah cermin disiplin dan empati yang saya bawa hingga ke level Timnas,” tegas Alfredo bangga.
Senada dengan itu, M. Setyo Kusumo, wonderkid masa depan Indonesia yang dalam waktu dekat akan bertolak ke Spanyol untuk mengikuti Training Camp selama dua pekan di salah satu klub La Liga, turut memberikan komentar emosional.
“Sepak bola itu bahasa hati. Sebelum saya berangkat ke Spanyol membawa nama Sidoarjo dan Indonesia, kegiatan berbagi ini adalah bekal spiritual saya. Terima kasih kepada pelatih dan pembina yang mengajarkan kami menjadi pemain yang santun tanpa merendahkan lawan,” ujar Setyo Kusumo.
Sinergi Orang Tua: Komitmen Tanpa Batas
Kesuksesan ini tak lepas dari peran luar biasa para wali murid. Eri Nugroho & Shinta Hidayati (orang tua Alfredo) serta Kusumo & Mutmainnah (orang tua dari M. Setyo Kusumo) menjadi motor penggerak gotong royong ini.
“Kami melihat transformasi nyata pada anak-anak. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang tawaduk dan disiplin. Donasi takjil ini adalah bentuk syukur kami karena Bintang Putra telah menjadi rumah kedua yang membentuk karakter mereka,” ungkap Eri Nugroho.
Apresiasi Fantastis untuk Sang Arsitek Lapangan

Momen mengharukan terjadi saat para wali murid memberikan tali asih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pelatih. Tak main-main, 11 pelatih masing-masing menerima paket sembako premium senilai Rp500 ribu serta uang tunai sebesar Rp1,5 juta.
Seger Sutrisno, legenda sepak bola Indonesia dan Persebaya yang kini menjadi pelatih senior Bintang Putra, mengaku merinding dengan apresiasi tersebut.
“Kami sangat terharu. Perhatian wali murid begitu luar biasa. Ini bukan soal angka, tapi soal cinta dan kepercayaan untuk terus mencetak pemain kelas dunia dari Sidoarjo,” tuturnya.
Pembina Bintang Putra Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menutup dengan pesan kuat: “Kami ingin anak-anak belajar bahwa sepak bola adalah tentang kemaslahatan bersama. Kemenangan sejati adalah saat kita bisa bermanfaat bagi sesama.”
Aksi ini semakin mengukuhkan posisi Bintang Putra Sidoarjo sebagai barometer pembinaan sepak bola modern yang sukses menyatukan skill Eropa dengan adab Nusantara.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi